Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Sepertinya kamu menolakku karena sedang menjalin hubungan dengan sugar daddy ya?


__ADS_3

Ceklek


Krieeet


Terdengar suara pintu dibuka.. Biru dan Mili yang sedang bercengkrama setelah Mili sadar, menoleh ke arah pintu secara bersamaan. Terlihat Jingga dan Ed yang datang menemui mereka. Jingga begitu terkejut begitu menyadari kalau Mili telah membuka mata


" Mili! Syukurlah, akhirnya kamu sadar juga. Aku sungguh takut kehilangan kamu yang baru saja menjadi kakak iparku. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana Biru bisa bertahan hidup tanpamu "


Ji begitu gembira dan terharu hingga dia menitikan air mata. Mili pun terharu dengan kekhawatiran yang Jingga tunjukkan


" Terimakasih Ji. Aku juga senang bisa melewati maut dan berkumpul lagi dengan kalian. Ji, boleh aku minta tolong? "


Karena seluruh wajah Mili di diperban, dia masih tidak leluasa saat bicara


" Ada apa? Katakan saja padaku! "


" Apa kamu bisa pulang kerumah dan memberitahu bi Marni? Ku kira dia pasti sangat khawatir karena kami sudah lama tidak pulang! "


" Siapa itu bi Marni? "


Alis Ji hampir menyatu karena penasaran


" Dia,,, "


" Jangan banyak tanya! Nanti saja ceritanya! Sekarang kamu pulang kerumahku dulu. Katakan jalau Mili baik - baik saja. tidak perlu khawatir "


Bi memotong perkataan Mili sebelum dia menyelesaikan kalimatnya


" Ya sudah. Dasar menyebalkan! "


Ji berbalik dan berjalan keluar meninggalkan ruangan Biru dan Mili


" Ed, kamu temani dia! "


" Tentu saja. Tanpa kamu katakan pun aku pasti mengantarnya "


Kata Ed acuh tak acuh sambil berbalik dan mengejar Ji


" Ich,, ada ya tentara menyebalkan seperti dia? " Kata Biru sambil menggelengkan kepala berkali - kali


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di sebuah tempat perjudian, tuan Sukmajaya membawa sedikit uang untuk mencoba peruntungannya..


"Kali ini aku pasti bisa menang! "


Katanya dengan penuh keyakinan sambil mengepalkan tangan ke atas untuk menyemangati dirinya sendiri


Pria tua yang gemuk dengan rambut yang sebagian telah memutih ini dulunya adalah salah satu pebisnis yang memiliki sebuah perusahaan. Dia mengalami kebangkrutan setelah perusahaannya gagal dalam sebuah proyek bernilai milyaran rupiah yang menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan yang dia kelola. Dia sudah berkali - kali mencoba mendirikan perusahaan baru tapi selalu gagal. Hingga dia di ajak oleh seorang temannya untuk berjudi. Pernah menang dalam perjudian dengan jumlah kecil membuatnya semakin senang dan penasaran untuk melakukannya lagi dan lagi


" Aku akan main. Aku pasang yang ini! "


Kata Sukmajaya dengan suara lantang


" Ya, kita coba peruntungannya kali ini. Siapakah yang akan berhasil? "

__ADS_1


Teriak sang banker atau bandar judi


Permainan berlangsung beberapa putaran


" Ach sial, aku kalah lagi! Aku tidak ikut lagi "


Kata Sukmajaya dengan kesalny


" Tuan, kenapa anda berhenti main. Ini kan baru saja dimulai? "Kata seorang perempuan cantik yang duduk disebelahnya. Dia berperawakan tinggi kurus, berambut hitam panjang, berkulit putih bersih. Dia mengenakan T- Shirt dan celana jeans ketat sobek - sobek juga dipadukan dengan jaket kulit. Namanya gadis itu adalah Fanya


" Uangku sudah habis. aku tidak dapat bermain lagi! "


" Andakan bisa menggadaikan atau menjaminkan properti anda! "


" Nanti kalau aku kalah, bagaimana? "


" Kalau ternyata anda menang bagaimana? Bukankah anda memiliki 2 putri?


Apa mereka tidak bisa menemukan pria kaya untuk mereka yang bisa membantumu? "


Sukmajaya terlihat berfikir


" Benar juga. Clair sudah menikah dengan pria kaya. Bina pasti juga bisa mendapatkan pria yang mapan, tentu tidak masalah jika aku meminta "


"Baiklah aku akan pergi dulu mengambil setifikar rumah dan segera kembali ke sini! "


Sukmajaya bergegas pergi dari tempat perjudian untuk mengambil surat rumah. Dibelakangnya, Fanya tertawa licik melihat Sukmajaya yang pergi dengan tergesa - gesa


" Halo, nona muda. Misi saya selesai, Sukmajaya segera pergi ketika saya mengatakan kalau dia mempunyai dua putri yang bisa menikah dengan pria kaya "


" Kerja bagus. Terus awasi dia supaya terus bermain! "Kata seseorang dari ujung telepon yang terdengar begitu tenang.


" Baik nona, akan saya pantau dan dekati dia terus! " Kemudian Fanya menutup panggilan teleponnya


Ji dan Ed sedang dalam perjalanan menuju rumah Bi


" kenapa tersenyum begitu?


Apa ada sesuatu yang menggembirakan? "


Tanya Ed penuh rasa ingin tahu ketika melihat Ji menghubungi seseorang sambil tersenyum licik


" Tidak ada. Lihatlah pandangan ke depan. Nanti kita malah terlibat dalam masalah! " Kata Ji mencoba mengalihkan pembicaraan diantara mereka


" Setelah ini kita kerumahku dulu ya untuk berganti pakaian! "


" Iya" jawab Ji singkat


Tak lama tibalah mereka dirumah Biru. Mereka dengan mudah masuk ke dalam karena security yang berjaga sudah sangat mengenal Jingga.


Ceklek


Ji langsung masuk karena dia juga memiliki kunci rumah Biru, dari dalam terlihat ada seoarang wanita paruh baya yang sedang membersihkan rumah.


" Permisi, nona ini mencari siapa? Bagaimana nona bisa masuk kesini?

__ADS_1


Tuan Biru bersama istrinya sedang Tidak ada dirumah " kata bii Marni dengan lembut ketika dia melihat kedatangan Ji


" Saya tahu kalau mereka sekarang ini sedang tidak ada dirumah. Tidak perlu khawatir. Mereka baik - baik saja dan nanti akan kembali setelah urusannya selesai "


"Maaf, nona ini siapanya tuan Biru ?"


" Saya Jingga adik kembarnya Biru "


Jawab Jingga sambil tersenyum ramah


" Oh maaf non Jingga saya tidak tahu! "


" Tidak apa bi. Saya pamit lagi ya bi, saya kesini hanya untuk menyampaikan oesan Bi saja. Saya masih ada urusan lain "


" Baik non, hati - hati dijalan "


Ji kembali berjalan keluar rumah untuk pergi ke mall bersama Ed. Ed yang menunggu didalam mobil kemudian turun untuk membukakan pintu mobil setelah melihat Ji keluar dari rumah dan berjalan ke arahnya


" Apakah sudah selesai? "


Tanya Ed begitu jarak mereka dekat, Ji hanya menganggukkan kepala saja mengiyakan pertanyaan Ed, kemudian masuk kedalam mobil


Mereka berkendara kerumah Ed terlebih dahulu. karena rumah Ed tidak terlalu jauh jaraknya dari mall. Setelah berganti pakaian barulah mereka pergi ke mall untuk menghabiskan waktu bersama.


Setibanya di mall mereka jalan beriringan dan sebelah tangan Ji dilingkarkan pada lengan Ed. mereka terlihat begitu serasi, membuat semua mata menatap iri kepada mereka.


" Kita mau kemana dulu? "


Tanya Ji


" Sebaiknya kita makan dulu kemudian nonton. Bagaimana? "


Kata Ed meminta pendapat


" Baiklah. Mau makan di restoran mana? "


" Kita ke sebelah sana! "


Tunjuk Ed pada sebuah restoran western setelah dia memperhatikan kesana kemari dan pandangan Ji mengikuti kemana arah jari Ed menunjuk. Tak disangkanya disana dia melihat seseorang sedang menikmati makan siangnya.


Ji tidak mempedulikannya. Dia tetap berjalan dengan anggun dan elegan bersama Ed. Setibanya di dalam restoran, Ed menarik sebuah kursi untuk Ji duduk, kemudian dia duduk di sebrangnya dan melambaikan tangan memanggil waiters


" Silahkan tuan menunya, ini nona menunya "


kata waiters sambil memberikan buku menu kepada Ed dan Ji


" Kamu mau pesan apa sayang? "


Tanya Ed lembut penuh perhatian


" Apa saja terserah kamu! "


Kata Ji acuh tak acuh. Disaat itu seorang pria tiba - tiba berdiri di sebelah Ji


" Nona Ji, akhirnya kita bertemu lagi. Sepertinya kamu menolakku sebelumnya karena sedang menjalin hubungan dengan sugar daddy ya? Owh tidak. dia terlalu muda untuk disebut sebagai sugar daddy "

__ADS_1


Tanyanya dengan senyum sinisnya


__ADS_2