
Bayu sangat terkejut setelah mengetahui kalau Biru lah otak dibalik semua kekacauan yang terjadi padanya belakangan ini.
Biru, jadi kamu berani melawanku hanya karena seorang gadis murahan? Kamu belum tahu siapa aku. Kamu telah menggali lubang kuburmu sendiri. Aku harus melenyapkanmu karena telah berani melawanku
" Maaf pak ada satu berita lagi yang harus saya sampaikan pada anda? "
Sang asisten menyadarkan Bayu dari lamunannya
" Apa itu? Cepat katakan! "
" Para pemegang saham meminta diadakan rapat dewan direksi secepatnya. Karena jika keadaan perusahaan terus seperti ini, kita bisa dinyatakan bangkrut dalam beberapa hari saja pak "
Asisten Bayu berusaha menjelaskan dengan hati - hati
" Baiklah, ikuti kemauan mereka. Kita tidak dapat menghindari mereka lagi "
" Baik pak, akan segera saya persiapkan! "
Asisten Bayu bergegas pergi dari ruangan Bayu untuk mempersiapkan rapat darurat
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya rapat dadakan akan dimulai. Bayu merasa gugup karena tidak tahu harus berbuat apa. Selama beberapa hari ini dia terus menghindari dewan direksi untuk mencari solusi atas masalahnya. Namun sekarang ini dia sudah sangat terpojok dan tidak dapat menghindarinya lagi.
" Pak, rapatnya sudah siap. Dewan direksi sudah menunggu anda diruang rapat "
" Baik. Kita kesana sekarang! "
Bayu berjalan keluar meninggalkan ruangannya di ikuti oleh asisten pribadinya menuju ruang rapat. Begitu tiba diruang rapat, terlihat para anggota dewan direksi sedang bercengkrama satu sama lain. Ruangan seketika menjadi hening ketika Bayu memasuki ruangan tersebut
" Selamat siang semuanya!
Sebelumnya saya minta maaf karena terlambat mengadakan rapat ini. Saya juga ingin meminta maaf atas apa yang terjadi pada perusahaan. Saya sudah mencoba menyelesaikan masalahnya tapi berita itu tidak dapat saya tekan "
Kata Bayu dengan sopan
" Lantas, sekarang tindakan apa yang anda miliki sebagai jalan keluar? Pasti anda tidak akan meminta kami berkumpul disini tanpa memiliki sebuah rencana yang matang kan? "
Kata salah seorang anggota dewan
" Kita sudah tidak memiliki jalan keluar lain. Humas sudah di atur mengahadapi masalah ini, tapi tidak berhasil. Perusahaan ini akan bangkrut cepat atau lambat. Hanya tinggal menunggu waktu saja! "
Bayu berkata dengan lemas
" Bagimana dengan mencari investor baru? "
" Inverstor mana yang anak membeli perusahaan yang sudah jatuh ini? Ini sudah tidak dapat ditolong lagi "
" Semua ini sudah selesai, kita hanya tinggal menunggu pihak dari bank, untuk menyatakan kebangkrutan perusahaan ini. Kurasa besok akan datang pihak dari bank"
Para dewan direksi saling beradu pendapat untuk mencari sebuah solusi. Sayangnya tidak membuahkan hasil. dan rapat pun berakhir dengan menerima kebangkrutan perusahaan.
__ADS_1
Tanpa harus menunggu esok hari, pengumuman kebangkrutan perusahaan Bayu sudah di beritakan sore hari. Itu jadi trending topic diselurih media. Baik di media online maupun pertelevisian. Dan penyegelan perusahaan dilakukan pada pagi harinya.
Proses penyegelan dan penyitaan disaksikan oleh banyak orang, termasuk Bayu dan keluarganya. Mereka tidak dapat melakukan apapun untuk perusahaan dan harta benda mereka karena harus disita bank untuk menutupi pinjaman sebelumnya. Mereka hanya bisa menangis tanpa tahu apa yang menjadi penyebab aslinya.
Biru dan Emili melihat langsung proses penyegelan diantara para kerumunan
" Ternyata ini hasil akhir dari kesombongan Bayu. Terimakasih banyak ya Bi "
Kata Emili dengan senyum sinis menatap gedung kemudian memeluk Biru erat
" Sama - sama sunshine. dia telah berani merendahkan mu, bahkan dia juga berusaha menyabotase perusahaan ku. Kurasa ini memang pantas dia dapatkan. Memang sudah sepatutnya dia menjadi gelandangan agar tidak bisa menyakiti orang lain. Ini hukuman yang harus mereka terima "
Suara Biru begitu lembut tapi tatapan matanya memancarkan kilatan amarah
Bayu melihat Emili dan Biru yang berdiri diantara kerimunan orang. Dia menatap dengan penuh kebencian, sedangkan Biru sedikit tersenyum sinis. Kemudian berbalik pergi meninggalkan kerumunan dengan tangan melingkar di sekitar pinggang Mili menuju mobil sport Biru.
Bayu yang diliputi amarah dengan segera berlari menuju mobilnya. Tanpa pikir panjang dia menyalakan mobil dan dengan cepat melaju mengejar mobil Biru.
Biru mengendarai mobil dengan tenang
" Bi, lihatlah, ada orang yang mengejar kita? "
Emili terlihat panik ketika melihat dari kaca spion bahwa ada sebuah mobil yang berusaha menyalip mobil yang mereka kendarai.
Biru melihat kebelakang melalui kaca spion. Dan dilihatnya sebuah mobil sport putih melaju dengan kencang mengejar mobil mereka.
" Tenanglah! Kencangkan sabuk pengamanmu dan berpeganglah! "
" Sebenarnya siapa orang gila ini? "
Gumam Biru sambil terus mengemudi.
" Biru, kamu harus mati ditanganku. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang bersama dengan Mili! Mili harus jadi milikku! " Guman Bayu disertai senyuman licik
Mereka terus saling kejar mengejar. Menapaki jalan raya yang memang tidak terlalu dipadati oleh kendaraan lain.
" Mili hubungi Alex! "
" Baik! "
Mili melakukan panggilan telepon yang sudah tersambung antara ponsel Biru dan mobilnya. Jadi dia hanya tinggal menekan tab dekat kemudi dan melakukan panggilan darurat kepada Alex.. Tangannya gemetar, Mili sangat panik dan ketakutan
Tuut Tuut Tuut
berkali - kali dia menghubungi Alex tapi tidak mendapatkan jawaban.
" Tidak bisa Bi "
" Coba hubungi Jingga! "
__ADS_1
Mili melakukan panggilan lagi kepada Jingga
Tuut tuut tuur
" Halo Bi "
Setelah beberapa saat terdengar suara Jingga
" Ji, ada seseorang yang mengikutiku dan Mili " Kata Biru terdengar panik
" Kalian dimana? Cepat katakan! "
Tanya Ji yang juga mulai terdengar panik
" Kami melintasi jalan XX dekat perbatasan kota "Jawab Biru masih sambil terus mengemudi dengan kecepatan tinggi
" Baik, aku tahu. Bisa kau katakan ciri - ciri mobil yang mengejar kalian? "
" Itu mobil sport putih dengan plat nomor 2342 XY " Mili menjawab Jingga setelah melihat plat mobil dari kaca spion
" Aku mengerti. Aku akan kesana dengan beberapa orang "
Sebelum Ji menutup teleponnya tiba - tiba
Bruukk
" Aaaacccchhh"
mobil Biru berhasil disenggol dari samping hingga memasuki jalur berlawanan. Biru membanting kembali kemudi mobil menghindar sebuah mobil besar dihadapannya.
Sayangnya mobilnya melewati pembatas jalan, dan jatuh ke sebuah jurang. Mili dan Biru terombang ambing di dalam mobil yang terus berguling
" Mili lepaskan sabuk pengamanmu sekarang! Kita harus melompat keluar! "
Kata Biru sambil berusaha melepas sabuk pengaman
" Tidak bisa Bi, sabuk pengamannya macet! "
Dug
" Aach "
Dahi Mili terbentur kaca dan tak sadarkan diri
" Mili, Mili, bangun! Aaaccch!!! "
Biru yang berhasil melepas sabuk pengamannya terlempar keluar mobil. Sedangkan mobilnya masih terus berguling hingga kedasar dan Duaarrr seketika mobil meledak ketika mencapai dasar jurang beserta Mili yang masih berada dalam mobil
" Miliiiii "
__ADS_1
Biru berteriak sebelum pandangannya mulai gelap. Tubuhnya lemas dan tidak dapat merasakan apapun. Biru kehilangan kesadarannya
Bayu tertegun menyaksikan apa yang terjadi dihadapannya