Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Jangan meremehkan kemampuan orang lain hanya karena anda seorang tentara


__ADS_3

Seorang tentara berlari menghadap Ed


" Lapor Jendral, kekasih anda dan tentara Kalina akan bertanding di aula pelatihan! "


Ed mengernyitkan dahinya


" Apa maksud perktaanmu barusan? "


Tanya Ed yang sedikit terkejut


" Jendral harus segera ke aula pelatihan untuk menghentikan mereka bertanding! "


Kata tentara itu panik


" Baiklah kita kesana sekarang! "


Ed berdiri dan berjalan dengan langkah cepat menuju aula pelatihan


Setibanya di aula terlihat Ji yang saling berdiri berhadapan dengan Kalina


" Kalina! Apa yang kamu lakukan? "


Ed berjalan mendekat kearah mereka berdua


" Jendral, saya hanya ingin menguji tunangan anda ini. Aoa dia pantas bersanding dengan anda. Dan dia telah merusak ketenangan tentara karena jadi penyebab mundurnya Jendral Bram "


Kalina berkata dengan penuh kemarahan di wajahnya.


Ji masih tenang memperhatikan Kalina


" Tapi dia bukan tentara, tidak sepadan jika kamu harus bertanding dengannya "


Kata Ed dengan nada yang berwibawa


" Kamu meragukan ku? "


Tanya Ji kepada Ed dengan nada yang tenang dan tatapan mata tajam


" Bukan begitu my queen. Hanya saja...! "


Ed mendekati Ji dan berdiri disampingnya


" Tenanglah. Sudah lama juga badanku tidak berolah raga! "


Kata Ji dengan senyum licik dan nada yang begitu tenang


" Baiklah, aku percaya padamu! "


Ed sudah tidak dapat berkata apa - apa lagi untuk melarang Ji.


" Baiklah. Prajurit Kalina, kamu ingin bermain apa dengan ku? "


Tanya Ji dengan sedikit nada mengejek


" Pertandingan pertama, kita memanah! "


Kalina berkata dengan tersenyum licik


" Baiklah, tidak masalah. Siapkan apa yang dibutuhkan! Sementara itu saya akan berganti pakaian. Ketika saya tiba disini, semuanya harus sudah siap! "


Kata Ji dengan santai sambil tersenyum kepada Ed dan berjalan menuju ke parkiran mobil


" My queen, apa kamu yakin akan menerima tantangan Kalina? Ini gila, apa kamu yakin bisa menang darinya? "


Ed yang merasa khawatir mengikuti Jinke parkiran


" Tentu saja. Jingga Riani Putri Kusuma, pantang menerima yang namanya kekalahan. Lagipula, aku selalu berlatih berbagai olahraga bersama Biru "


Jawab Ji dengan senyum penuh keyakinan


" Tapi ini pelatihan tentara! Kalina tidak dapat diragukan keahliannya sebagai tentara wanita! "


Ed berusaha melarang Ji

__ADS_1


" Kamu tenang saja, dan lihat kemampuan ku nanti! Aku tidak akan mudah untuk dikalahka! "


Mereka tiba di mobil Ji dan segera mengambil baju ganti juga sepatu sport dari bagian belakang mobil Ji


" Baiklah aku akan berganti pakaian. Tolong berjaga disini! "


Kata Ji dengan senyum lembut, dia hendak ganti di dalam mobil dengan menutup semua tirai di dalam mobil


" Baiklah, cepat! "


Jawab Ed yang menunggu di liar dengan bersandar pada mobil. Tak lama Ji keluar dengan pakaian casul berupa T-shirt lengan panjang dan juga celana katun panjang juga sepatu sport


" Sepertinya kamu penuh persiapan my queen? "


Kata Ed dengan senyum menggoda


" Aku ini mantan model. Aku terbiasa menjadikan mobil. seperti rumah keduaku! "


Jawab Ji dengan senyum lembut. Kemudian mereka kembali melangkah masuk menuju aula pelatihan militer. Disana sudah terlihat 2 buah busur panah dengan masing - masing memiliki 5 anak panah. Juga terdapat 2 papan sasaran panahan


" Apa anda sudah siap nona Jingga? "


Kalina bertanya dengan nada yang sedikit mengejek


" Tentu saja saya siap! Kita mulai sekarang! "


Kata Ji dengan penuh keyakinan


" Apa anda sudah mengerti peraturan dalam olahraga panahan? target kita adalah tanda merah yang berada di paling tengah. Jika anda tidak memanah dengan benar dan keluar dari target maka itu akan mengurangi poin! Biar saya yang mulai terlebih dahulu! "


Kalina dengan percaya diri mengambil aba - aba untuk mulai memanah


Dia menarik anak panah dan mulai melepasnya


Sreeet...


Tak


Kalina tersenyum puas ke arah Ji karena anak panahnya tepat mengenai titik merah, meskipun tidak tepat di tangah. Ji tersenyum sinis dan mulai membil aba - aba untuk memanah


Sreeett..


Tak


Ji tersenyum puas karena hasil panahnya tepat sasaran di tengah. Dan Kalina terlihat syok karena Ji bisa memanah dengan baik. Mereka terus bergantian memanah hingga selesai


" Ternyata nona Jingga ini tidak cuma pandai dalam modeling dan bisnis tapi juga pandai memanah. Tapi kita belum tahu, apakah nona Ji pandai juga dalam menebak atau tidak? "


Kalina masih belum puas dengan memanah. Kini dia menantang Ji untuk menembak.


" Kalina, kamu jangan keterlaluan! "


Ed yang kesal menatap Kalina dengan tatapan tajam


" Maaf lak Jendral, kami hanya ingin melihat kemampuan tunangan anda yang telah mengganggu dunia militer kita! "


" Tentu saja, saya menerima tantangan mu! "


Jawab Ji dengan senyum licik.


Kalina tersenyum puas karena memiliki kesempatan untuk terlihat lebih unggul dan menjatuhkan Ji dihadapan Ed.


Sebuah patung tentara kertas dipersiapkan sebagai terget untuk menembak..


Ji dan Kalina mulai memasang penutup telinga dan kacamata sebagai perlengkapan dalam menembak


Kalina lebih dulu menembak, tidak heran jika target yang dia bidik tepat mengenai sasaran


Ji mulai menembak dan sasarannya tepat mengenai tengah - tengaj gambar kepala


Semua orang tertegun melihat kemampuan Ji dalam memanah juga menembak. Termasuk Kalina bahkan Ed yang menatap Ji tak percaya.


" My queen, ternyata masih banyak hal darimu yang tidak aku ketahui "

__ADS_1


Kata Ed dengan senyum menggoda. Kalina semakin menatap benci pada Ji


" Apakah masih ada lagi prajurit Kalina? "


Tanya Ji dengan nada menantang


" Bagaimana jika kita bertanding bela diri?


Aku tidak akan melukaimu hingga parah "


Kalina bicara dengan nada sombong


" Tentu saja, aku bersedia. Tapi sudah lama aku tidak berolahraga. Harap anda memaklumi kemampuan saya! "


Kata Ji dengan senyum licik


" Baiklah kita mulai saja! "


Kalina mulai mengambil aba - aba


" Tentu saja! "


Ed terlihat khawatir namun dia akhirnya menyingkir dari sebelah Ji dan menonton tidak jauh dari sana


Set set set


Kalina berusaha melawan dan Ji dengan gesitnya menangkis setiap serangan dai Kalina


" Ternyata kemampuan bela dirimu lumayan juga "


Kata Kalina sinis


" Jangan meremehkan kemampuan orang lain hanya karena anda seorang tentara wanita "


Ji tersenyum sinis


Ciaaatt


Set set set


Kalina berusaha, menendang dan memukul Ji tapi berhasil di tangkis dan Ji mulai melawan Kalina


Set set set


Bruuk


" Ach! "


Kalina tersungkur karena Ji tendang sambil memutar dan mengenai bagian pipi. Kalina sedikit mengeluarkan darah di ujung bibirnya


" Cuih! "


Dia meludahkan darah di mulutnya dan bangun lagi untuk melawan Ji


Ciat


set set set


Ji berhasil memegang tangan Kalina dan mengunci kakinya, kemudian dia membanting Kalina kelantai


Bruk


" Ach! "


Kalina tergeletak dilantai merasakan sakit di bagian punggungnya


" Kurasa ini sudah selesai! Aku sudah membuktikan kalau aku layak bersanding dengan Ed "


Kata Ji dengan penuh kemenangan sambil berjalan mendekati Ed. Kalina mencibir tak terima atas kekalahannya. Dia berdiri dan hendak menendang Ji


" Ji Awas! "


Teriak Ed sehingga Ji berbalik dan melihat Kalina yang hendak menendangnya. Ji segera menahannya dengan tangan, kemudian mendorongnya hingga jatuh.. Ed yang melihat tendangan Kalina mengenai tangan Ji langsung berjalan dengan cepat ke arahnya. dan melihat tangannya.

__ADS_1


" Ini sudah cukup. Bawa prajurit Kalina ke bagian kesehatan. Kita selesaikan nanti! "


Kata Ed yang menatap tajam pada Kalina


__ADS_2