Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Pembalasan Leo


__ADS_3

Sementara itu keadaan Vio sudah membaik jadi dia masuk kerja seperti biasa.


" Hai kak Leo "


Sapa Vio ketika tiba dikantor


" Halo Vi? Bagaimana keadaan mu sekarang? Apakah sudah merasa lebih baik? "


Tanya Leo sambil berjalan mendekati Vio dan memegang dahinya untun memeriksa suhu tubuhnya


" Ich kak Leo apa sich? Aku sudah baik - baik saja tahu " Vio berkata manja sambil menurunkan tangan Leo dari dahinya


" Hahaha, syukurlah kalau kamu sudsh tidak papa "


" Terimakasih karena kemarin sudah menyelamatkan ku dan membawaku ke klinik. Tapi,,, bagaimana bisa pak direktur berada disana? "


Vio sedikit bingung mengingat hal itu


" Itu karena dia yang membawamu kesana... "


Leo berkata dengan lembut sambil menyentuh kepala Vio layaknya memperlakukan seorang anak kecil


" Bagaimana caranya dia membawaku kesana? Darimana juga dia tahu kalau aku ke toilet? " Tanya Vio semakin menyelidik pada Leo


" Ehmmm. Entahlah, sebaiknya kita kembali kerja. Lihat pekerjaan mu sudah menunggu diatas meja. Nanti kita juga ada rapat dengan bagian perencanaan! "


Kata Leo sambil meninggalkan Vio kembali ke meja kerjanya


" aku yakin kak Leo yang menolongku, tapi kenapa malah kak Rian yang mengatakan kalau dia yang membawaku ke klinik? "


Pikir Vio dalam hati


Beberapa saat kemudian


" Vi, ayo kita rapat! Semuanya sudah menunggu. Aku akan memberitahu pak direktur! "


" Baik kak! "


Vio berdiri dari kursinya dan Leo bergegas memanggil Rian


Tok tok tok


" Masuk! "


Kata Rian dari dalam ruangan


" Permisi pak, rapatnya telah siap dan semua anggota rapat sudah menunggu bapak! "


Kata Leo dengan sopan


" Baik, kita kesana sekarang! "


Rian segera berdiri dan berjalan mendekati Leo untuk bersama ke ruang rapat. Vio telah menunggu mereka diluar


" Ayo Vio, kita menuju ruang rapat sekarang! " Ajak Rian ketika melihat Vuo diluar


" Baik pak, silahkan duluan ! "


Vio mempersilakan Rian berjalan lebih dulu

__ADS_1


Begitu tiba diruang rapat, Vio dan Leo duduk saling berhadapan. Rian duduk dikursi utama di antara merekat


" Baiklah kita mulai rapatnya! "


Kata Rian memberi instruksi


Selama rapat pandangan Vio tertuju pada 3 karyawan bagian perencanaan yang kemarin mengerjai Vio. Tatapannya begitu sinis terhadap mereka. Mereka pun menatap Vio dengan senyum mencibir.


Leo memperhatikan tatapan aneh Vio, dan mengikuti arah pandangannya yang tertuju pada 3 karyawati bagian perencanaan yang duduk sejajar dengan Leo. Dia mengerti apa yang terjadi karena kemarin dia yang menolong Vio. Sedangkan Rian tetap fokus pada jalannya rapat dan tidak menyadari apapun.


Setelah rapat selesai mereka meninggalkan ruangan dan Vio berjalan dibelakang Rian di ikuti Leo


" Maaf pak saya permisi sebentar, ada barang saya yang tertinggal di ruang rapat! "


Kata Leo kepada Rian


" Baiklah cepat kembali! "


" Baik pak. Saya akan segera kembali "


Seperti biasa para gadis selalu mampir ke toilet untuk merapikan riasan sebelum mulai bekerja atau hanya sekedar bergosip. Begitu pun Elena dan kedua temannya


" Ich menyebalkan! Apa kalian lihat wajah polos sekertaris baru direktur itu? Rasanya aku ingin sekali meraih wajahnya dan mencakar habis wajah sombong itu " Kata Elena bagitu masuk toilet.


" Benar, aku juga melihatnya. Beruntung sekali dia bisa keluar dari toilet dan kembali sehat. Ku kira dia tidak akan bisa masuk kerja. Paling tidak beberapa hari dirawat dirumah sakit "


Kata teman Elena


" Ku dengar kemarin asisten Leo yang telah membawanya ke klinik dekat sini. Beruntung sekali dia punya dua pelindung di kantor ini. Pertama pak direktur, kedua asisten Leo. Ach menyebalkan! Bagaimana bisa asisten Leo juga terpesona olehnya? " Kata teman Elena yang lain


Cetlek


Tiba - tiba lampu toilet padam dan seketika semua menjadi gelap gulita


Byuuurrrr


" Aaaaccch!!! ""


Mereka serempak berteriak karena disiram air


" Hei siapa yang berani melakukan ini? "


Teriak Elena, lampu kembali menyala dan ada sebuah pesan yang tertempel di kaca toilet


Jika kalian berani mengganggunya lagi, maka kalian akan mendapatkan hal yang lebih dari apa yang telah kalian lakukan padanya!!


" Siapa yang berani melakukan ini pada kita? Iih kotor sekali, badanku kini sangat bau "


" Benar, air apa yang telah disiramkan pada kita? Bau sekali. Bagaimana kita akan keluar? Aku tidak punya baju ganti "


" Aku juga tidak membawa baju ganti. Tidak mungkin kita keluar dalam keadaan seperti ini "


Mereka bertiga memutar otak untuk mencari cara mendapatkan pakaian ganti.


Sementara itu diluar seorang pria muda tersenyum puas melihat apa yang terjadi pada mereka. Tidak lupa dia mengambil foto menggunakan ponselnya dari sela pintu toilet. Menampilkan kondisi mereka yang kotor juga basah kuyup karena disiram air kotor bekas mengepel lantai


" Itu pantas kalian dapatkan karena telah mengerjai orang lain! "


Leo kembali ke kursi kerjanya dengan senyum mengembang, setelah itu dia mengirim foto 3 orang tadi kepada Vio menggunakan nomor lain miliknya yang tidak diketahui Vio ataupun orang lain.

__ADS_1


Ping


Sebuah pesan diterima Vio. Dengan cepat Vio meraih ponselnya dan membuka pesan tersebut


" Hahaha "


Vio terbahak melihat isi pesan tersebut. Leo tersenyum memperhatikan


" Apa yang membuatmu begitu bahagia Vi? "


Tanya Leo pura - puta tak mengerti


" Ini kak, aku dapat sebuah pesan gambar. Mereka sebelumnya mengerjaiku dan mengunciku di toilet. Sekarang mereka mendapatkan balasannya. Hahaha "


Vio bercerita sambil menunjukkan foto itu kepada Leo


" Tapi,,,, siapa yang melakukan ini ya? Sepertinya tidak ada yang tahu kalau sebelumnya aku dikunci dan disiram ditoilet. Kecuali orang yang menolongku. Kak Leo apa benar waktu itu bukan kamu? Kurasa aku melihatmu saat itu? "


Tanya Vio ragu - ragu


" Aku benar - benar tidak tahu Vi. Mungkin kamu salah lihat karena pingsan "


Leo terus mengelak tapi dia tidak berani menatap mata Vio dan seakan salah tingkah ketika Vio menanyakan itu


" Tapi jas yang aku kenakan? "


Vio masih terus menyelidik


" Owh itu karena saat pak Rian membawamu dia meminta jasku untuk dikenakan padamu yang saat itu memakai baju basah "


Leo sedikit gugup menjawab pertanyaan Vio


" Sudahlah sebentar lagi jam makan siang, kamu harus merapikan dulu pekerjaan mu! "


Leo berusaha mengalihkan perhatian dan dia kembali pada pekerjaannya.


Ketika tiba jam makan siang


" Vio, ayo kita makan siang bersama? "


Kata Rian yang telah berdiri disamping Vio


" Tidak usah pak, aku memiliki janji makan siang bersama orang lain. Permisi! "


Vio menolak ajakan Rian dan berjalan pergi melewati Rian


" Leo, apa Vio sedang dekat dengan pria lain? "


Tanya Rian beralih pada Leo


" Maaf pak, untuk masalah itu, saya tidak tahu "


Leo menggelengkan kepala dan menjawab dengan sopan


" Sudahlah, kamu juga bisa pergi makan siang. Aku akan makan diluar "


Kata Rian sambil berjalan meninggalkan Leo


" Baik pak "

__ADS_1


Leo bergegas ke kantin dan membawa makanannya ke atap gedung. Sebelum makan dia melepas jasnya, lalu membuka kancing lengan bajunya terlebih dahulu dan menggulungnya, karena Leo tidak merasa nyaman dengan luka gores yang diperban di tangan Barulah dia mulai makan


" Jadi itu benar - benar kamu! "


__ADS_2