Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Cukup kamu mengingatku jika sedang bersedih


__ADS_3

Vio terkejut melihat sapu tangan di depannya. Lalu dia menoleh ke arah orang yang memberikannya sapu tangan itu


" Kak Leo, bagaimana kakak bisa disini? Bukankah tadi bilang mau makan siang? Lantas sejak kapan kak Leo disini? Kak Leo mendengar semua perkataan ku di telepon ya? Kenapa kak Leo diam saja dan tidak menjawab pertanyaan ku? "


Vio mengernyitkan dahi melihat Leo hanya diam saja


" Hapus dulu air matamu. Kamu terlihat jelek jika menangis! Dan,, bagaimana aku bisa menjawab pertanyaan mu? Jika kamu terus saja bertanya tanpa memberi ku kesempatan untuk menjawabnya "


Kata Leo sambil tersenyum dan menghapus air mata Vio


" Terimakasih untuk sapu tangannya "


" Hmn... Bukankah kamu sedang makan siang dengan pak direktur? Kenapa malah menangis disini? Apa terjadi sesuatu? "


Leo memicingkan mata heran melihat Vio


" Tidak ada apa - apa. Hanya saja nafsu makan ku hilang. Makanya aku datang kemari. Aku sudah tidak lapar "


Setelah mengatakan itu tiba - tiba


" Kruwuuuukkk "


Terdengar suara perut Vio yang nyatanya merasa lapar, dia langsung memegang perutnya dan menunduk karena malu dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang merah. Leo hanya tersenyum sebagai reaksinya


" Ini, makanlah! Kamu mungkin tidak nafsu makan, tapi berbeda dengan cacing diperutmu yang minta di isi makanan "


Leo memberikan sekotak nasi untuk makan siang


" Lantas bagaimana dengan kak Leo? "


" Tidak perlu memikirkan ku. Makan saja! "


Leo membuka kotak nasi itu dan diberikan pada Vio


" Eh iya. Kenapa kak Leo malah makan disini, bukannya di kantin atau restoran? "


Vio bertanya dengan mulut penuh makanan


" Aku tidak suka keramaian, aku lebih merasa nyaman jika makan sendiri disini "


Vio tersenyum mendengar jawaban Leo


" Apa perasaan mu sudah lebih baik? "


Vio tersenyum lalu menganggukkan kepala


" He'ehm. Terimakasih kak Leo, aku sudah lebih baik... "


" Sepertinya kamu punya masalah dengan direktur kita? "


" Entahlah, yang pasti aku selalu terkena masalah jika bertemu dengannya "


" Sudah, jika memang tidak ingin cerita. Lebih baik tidak usah cerita. Itu masalah pribadimu. Aku tidak suka ikut campur urusan orang " Katanya dengan tenang sambil tersenyum


" Yuk, kita kembali keruangan! Sebentar lagi waktu makan siang akan selesai "

__ADS_1


Leo mengulurkan tangan membantu Ji berdiri dari duduknya


" Terimakasih, nanti sapu tangan kak Leo aku kembalikan setelah di cuci "


" Tidak perlu, untukmu saja. Cukup kamu mengingat ku jika sedang bersedih "


Vio terpaku mendengarnya


" Hanya bercanda! Ayo jalan! "


Leo berjalan lebih dulu dan Vio masih terpaku sendiri dibelakang


" Sampai kapan kamu akan berdiri disitu? "


Leo menoleh kepada Vio dan berkata dengan acuh tak acuh, sebelah tangannya dia masukkan ke saku celana, dia berjalam dengan gagah meskipun hanya seorang asisten


" Ah iya, tunggu aku! "


Vio berjalan dengan cepat mengejar Leo


*****


Di negara A, Ji sedang menikmati hari bersama Ed ketika Vio menghubunginya


" Ada apa lagi dengan adik manja mu itu, my queen? "


Tanya Ed yang sedang duduk disebelahnya


" Dia sekarang sedang bekerja sebagai sekretaris direktur. Aku lupa bertanya di perusahaan mana. Tapi sepertinya hari pertama dia bekerja, tidak terlalu baik "


Ji berkata sambil menatap ponselnya, Ed hanya diam tak memberi komentar.


" My queen. Bagaimana kalau kita kerumahmu? Aku ingin membicarakan mengenai pernikahan kita dengan keluarga mu? " Wajah Ed kali ini sangat serius, hingga Ji dibuat terpaku olehnya


" Apa kamu yakin secepat ini? Kita belum membicarakannya dengan orang tua mu! "


" Aku sangat yakin. Aku tidak pernah merasa seyakin ini sebelumnya! "


" Tapi urusan kita dengan Laura belum selesai. Kita harus bagaimana nantinya? '


Ji mengatakannya sambil tertunduk


" Justru karena ada masalah dengan dia makanya aku ingin pernikahan kita dipercepat,! Kamu tidak perlu terus memikirkan dia. Dia belum bertindak, jadi kita juga tidak boleh bertindak lebih dulu. Biarkan dulu saja dia. Kita ikuti saja permainannya "


Ed meyeringai licik


" Baiklah, terserah kamu saja! "


Ji memalingkan wajahnya dari Ed


" Ayo kita bersiap untuk pergi kerumah mu! "


Ed bangun dari duduknya dan mengulurkan tangan pada Ji agar dia juga bangun. Ji menerima uluran tangan Ed dan berdiri dari kursinya. Mereka berdua berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka masing,


" Ed, aku tidak melihat ayah dan ibumu? Mereka pergi kemana? "

__ADS_1


Tanya Ji sambil berjalan


" Ayah pergi ke perusahaan dan ibu,,,, sepertinya pergi ke butik. Nanti kita mampir ke butik ibu ketika pulang dari rumahmu! "


Ji hanya menganggukkan kepala tanda setuju


*****


Vio sudah kembali ke meja kerjanya ketika Rian mencarinya untuk menemaninya keluar rapat


" Vio, kamu temani saya keluar untuk rapat dalam 15 menit "


Vio menatapnya sinis kemudian mengiyakan


" Baik pak direktur! "


Rian pun kembali ke ruangannya


" Cih, dia sama sekali tidak memiliki rasa bersalah setelah membuat ku marah dan menghilangkan nafsu makanku. Dasar kurang ajar! "


Gerutu Vio sambil melihat punggung Rian yang semakin menjauh, wajahnya ditekuk terlihat sangat kusut. Leo memperhatikan ekspresi wajahnya dan tersenyum tanpa Vio sadari


" Gadis bodoh, dia selalu menggerutu dibelakang orang, terlihat jelas diwajahnya " pikir Leo ketiksmemperhatikan Vio


" Kak Leo, apa kakak ikut keluar? "


" Tentu saja aku ikut dengan kalian! "


" Baguslah kalau begitu, aku tidak mau jika hanya berduaan dengan pria kurang ajar itu! "


Kata Vio sambil mencibir


" Jangan terlalu membenci seseorang, nanti kamu malah menyukainya "


" Aku sungguh berharap aku tidak pernah menyukainya. Aku memang ingin punya pangeran tampan berkuda putih yang akan membawaku ke pelaminan. Tapi aku sama sekali tidak berharap kalau itu dia "


" Kenapa? Dia muda, kaya dan tampan. Kurasa dia cukup baik juga. Semua karyawan wanita ingin mendapatkan perhatiannya " Leo berkata dengan tenang


" Aku tidak butuh semua itu. Aku hanya ingin punya pendamping yang bisa selalu melindungiku dan setia hanya padaku, Itu saja! " Vio tersenyum lembut kepada Leo


" Aku baru mengenalmu 1 hari, tapi aku sungguh merasa nyaman berada di dekatmu. Kak Leo! "


Kata Vio dalam hati sambil memperhatikan Leo yang kembali sibuk dengan dokumen ditangannya


15 menit kemudian, Rian telah keluar dari ruangan dan berdiri di depan pintu lift bersama dengan Leo yang berada di belakangnya, Vio berjalan dengan tergesa - gesa menuju ke arah mereka


" Kamu ternyata lamban sekali ya! "


Rian berkata dengan santai dan sedikit senyum licik


" Maaf pak direktur saya terlambat! " Vio menjawab dengan nada sinis. mereka segera menaiki lift dan turun menuju ruang rapat bagian keuangan yang berada di lantai 7


Tak lama mereka tiba diruang rapat yang dimaksud. Ruangan telah di isi hampir semua peserta rapat


" Kita mulai saja rapatnya! "

__ADS_1


Rian memberikan instruksi untuk dimulainya rapat. Anggota rapat yang lain mulai menjelaskan setiao materi yang akan dibahas. Vio mencatat setiap detil mengenai rapat. Namun pandangan Rian tidak terrfokus pada rapat, melainkan pada Vio.


" Apa aku salah menilaimu Vio? "


__ADS_2