Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
ini bukan salah Mili, ini karena calon bayi kami


__ADS_3

Hari berlalu dengan begitu cepat. Biru sedang mengatur pekerjaan di Taeson Elektronik kepada Alex sedangkan Mili sedang menyiapkan barang yang akan mereka bawa ke negara A.


" Lex, selama aku pergi kamu yang handel semua pekerjaanku! Awasi proyek yang kita jalani, jangan sampai ada yang berani bermain curang, tentu kamu tahu apa yang harus dilakukan jika sampai itu terjadi? Dan jangan sampai ada masalah dengan perusahaan yang baru berkolaborasi dengan kita. Kamu harus mengawasinya dengan baik! "


Pinta Bi kepada Alex melalui sambungan telepon


" Tenang saja Bi. Kamu bisa mengandalkan ku. Bi, apa tidak masalah jika Mili melakukan perjalanan udara disaat kondisinya yang sedang hamil muda? "


Tanya Alex kepada Biru


" Aku sudah menanyakannya pada dokter. Itu tidak masalah karena Mili juga meminum vitamin untuk calon bayi kami. Nanti, kamu dan Bina bisa menyusul kesana saat pesta dilangsungkan. Sepertinya papi menggelar pesta besar "


" Tentu saja kami pasti akan hadir. Aku tidak sabar untuk melihat sahabatku ini mengumumkan identitas sebenarnya di depan umum secara langsung . Memang semua orang kini sudah tahu kalau kamu dan Jingga adalah anak om Yudha. Tapi tetap saja pesta yang akan digelar orang tuamu pasti akan sangat meriah dan membuat semua orang terkagum - kagum "


" Itu sudah pasti. Karena itu kalian harus datang. Sudahlah, aku harus bersiap untuk berangkat sekarang "


Biru hendak mengakhiri panggilan telepon diantara mereka


" Baiklah Bi, Sampai jumpa dan hati - hati dalam perjalanan mu! "


" Terimakasih Lex! "


Biru menutup teleponnya dan mendekati sang istri


" Sunshine, apa semua yang diperlukan sudah dibawa? "


Tanya Biru dengan melingkarkan tangan dipinggang Mili


" Iya, aku sudah membawa semua yang dibutuhkan "


Jawab Mili dengan senyum ramah


" Bi, bisakah kamu carikan mangga muda terlebih dahulu? Aku ingin memakannya untuk dipesawat nanti "


Mili bertanya dengan penuh harap wajah polos yang ia tunjukkan membuat Biru tidak dapat menolaknya


" Tapi ini sudah hampir larut. Dari mana kita mendapatkan mangga muda? Pesawat kita juga berangkat pagi sunshine "


Bi terlihat bingung


" Tapi Bi,,, aku membayangkan sepertinya makan buah mangga muda dipesawat akan terasa enak. Jadi kumohon carikan aku ya Bi, hmn? "


Mata Mili berbinar penuh harap


" Kalau begitu besok sebelum kita ke bandara, kita akan pergi ke pasar modern terlebih dahulu, bagaimana? karena mangga muda tidak dijual di supermarket sunshine"


Biru mengusulkan dengan penuh kelembutan


" Ya sudah. Tapi janji harus carikan dulu sebelum ke bandara. Aku tidak ingin pergi jika kamu tidak mendapatkan mangga muda "


Mili dengan wajah sedikit kecewa peegi meninggalkan Biru

__ADS_1


" Baiklah sunshine. Sekarang kita istirahat! "


Biru menuntun Mili ke tempat tidur, dan keduanya tidur nyenyak dengan saling berpelukan


Keesokan paginya Mili bangun lebih dulu dan bersiap, barulah dia membangunkan Biru


" Bi, Bi, bangun.. "


Mili menggoyangkan tangan Biru untuk membangunkannya dari tidur


" Sunshine kamu sudah terlihat cantik sekali " Kata Biru ketika dia membuka mata dan meliaht aklau istrinya telah selesai bersiap


" Ini sudah pagi. Kita harus ke pasar modern untuk mencari mangga sebelum ke bandara "


Kata Mili yang meminta Biru untuk bangun


" Iya sayang. Aku mandi dulu sebentar. Tolong siapkan pakaianku! "


Jawab Biru sambil beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi setelah mencium kening sang istri


Mili sejenak memperhatikan sang suami yang berjalan menuju kamar mandi, barulah dia menyiapkan pakaian yang akan Biru kenakan


Karena hari masih gelap jadi Mili tidak menyiapkan sarapan, dia hanya membuat segelas susu untuknya dan kopi untuk sang suami


" Sunshine, apa kamu yakin tidak ada barang yang tertinggal? "


Tanya Biru yang telah bersiap dengan memakai setelan kemeja dan jasnya namun tidak menggunakan dasi. Ia berjalan menuruni tangga dan mendekati Mili


Tanya Mili dengan wajah sedikit sedih


" Bukan begitu Sunshine. Aku hanya mengingatkan saja "


Biru mengusap lembut kepala Mili kemudian duduk di kursi dimana telah tersedia secangkir kopi di atas mejanya


" Terimakasih kopinya sayang "


Katanya lagi sambip mengesap kopi buatan istrinya. Sedangkan Mili duduk di kursi sebelah Biru dan meminum susu ibunhamil miliknya


" Apa sudah selesai? Ayo kita berangkat. Kita bisa ketinggalan pesawat karena harus ke pasar tradisional terlebih dahulu "


Ajak Bi setelah kopi miliknya habis


" Jadi kamu tidak mau menemaniku Bi? "


" Tidak, tidak bukan itu maksudku sayang. Jadi kita harus berangkat sekarang, karena kita tidak tahu butuh berapa lama untuk mencari buah yang kamu inginkan "


Biru kembali membujuk Mili dengan lembut


" Huft, bagaimana ini? Dia begitu sensitif dan selalu meminta hal yang macam - macam. Sampai kapan Mili ku akan bersikap seperti ini? Tidak, tidak ini bukan salah Mili, ini karena calon bayi kami. Awas saja jika kamu anak laki - laki dan berusaha merebut istriku, lihat saja nanti "


Gerutu Biru dalam hatinya

__ADS_1


" Ayo sayang kita berangkat! "


Biru berdiri dan meraih koper yang berada tidak jauh darinya. Kemudian menggandeng Mili menuju mobil, tak lupa dia pun membukakan pintu mobil dan mulai berkendara menuju pasar modern yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka


Biru dan Mili berkeliling dari satu toko Buah ke toko lainnya. Setelah menanyakan satu persatu toko buah akhirnya mereka menemukannya.


" Permisi apa anda menjuak mangga muda? "


Tanya Biru kepada bapak pedagang buah


" Ya ada, tuan ini butuh berapa banyak? "


" Tidak banyak. Hanya beberapa biji saja. Bisakah anda tolong mengupas dan memotongnya kecil - kecil? "


" Tentu, akan saya lakukan. Tolong tunggu sebentar! "


Pria paruh baya itu meninggakan Biru dan Mili dengan membawa 2 buah mangga muda untuk dia kupas dan dipotongnya kecil -kecil


" Ini tuan buah mangga mudanya "


Kata pedagang buah dengan memberikan mangga muda pesanan Biru dan Mili yang dikemas menggunakan box mika kecil


" Terimakasih "


Kata Biru menerima mangga tersebut dan memberikan uang bayarannya


" Ayo sayang kita berangkat, kalau terlalu lama nanti kita bisa ketinggalan pesawat "


" He'eh "


Jawab Mili dengan menganggukkan kepala. Mereka pun bergegas melanjutkan perjalanan mereka menuju bandara internasional


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Leo dan Vio sedang bersiap untuk pergi ke kota bagian barat.


" Melia, apa kamu yakin tidak ingin ikut bersama kami kerumah Vio? "


Tanya Leo pada Melia


" Tidak usah kak, aku disini saja. Lagipula aku masih bisa menonton acaranya melalui televisi. Karena yang aku dengar acara pestanya juga akan disiarkan di televisi. Ternyata kak Leo bisa mendapatkan putri dari raja bisnis yang terkenal "


Goda Melia dengan senyum menggoda


" Ya sudah kalau kamu tidak mau ikut. Pengawal akan menemanimu kemana pun. Aku tidak membiarkan kamu pergi sendiri "


" Kak Leo masih tidak percaya padaku? "


Melia memicingkan mata curiga


" Bukannya aku tidak percaya. Hanya saia aku mengkhawatirkan kamu. Karena sekarang kamu lah keluarga yang aku miliki "

__ADS_1


Melia tersentuh dengan apa yang dikatakan Leo. Diapun membalasnya dengan senyum


__ADS_2