
Diandra tertegun, dia tidak menyangka Biru adalah orang yang tidak bisa memberi ampun. Memang dia dengar sebelumnya, kalau Biru orang yang dingin dan tak tersentuh. Tapi dia tidak tahu akan seperti ini jadinya
" Pak tolong jangan pecat saya pak! "
Diandra terduduk di lantai dan menangis
" Ku katakan sekali lagi untuk keluar, kalau tidak, aku akan memanggil security untuk datang dan menyeretmu keluar dari gedung ini! "
Kilatan kemarahan muncul dari mata Biru, tapi suaranya tetap tenang dan dingin bagai es. Biru tak mempedulikan Diandra yang menangis dihadapannya , dia membalikkan badan dan berbicara dengan Emili yang sedang menunggunya di ujung telepon
" Halo sweet heart. Maaf, tadi sekertaris ku sudah lancang bicara dengan mu "
Wajah dan nada bicara Bi seketika berubah menjadi sangat lembut saat bicara dengan Ji, beda sekali dengan nada bicaranya beberapa saat lalu yang terdengar dingin dan menyeramkan. Hingga Diandra pergi berlalu dari hadapan Bi..
" Bi, bukankah sekertaris mu itu Bina? Kenapa sekarang malah gadis bernama Diandra? "
Emili yang tidak tahu tentang kejadian di pesta menanyakan Bina dengan polosnya
" Dia sudah mengundurkan diri dari sini setelah pesta kita waktu itu. Sekarang aku sedang mencari sekertaris baru! "
" Kenapa dia berhenti? apa ada sesuatu yang terjadi? "
Emili terdengar khawatir
" Tidak ada, mungkin dia mendapatkan pekerjaan yang lebih baik daripada bekerja sebagai sekertaris direktur perusahaan kecil "
Memang itu perusahaan kecil. Tapi yang aslinya kan sangat besar sekali, hingga tak dapat dibayangkan
kata Mili dalam hati
" Bi,,
" Hmn,,? "
" Ada yang ingin aku katakan! "
Tiba - tiba nada suara Mili berubah sendu
" Katakan saja! Kenapa harus ragu - ragu? "
Kata Biru tenang
" Mama ingin menjodohkan ku dengan anak dari temannya! "
__ADS_1
Deg
Hati Biru seakan di hantam palu besar, dia terkejut tapi tidak menunjukkan reaksi apapun pada Mili
" Apa kamu mendengar ku, Bi? "
" Iya, aku mendengar mu. Siapa pria itu? Dia dari keluarga mana? "
Suara Biru memang terdengar biasa saja, tetap tenang seperti biasanya. Namun tanpa Mili ketahui. Biru mengeratkan genggaman tangannya pada ponsel dan tangan sebelahnya mengepal erat. Ada kilatan suram yang muncul dimatanya
" Namanya Bayu Indrayasa. Dia dan keluarganya akan datang kemari malam ini. Aku harus bagaimana Bi. Aku tidak ingin menikah dengannya. aku mau kita menikah Bi "
Terdengar suara isak tangis dari Mili
" Kamu tenang dulu. Temui saja mereka! "
Mata Bi memancarkan kilatan kelicikan
" Apa? Kamu ingin aku menemuinya? Tapi Bi, mereka ingin aku menikahinya "
" Percayalah padaku. aku tidak akan membiarkan kamu menikahi pria lain kecuali aku. meskipun kamu bertunangan dengan pria manapun. Pernikahanmu hanya akan terjalin bersama denganku saja! "
Kata Biru penuh ketegasan
" Tentu saja Sweet heart. Kita pasti akan segera menikah! "
Bi sedikit tersenyum
" Aku akan kembali bekerja., Kamu tidak perlu memikirkan semuanya. Biarkan berjalan begitu saja! "
" Baiklah Bi. Aku akan mengikuti rencana mama dan menemui Bayu juga keluarganya. Ku mohon Bi, lakukanlah sesuatu! "
Mili terdengar begitu sedih
" Kamu tenang saja sayang. Aku tidak akan membiarkan orang laim merebutmu dariku "
" Baiklah Bi. Sampai jumpa nanti! "
Mili dan Bi mengakhiri panggilan telepon mereka. Setelah itu Bi menghubungi Alex
" Halo Lex! "
" Iya Bi, ada apa menghubungi ku? "
__ADS_1
Kata Alex dari seberang telepon
" Tolong cari informasi mengenai Bayu Indrayasa dan juga Sandra Anggara! "
Alex mengernyitkan dahi mendengar permintaan Bi
" Kenapa Bi? Apa ada masalah? "
" Tidak ada, hanya saja aku butuh detilnya lengkap! "
" Baik, akan segera kucarikan informasinya untukmu! "
" Lex, besok aku dan Ji akan datang ke ** Companies! "
" Benarkah?
Apa Ji akan segera mengambil alih ** Companies? Apa dia sudah pulih? "
" Iya, besok aku kesana untuk memperkenalkannya secara langsung! Dia sudah sembuh! "
" Baik kalau begitu "
Mereka mengakhiri panggilan telepon mereka
\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam hari dikediaman Mili. Dia sedang bersiap untuk menyambut tamu yang akan makan malam bersama dengan mereka. Ji berdandan rapi dan masih menunggu di kamarnya, hingga terdengar suara ketuka pinti kamarnya
Tok tok tok...
" Non, tamunya sudah datang. Nyonya meminta anda untuk segera turun ke bawah? "
Kata pembantu rumah Mili
" Baik bi, saya akan segera turun! "
Mili menjawab dengan suara yang sedikit tinggi.
Mili akhirnya turun ke ruang makan. Dia berjalan dengan elegan dan penuh keanggunan seperti yang di ajarkan Sandra selama ini.
Hingga Mili tiba di meja makan dia di sambut oleh 3 orang tamu yang sudah menunggunya, yang terdiri dari 2 orang paruh baya pasangan suami istri dan 1 pemuda yang menurut Mili biasa - biasa saja. Tidak dapat dibandingkan dengan Biru.
Mili berjalan mendekati mereka dan memberi salam. Ketika Mili mendekati sang pria dahinya berkerut
__ADS_1
Apakah pria ini memang sudah biasa bersikap seperti ini ? yang mama pilihkan utukku adalah seorang pria mata keranjang?! "