
Emili dikurung semalaman dalam gudang yang gelap dan sempit. Dia sangat ketakutan, badannya gemetar hingga Mili demam karena rasa takut dan juga kedinginan.
" Mah, keluarkan aku dari sini. Jangan kurung aku.. Disini gelap mah "
Emili terus mengigau
Mili dikurung semalaman di gudang belakang..
Pagi ini pembantu rumah diam - diam membawa makanan ke gudang belakang tanpa sepengetahuan Sandra
" Non, nona Mili? Ini bi Marni non, Apa nona baik - baik saja? "
Mili samar - samar mendengar suara pembantunya
" Bi,, Apa benar itu bi Marni? "
Suara Mili terdengar sangat lemah, dia sudah tidak memiliki tenaga lagi
" Iya non, ini bi Marni. Nona tidak papa kan? "
Pembantu Mili terdengar begitu khawatir padanya. Bi Marnilah yang sudah merawatnya dari kecil
" Aku tidak papa bi. Bi, apa bibi bisa mengeluarkan aku dari sini? tolong carikan kuncinya! "
" Tapi non, nyonya bilang jika bibi berani mengeluarkan nona, maka nona akan dikurung lebih lama "
Bi Marni mengatakannya dengan sedih
" Kalau begitu bibi tolong pergi ke kemar ku. ponselku ada di tempat tidur, hubungi nomor telepon Biru. Dia dapat membantuku untuk meninggalkan tempat ini Bi "
Mili dengan sisa tenaganya mencoba terus bicara pada pembantu rumah yang berada diluar gudang
" Baik non, bibi akan menghubunginya "
Dia pun segera pergi menuju kamar Mili
Di tempat lain Bi dan Ji sedang bersiap untuk berangkat ke perusahaan ** Companies.
Wajah Ji tampak berbinar setelah lamaran Ed kemarin. Dia begitu ceria hari ini..
" Ji, sepertinya hari ini suasana hatimu sedang bagus sekali? "
Bi memicingkan mata bertanya pada adiknya
" Tentu aku sangat bahagia. Lihatlah Bi! "
Ji mengangkat satu tangannya dan menunjukkan cincin di jari manisnya
__ADS_1
" Jadi Ed telah melamarmu? Sepertinya pernikahan kita akan di adakan bersamaan, atau aku saja yang lebih dulu menikah? "
Bi tersenyum mengejek Jingga
" Terserah. Aku dan Ed berencana untuk pulang secepatnya ke negara A. kami akan membahas mengenai rencana pernikahan kami dengan papi dan juga keluarganya Ed "
Ji menerangkan dengan tenang
" Kamu kenapa Bi?
Sepertinya ada yang sedang kamu khawatirkan? "
Ji terlihat penasaran dan juga bingung dengan raut wajah Bi yang terlihat gusar
" Emili akan dijodohkan oleh ibu tirinya. Semalam mereka mengadakan makan malam bersama untuk saling berkenalan "
" Lantas, kamu akan menyerah? "
" Tentu saja tidak. Aku tidak akan mundur begitu saja! "
Drrrrtt Drrttt
tiba tiba ponsel Bi berdering dan dilihatnya dilayar tertulis nama Sweet heart
Bi tersenyum melihat nama di layar ponsel
Bi menyapa terlebih dahulu dengan senyum di bibirnya
" Tuan maaf. Saya bi Marni, pembantu nona Mili. Tuan tolong nona Mili. Nyonya mengurung dia semalaman di gudang belakang "
Mata Bi terbelalak. Dia sangat terkejut hingga berteriak " Apa? "
Baik bi saya akan kesana sekarang juga. bibi tolong kirim alamatnya pada saya! "
Ji ikut terkejut melihat reaksi Biru
" Kenapa Bi? Apa yang terjadi? "
" Mili dikurung ibu tirinya semalaman di gudang belakang rumah mereka. Aku harus segera pergi kesana dan mengeluarkan dia. Ibunya sudah sangat keterlaluan. Aku tidak akan memaafkannya! "
Kilatan kemarahan terpancar di mata Biru. dia pergi meninggalkan Ji dengan tergesa - gesa.
Biru melesat dengan mobil sport miliknya menyusuri jalanan kota menuju rumah Mili.
Tidak butuh waktu lama untuk Bi tiba dirumah Mili. Bi Marni sudah menunggu di depan pintu gerbang.
Biru turun dari mobil setelah melihat wanita paruh baya berdiri di depan pintu gerbang
__ADS_1
" Apa anda tuan Biru? "
Kata bi Marni dengan sopan
" Benar bi. Dimana Emili? "
Tanya Bi panik
" Ada di belakang tuan, mari saya antar. Nyonya masih ada di dalam, jadi kita harus berhati - hati! Jika sampai ketahuan nyonya. Maka nona Mili bisa berada dalam bahaya "
" Baiklah, cepat antarkan aku kesana! "
Bi dan Bi Marni berjalan dengan mengendap - endap menuju gudang belakang.
Setelah tiba dibelakang rumah melalui jalan samping. Terlihat sebuah bangunan kecil disana, yang hanya dilengkapi pintu dan sebuah jendela kecil yang terletak agak tinggi.
Bi berputar mengelilingi gudang untuk mencari celah sayang tidak ditemuinya. Bi melihat pintu gudang yang dikunci menggunakan gembok
Tok tok tok
" Mili! Mili!
apa kamu baik - baik saja?
Mil! Mili! "
Bi berusaha mencari tahu keadaan Mili, tapi tidak ada jawaban
Setelah beberapa lama terdengar samar - samar suara Mili
" Bi,,, Apa itu kamu? "
" Iya, Mili. Ini aku, bertahanlah! "
Bi terdengar panik
" Bi,,, tolong aku,,, To... long "
Biru bertambah panik ketika suara Mili tidak terdengar lagi
" Bi, tolong ambilkan kuncinya! "
Teriak Biru pada Bi Marni
" Tapi tuan kuncinya ada pada nyonya. Jika sampai nyonya tahu. Maka nona Mili akan berada dalam bahaya "
Bi Marni ikut panik
__ADS_1
" Cari kunci cadangannya. Aku yang akan bertanggung jawab atas Mili "