Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Sangat merepotkan jika aku harus mengatakan apa yang sedang kurencanakan


__ADS_3

Jek meninggalkan Leo dan Deby degan wajam muram. Dia sedikit kecewa pada tuan mudanya yang ternyata meragukan kesetiannya pada keluarga Nugraha. Namun melihat Jek yang meninggalkan ruang kerja Leo dengan wajah muram dan lesu, seorang pengawal yang mengamatinya tersenyum dengan penuh kepuasan. Lalu dia menghubungi seseorang


" Hallo tuan Sandy. Jek sepertinya telah dipecat dari pekerjaannya. Jadi sekarang tuan Sandy bisa melakukan rencana tuan selanjutnya "


" Bagus. Kamu tunggu perintah ku selanjutnya! "


"Baik tuan "


Pengawal itu mengakhiri panggilan teleponnya


Disisi lain ada sedikit rasa bersalah dalam hati Leo kepada Jek. Dia seharusnya bisa menjaga pak Jek disampingnya. Hanya saja, jika dia tidak melakukan itu maka Sandy tidak akan pernah menunjukkan sifat aslinya di depan Leo.


Setelah Deby meninggalkan rumah Leo, dia pergi ke sebuah restoran karena telah memiliki janji temu sebelumnya dengan pengawal yang menjadi mata - mata Sandy


" Aku sudah melakukan tugasku, kamu juga harus menepati janjimu untuk memberikan obat itu padaku secara cuma - cuma. Karena kamu yang telah menyebabkan aku kecanduan pada obat itu "


Kata Deby kesal


" Tenang saja. Aku pasti menepati janjiku. Kamu sudah melakukan pekerjaanmu dengan sangat baik "


Kata pengawal itu dengan senyum menyeringai, dan sebelah tangan memberikan sebuah bungkusan obat kecil dibalik genggamannya


Triiinngg....


" Maaf, aku tidak sengaja menjatuhkan sendoknya "


Kata Deby sambil menunduk untuk mengambil sendok yang terjatuh. Disaat yang sama dia menempelkan penyadap yang diberikan Ji padanya pada bagian belakang sepatu pengawal itu yang saat ini sedang melipat kakinya dibawah meja


" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Aku takut jika terlalu lama pergi maka Leo akan menyadari kalau aku tidak ada "


Deby menganggukkan kepala dan memperhatiakan kepergian pengawal itu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Disaat yang sama Ji tersenyum setelah mendengar kalau Deby telah melakukan pekerjaannya dengan baik


" Vi, tolong katakan pada Leo untuk mengirimkan nomor Jek padaku sekarang juga! "


Pinta Ji kepada Vio yang kini tengah bersiap untuk berangkat ke kantor


" Untuk apa kak Ji meminta nomor pak Jek? "


Vio bertanya dengan tangan yang sedang mengetik pesan singkat untuk Leo


" Apa kak Leo sudah berangkat ke kantor? Kak Ji memintaku agar kak Leo mengirimkan nomor pak Jek sekarang juga "


Dengan cepat Leo membalas pesan dari Vio


" Aku sedang dalam perjalanan. Apa kamu sudah berangkat? Untuk apa kakakmu meminta nomor pak Jek? "


Vio kembali membalas pesan dari Leo


" Aku sedang bersiap, aku tidak tahu kak Ji membutuhkannya untuk apa "


Leo kembali membalas pesan Vio

__ADS_1


" Ya sudah ini nomor pak Jek 0812345xxxx. Kamu hati - hati ketika berangkat bekerja. Sampai jumpa dikantor "


" Baiklah kak, sampai jumpa dikantor terimakasih. 💕💋"


" Ini kak nomornya. Sebenarnya apa yang sedang kakak rencanakan? Kenapa kakak sama sekali tidak memberitahukan padaku juga kak Leo mengenai rencana kak Ji "


" Sangat merepotkan jika aku harus mengatakan secara detil apa yang sedang kurencanakan. Cukup kalian ikuti saja apa yang aku katakan "


Jawab Ji dengan acuh tak acuh sambil menikmati kopi yang dibuatkan bi Sani


" Aach kak Ji ini, sungguh membuat orang bingung. Aku pergi ke kantor dulu. Sampai jumpa kak "


Ji hanya melambaikan tangan kepada Vio, kemudian dia meraih ponselnya yang diletakkan diatas meja dan menghubungi seseorang


" Hallo, Pak Jek. Aku Jingga, kakaknya Vio. Apa kita bisa bertemu sekarang? Kamu bisa menentukan tempatnya, karena aku tidak tahu daerah sini "


" Ada perlu apa nona ingin menemui saya? "


Tanya Jek dari ujung telepon


" Saya ingin membicarakan hal penting mengenai Leo "


" Baiklah kita bertemu di sebuah restoran yang terletak tidak jauh dari kediaman Nugraha "


Kata Jek dengan suara tenang


" Baiklah. Sampai jumpa! "


Ji mengakhiri panggilan teleponnya dan berjalan menuju kamar untuk bersiap. Karena Ji tidak membawa mobil jadi dia pergi dengan menggunakan taksi


" Pak ke restoran dekat perumahan XX ya "


Drrrt drrrt drrrt


Ponselnya bergetar dilihatnya panggilan dari sang kakak


" Hallo Bi. Ada apa kamu menghubungiku? "


Tanya Ji begitu dia menerima telepon dari Biru


" Apa kamu tidak mengontrol perusahaan milikmu? Mereka terlihat santai saat ini? "


Suara Biru terdengar santai namun itu adalah sebuah isyarat kalau karyawan Ji berleha - leha karena Ji tidak mengawasi


" Apa kamu ada di JB Companies? Aku menyerahkan itu pada Adel ku kira dia dapat mengambil tindakan tegas mewakilkanku "


Jawab Ji dengan alis yang hampir menyatu


" Sepertinya mereka tidak mau mendengarkan asistenmu "


" Baiklah, kalau begitu aku akan melakukan konferensi vidio call dengan mereka "


Jawab Ji dengan santai


" Kamu masih dirumah Ed? "

__ADS_1


" Aku sama sekai tidak kerumah Ed. Aku sejak kemarin berada di bagian Selatan. Tepatnya di kota dimana Leo berasal "


" Sedang apa kamu disana? "


" Bukankah sebelumnya aku sudah cerita padamu kalau papi memintaku membereskan masalah keluarga Leo sebelum aku menikah? " Jawab Ji dengan tangan memijat pelan pelipisnya


" Benarkah? Sepertinya aku melupakan itu "


" Sudahlah nanti saja dibahasnya aku sedang dalam perjalanan menemui seseorang . Nanti akan ku hubungi lagi "


" Baiklah, sampai jumpa. Hati - hati "


Biru menutup panggilan teleponnya dan Ji juga telah tiba direstoran yang telah dijanjikan bersama Jek.


Ji turun dari taksi dan berjalan memasuki restoran. Disana terlihat Jek tengah duduk di dekat jendela dengan menatap kosong keluar jendela


" Permisi, pak Jek? "


Ji mendekatinya dan berdiri disamping meja Jek


" Bukankah anda,,,? "


" Saya Jingga, bolehkan saya duduk? "


Ji menyela sebelum Jek selesai bicara


" Tentu, silakan duduk! "


Jek mempersilakan Ji duduk di seberangnya


Ji melambaikan tangan dan memanggil pelayan


" Saya mau jus alpukat satu "


Pesannya kepada pelayan pria yang mendekat kepadanya


" Baik nona, silahkan ditunggu! "


Pelayan itu berbalik pergi meninggalkan Ji dan Jek


" Ada hal apa sehingga anda ingin bertemu dengan saya? "


Tanya Jek dengan kedua tangan di atas pahanya


" Saya tahu kalau Leo tidak lagi mempekerjakan anda sebagai asistennya "


Jek nampak terkejut mendengar perkataan Ji


" Bagaimana anda tahu? Sepertinya tuan muda tidak lagi percaya pada saya "


Jek terlihat sangat sedih karena itu


" Saya yang meminta Jek untuk melepaskan anda sementara waktu "


Jek kembali terkejut dan matanya membelalak

__ADS_1


" Kenapa anda melakukan itu? Saya tidak kenal anda dan saya juga sama sekali tidak memiliki niat buruk pada tuan muda. Saya sudah lama ikut dengan tuan besar. Jadi saya tidak mungikin mengkhianati tuan besar "


" Saya tahu, tapi kalau pak Jek terus berada di samping Leo, kita tidak akan pernah bisa menangkap orang yang mencelakai tuan Fabian. Tapi saya juga membutuhkan bantuan anda untuk selalu mengawasi Leo. Karena saya yakin kalau sekarang Leo akan selalu berada dalam bahaya "


__ADS_2