Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kamu adalah Jendral milikku. Tak akan ku biarkan wanita lain merebutmu Dariku!


__ADS_3

Ed mengulurkan tangannya untuk mengajak Ji pulang. Pemandangan itu terlalu indah, hingga membuat semua mata memandang iri kepada mereka


*Waah dia benar - benar tampan dan juga berkharisma. Aku tidak akan menolak jika dia ingin mengajakku berkencan


Tentu aku pun tidak akan menolak. Jika ada pria seperti dia yang mendekati ku.


Aku tidak akan pernah menyia - nyiakan pria seperti dia*


Pembicaraan semua wanita itu tentu saja sampai ke telinga Jingga. Dia merasa kesal, raut mukanya berubah, dari awalnya dia senang melihat Ed, kini dia kesal melihatnya datang


" Kenapa kamu kemari? "


Tanya Ji sinis


" Tentu saja aku menjemput mu. Selama aku tidak bertugas, semua waktuku adalah milikmu "


Sikap Ed begitu lembut pada Ji


" My queen, bagaimana kalau kita jalan - jalan ke mall? Kita bisa sekalian makan malam bersama nantinya "


Ji berpikir sebentar


Jika ke mall pasti banyak wanita yang akan memperhatikan dia. Tapi jika aku menolak, setelah mengantarku pulang, maka dia juga pasti akan langsung pulang


Ji menganggukkan kepala sambil berkata " Baiklah "


" Oke, kita langsung berangkat sekarang! "


Mereka berdua pun berjalan menuju mobil dan mulai berkendara menuju sebuah mall.


Seperti yang telah di prediksikan Ji sebelumnya. Semua mata wanita tertuju pada Ed begitu dia turun dari mobil.. Tentu saja, bagaimana mereka tidak terpesona. Melihat pria yang tinggi dan tampan dengan mengenakan setelan casual yang rapih dan tetap terlihat gagah. Bahkan lalat pun tidak akan membuang kesempatan untuk dapat menatapnya.


Ji memperhatikan sekelilingnya. Wajahnya tiba - tiba terlihat kesal.


" Aku ke toilet sebentar! "

__ADS_1


Katanya sambil berlalu meninggalkan Ed sendiri


"Baiklah, aku menunggu di sini! "


Ed menunggu Ji di sebuah kursi istirahat pengunjung sambil memainkan ponselnya. Tiba - tiba ada seorang wanita duduk disebelahnya


" Boleh saya duduk disini? "


Kata gadis itu dengan lembut dan sopan disertai senyuman yang memikat


" Silahkan saja! "


Ed berkata dengan nada dingin tanpa menoleh sedikitpun pada gadis itu


" Kenalkan aku Rara "


Katanya sambil mengulurkan tangan untuk berjabat


" Maaf, apa kamu bicara padaku? "


" Apakah ada laki - laki lain disini?


Sepertinya hanya ada kamu saja yang duduk di sebelahku "


Rara masih tetap bicara dengan tenang dan senyum yang masih terpasang. Ed tetap bersikap dingin dan acuh tak acuh terhadapnya. Dia tetap menyibukkan diri dengan ponselnya tanpa mempedulikan Rara


Sementara itu Ji yang berada di toilet sedang mencuci tangan sambil menggerutu sendiri di depan cermin, karena kesal atas semua tatapan wanita itu


" Huh, seharusnya aku tidak perlu setuju untuk datang kemari bersama dengannya. Aku benar - benar tidak suka dengan tatapan para hadis gila itu. Kenapa mereka begitu senang memandangi wajah Ed? Padahal aku tepat berada disampingnya. Bagaimana jika aku tidak bersama dia? Mungkin para gadis itu akan mengantri untuk dapat berjalan dengannya "


Setelah selesai meluapkan emosinya, Ji meninggalkan toilet dan berjalan menuju ke arah Ed yang tidak jauh darinya, dia sedang duduk bersama seorang gadis. Disaat bersamaan, tanpa sengaja Ji menabrak seseorang yang berada di depannya


" Maaf maaf, aku tidak sengaja! "


Tas Ji terjatuh dan dia dengan reflek meminta maaf tanpa melihat orang yang ditabraknya

__ADS_1


" Tidak papa, aku juga minta maaf. Apa kamu baik - baik saja? "


Katanya dengan suara lembut. Ji mendongakkan kepala menatap orang yang berada didepannya. Terlihat seorang pria yang berperawakan tinggi menjulang dengan wajah yang lumayan rupawan tengah berdiri dihadapannya.


Pria itu mengulurkan tangan untuk membantu Ji berdiri, setelah dia melihat Ji selesai merapikan barangnya yang jatuh. Ji hanya diam menatapnya dan berdiri sendiri tanpa bantuan pria itu.


" Sekali lagi saya minta maaf, permisi! "


Ji meninggalkannya tanpa peduli atau menoleh lagi ke arah pria itu sedikitpun. Pria itu hanya menatap tak percaya dengan sikap Ji yang acuh tak acuh


Apa aku ini sudah tidak tampan?


Sampai - sampai ada gadis yang sama sekali tidak mempedulikan aku


Disaat yang bersamaan Ed melihat Ji didekati pria lain. Dia mulai terbakar cemburu. Matanya seakan memancarkan kobaran api. Wajahnya terlihat begitu kesal, genggaman tangan pada ponselnya menjadi lebih erat. Dia terus menatap ke arah Ji dengan tatapan yang tajam seakan ingin menelan seseorang hidup - hidup


Melihat Ji yang mulai berjalan ke arahnya, Ed pun bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Ji meninggalkan Rara yang masih duduk disebelahnya


Rara hanya bisa mengernyitkan dahi sambil sedikit tersenyum melihat pria yang sama sekali tidak mempedulikannya itu pergi menghampiri gadis lain


Pria ini tidak menghiraukanku sama sekali, meskipun tadi dia sedang tidak bersama dengan wanitanya? Hmn,, pria aneh. Apakah dia begitu mencintai wanitanya?


" Ji, siapa pria itu? "


Tanya Ed kepada Ji dengan pandangannya terus menatap pria itu


" Entahlah, mungkin donjuan yang sedang mencari mangsa. Kenapa? Apa kamu sedang cemburu pak Jendral? "


Jawabnya acuh tak acuh


" Tentu saja, kamu adalah ratu ku. Tak akan ku biarkan ada pria lain mendekatimu "


Ji menghentikan langkahnya dan berkata pada Ed


" Dan kamu adalah Jendral milikku. Tak akan ku biarkan wanita lain merebutmu dariku!

__ADS_1


__ADS_2