
Biru berkendara dengan cepat menuju rumah sakit. Dia terlihat sangat khawatir saat ini. Emili masih tidak sadarkan diri disebelahnya.
" Bertahanlah Mili "
Gumamnya sepanjang perjalanan menuju rumah sakit
Tak lama mereka pun tiba dirumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya, biru dengan cepat menggendong Mili dan berlari ke dalam.
" Dokter, suster! Tolong... "
salah seorang suster menghampiri dan membantu Biru membaringkan Mili di tempat tidur dorong.
" Silahkan baringkan disini! "
Setelah itu dengan cepat Mili di dorong menuju ICU.
Bi menunggu di depan ruang ICU dengan panik, ia terus saja berjalan kesana kemari...
hingga akhirnya dia mengingat kalau Ji menunggunya. Bi merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel dan menghubungi Ji
" Hallo Ji "
" Hallo Bi. bagaimana dengan Emili? "
Tanya Ji begitu panggilan mereka saling tersambung
" Aku sekarang berada dirumah sakit. Dia demam sepertinya karena dia dikurung semalaman di dalam gudang yang dingin "
" Ya sudah, biar aku yang selesaikan sendiri ** Companies. Kamu rawat dulu saja Mili"
" Baiklah. Terimakasih Ji! "
Mereka kemudian mengakhiri panggilan teleponnya
Sementara itu Ji yang berencana pergi ke perusahaan ** Companies. Setelah mengakhiri panggilan teleponnya dengan Bi, dia langsung menghubungi Alex
" Halo, kak Alex? "
Dia berbicara setelah panggilan tersambung
" Iya Ji. kalian dimana? kenapa begitu lama untuk kalian tiba disini? "
Tanya Alex padanya
__ADS_1
" Bi sedang ada urusan. Aku akan kesana sendiri! "
Alex mengernyitkan dahinya
" Kamu kesini sendiri? Bagaimana kami mengenalkan mu jika tanpa Bi? "
" Aku akan mengurusnya. Bi telah mengizinkan ku. Aku kesana untuk melihat kondisi perusahaan terlebih dahulu. Kak Alex tenang saja! Lagipula mereka sudah mengenal kak Alex jadi tidak maslah kan? "
Kata Ji dengan nada yang tenang dan senyum tipis dibibirnya
" Baiklah, kalau begitu "
Mereka mengakhiri panggilan teleponnya. Dan Ji berdiri untuk mengambil tas yang terletak tidak jauh darinya lalu berjalan keluar rumah. Ternyata seseorang telah menunggunya diluar dengan bersandar pada sebuah mobil rubicon
" Halo, my little girl "
Ed menyapa dengan senyum yang begitu manis, membuatnya semakin terlihat tampan
" Pak Jendral, apa yang kamu lakukan disini? "
Ji mengerutkan alisnya ketika bertanya pada Ed dengan acuh tak acuh
" Apa lagi? Tentu saja aku akan jadi supir pribadimu.
" Hei Jendral narsis, sepertinya kamu cukup memiliki banyak waktu luang untuk menghkayal dan juga menjemputku? "
Kata Ji acuk tak acuh
" Berapa kali harus ku katakan? Aku akan selalu memiliki banyak waktu luang hanya untukmu? Toh saat ini aku tidak bertugas. Lagipula kamu akan segera jadi istriku gadis kecil. Jadi sudah sepantasnya kuhabiskan waktuku hanya untukmu.
Sudahlah, ayo masuk ke dalam mobil biar aku antar ke kantormu! "
Ed berkata sambil membukakan pintu mobil untuk Ji
" Baiklah. lagi pula aku malas bawa mobil "
Ji bergegas naik mobil, tanpa Ed ketahui Ji sedikit menaikan ujung bibirnya, membentuk sebuah senyuman yang begitu indah
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ketika melihat pintu ICU terbuka dan seorang dokter berjalan kaluar dari ruang Itu, Bi langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter
" Dokter, bagaimana keadaan Mili? "
__ADS_1
Katanya dengan panik
" Dia tidak papa, dia hanya demam biasa. Saya sudah menyuntikan obat penurun panas dan vitamin. Kondisinya saat ini sangat lemah, dia membutuhkan istirahat yang cukup. Anda bisa menemuinya setelah dia dipindahkan ke ruang rawat pasien! "
Dokter menerangkan kondisi Mili
" Baik dokter. Terimakasih! "
Setelah dokter berjalan pergi meninggalkan Biru, dia terlihat termenung seperti memikirkan sesuatu, kemudian mengambil ponselnya
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya panggilannya tersambung
" Hallo papi "
" Iya Bi, ada apa? "
Terdengar suara khas yang datar dan dingin dari Yudha
" Pih, aku ingin menikahi Mili secepatnya! "
Biru terdengar begitu serius
" Apa yang terjadi? "
Tanya Yudha yang terdengar masih sangat tenang tanpa ada kepanikan atau rasa terkejut
" Mili akan dijodohkan mama tirinya, tapi dia menolak dan akibatnya, sekarang dia di usir dari rumahnya. Aku sekarang berada dirumah sakit, karena Mili demam tinggi setelah dikurung semalaman di gudang belakang rumahnya. Aku ingin menjaga dia sepenuhnya pih! Aku tidak ingin melihat dia tersakiti lagi"
Biru terdengar sedih
" Bagaimana dengan keluarga dia yang lainnya? "
" Setahu ku, dia tidak punya siapa - siapa lagi. Ayahnya telah meninggal dan ibu kandungnya entah berada dimana "
" Apa kamu yakin menikahi dia? "
" Iya pih, Biru sangat yakin "
" Papi akan merestui kamu. jika dia memang Mili ingin menikah denganmu. Tapi Bi papi mau kamu menyelidiki keberadaan ibu kandungnya. Karena cepat atau lambat dia pasti menghubungi Mili. Entah itu bagus atau tidak. Sebaiknya kamu bergerak lebih dulu sebelum nantinya Mili lebih tersakiti "
Yudha memberi tahu Bi dengan begitu tenang
" Baik pih Biru mengerti! "
__ADS_1
" Ingat, pernikahan bukanlah hal yang main - main! Kamu harus bisa menjamin kebahagiaan dan juga melindungi istrimu nantinya! "