
Sebelum menemui Emili. Bi pergi ke toko perhiasan terlebih dahulu. Dia membeli sebuah cincin untuk melamar Emili. sebuah cincin dengan berhiaskan permata kecil di bagian atasnya. Terlihat begitu sederhana, tapi sangat elegan.
Emili tertegun tak percaya hingga dia menutup mulut dan matanya berkaca - kaca.
" Bi, apa kamu serius dengan ini? "
Emili tampak tak percaya
" Tentu saja aku serius! Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk bisa hidup bersama denganmu"
Senyuman indah terukir di wajah tampan Biru
" Tapi ibuku belum tahu hubungan kita "
" Nanti aku akan menemuinya, dan membawamu ke negara A untuk bertemu mami dan papi "
" Kamu menerima lamaran ku atau tidak, Mil? " Tanya Biru lagi meminta sebuah jawaban Mili. Mili terus menatap cincin yang Bi pegang dihadapannya itu seperti memikirkannya. Tak lama dia menganggukkan kepala dan menjawab " Iya Bi, aku mau " Matanya berkaca - kaca saat Biru menyematkan cincin itu di jemarinya yang lentik. 1kemudian mencium cincin yang sudah terpasang di jemari Emili
" Terimakasih Bi, terimakasih banyak"
Kata Emili lembut. Air mata terus mengalir dari mata indahnya
" Hei, kenapa kamu malah menangis? "
Kata Biru dengan lembut dan tersenyum manisnya, sambil menghapus air mata yang membasahi wajah Emili dengan ibu jarinya.
" Aku bahagia Bi, sangat bahagia. Meskipun aku belum lama mengenalmu. Tapi aku percaya kalau kamu bisa melindungi ku. Dan entah kenapa aku bisa bersikap apa adanya dihadapan mu. Aku tidak ingin berpura - pura anggun atau kuat. Aku hanya ingin jadi diriku sendiri, dan menjadi pendamping yang layak bersanding dengan mu "
Meskipun matanya masih terdapat sisa - sisa air mata, tapi senyum lembut nan indah terpancar di bibir Emili. dan Biru pun menanggapinya dengan senyum sambil mengusap lembut tangan Emili
Lain halnya dengan kebahagiaan Biru, Jingga sedang berada dalam bahaya.
__ADS_1
" Aku akan ke toilet dulu, kamu tunggu saja dimobil! "
Kata Ji pada Edward sambil berlalu pergi meninggalkan dia. Edward berbalik dan menuruti keinginan Ji untuk menunggu di dalam mobil
Tapi sebelum Ji masuk ke toilet tiba - tiba
" Em em em,,,,"
Seseorang membekapnya dari belakang, menggunakan sapu tangan yang sudah diberi obat bius
Ji meronta, mencoba melawan dengan sekuat tenaga. Dia memukul tangan itu berkali - kali. Tapi badannya sudah lemas tak lagi bertenaga, kesadarannya perlahan mulai hilang. Ji sudah tidak dapat merasakan apa - apa.
Dia dibawa ke sebuah mobil melalui jalan belakang. Tangannya di ikat kuat ke belakang, mulutnya di tutupi lakban. Matanya di tutup dengan kain.
Ed yang tidak tahu kalau Ji telah dibawa pergi, masih menunggu didalam mobil, dia sudah mulai gelisah setelah menunggu cukup lama
" Ji kemana? Kenapa dia lama sekali? sebaiknya aku kembali ke dalam untuk memeriksanya! "
Ed pun keluar dari mobil dan kembali ke dalam gedung. Karena ini masih waktunya bekerja setelah jam istirahat, gedung masih terlihat sepi. Para karyawan gedung masih berada di ruangan masing - masing. Hanya terlihat beberapa orang cleaning service dan security yang berlalu lalang disana.
" Bagaimana ini? Tidak mungkin aku masuk kedalam "
Ed terlihat berpikir dan tak lama ada seorang cleaning wanita yang berada di sekitar Ed
" Permisi, boleh aku minta tolong sesuatu? "
" Iya, ada apa ya? "
" Tolong lihat apakah temanku masih berada didalam atau tidak! "
" Baiklah, tunggu sebentar! "
__ADS_1
Ed mengangguk dan wanita itu masuk ke toilet untuk memeriksanya. Setelah beberapa saat dia keluar lagi dari toilet
" Maaf, tapi di dalam tidak ada siapa - siapa " Kata wanita itu dengan penuh sopan santun
" Benarkah? Apa sudah diperiksa semuanya? "
Ed mengerutkan alis tak percaya
" Iya, saya sudah periksa semuanya. Permisi saya harus kembali bekerja! "
" Baiklah, terimakasih! "
" Ji pergi kemana? Tadi dia bilang mau pergi ke toilet. Hmn,,,
Lebih baik aku pergi ke ruang kontrol untuk melihat kamera CCTV "
Edward berjalan dengan langkah cepat menuju ruang kontrol dan melihat CCTV. Disalah satu layar, terlihat Ji di depan toilet dibekap oleh 2 orang laki - laki yang menggunakan penutup wajah dan dibawa pergi dari sana
" Siapa mereka? Kenapa mereka membawa Ji? Aku harus menghubungi Bi terlebih dahulu! "
Ed keluar dari ruang kontrol dan merogoh sakunya untuk mengambil ponsel, lalu menghubungi Bi
Tak lama terdengar suara Bi
" Halo "
" Halo Bi, ada sesuatu yang gawat! "
Suara Ed sudah berubah panik
" Apa yang terjadi Ed? Kenapa suaramu terdengar begitu panik? "
__ADS_1
" Bi, Ji telah di culik! "
" Apa? Ji diculik? "