
" Kamu,,, kamu,,, bisa berdiri? "
Sandra terkejut hingga dia ternganga begitu melihat Biru bisa berdiri dan menendangnya
" Kamu sudah bisa berdiri sayang? "
Mili pun ikut terkejut ketika melihat suaminya sudah sembuh
" Iya, aku sudah bisa jalan lagi "
jawab Biru dengan senyum lembut pada Mili
"Owh kejutan yang menyenangkan. Apa masih ada pertunjukan lain? "
Tanya Ji dengan kedua tangan yang melingkar di dada dan tubuh yang bersandar pada kursi
" Ji, jika kamu memiliki ibu tiri seperti ini. Apa yang akan kamu lakukan? " Tanya Biru sinis
" Aku? Kalau aku sudah pasti akan aku siksa
terlebih dahulu, sama seperti apa yang sudah dia lakukan pada putri tiri yang selama ini menganggapnya ibu. Kemudian ku serahkan dia pada kantor polisi. Kakak tahu kan, kalau orang yang telah menyebabkan kamu kecelakaan dan cacat telah kuberi pelajaran? Aku menginjak kakinya hingga patah baru ku serahkan pada kantor polisi. Keluarganya pun hancur berantakan. Tidak ada alasan untuk mengampuni orang yang bersalah.. Ingat gigi untuk gigi dan mata untuk mata. Jika kamu membiarkannya begitu saja, maka kamu hanya akan mempermalukan nama keluarga Kusuma "
Ji berkata dengan tenang, namun dari setiap kata yang dia keluarkan terdengar nada yang mengancam dan mengintimidasi membuat Sandra dan Mili merasa takut dengan nada bicara dan senyum yang Ji tunjukkan
" Ap apa? Ku Kusuma? "
__ADS_1
Sandra terbata - bata karena gugup setelah mendengar nama keluarga Kusuma
" Tentu saja. Kenapa? kamu takut? Tapi sayang sudah tidak ada kesempatan untukmu meminta ampun lagi "
" Ji,,, Jangan terlalu kejam begitu, kita tidak diizinkan menindas orang yang lemah. Karena aku berbaik hati sebagai menantumu, sebaiknya kamu memohon dan berlutut dihadapan Mili, mungkin dia akan memaafkanmu. Satu lagi, kamu harus mengakui setiap kejahatan yang sudah kamu perbuat selama ini! "
Sandra dengan cepat merangkak dan bersimpuh dihadapan Mili
" Mili, mama tahu mama telah banyak berdosa padamu. Mama yang telah mencelakai orang tuamu dengan memotong kabel rem mobil mereka. Dan menghilangkan semua bukti agar polisi mengatakan bahwa itu kecelakaan. Mama juga yang meminta Bayu untuk terus mengejar mu agar perusahaan bisa bergabung dan semakin berkembang. Mama juga bersedia membesarkanmu agar mama bisa melampiaskan setiap kekesalan mama padamu, dengan begitu mama bisa membayar rasa sakit hati mama pada ibu kandungmu "
Sandra berkata dengan derai air mata. begitu pun Mili. Air matanya tak lagi terbendung
" Kenapa mama begitu tega padaku? Aku tidak memiliki salah apapun terhadap mama, tapi kenapa mama melampiaskan kekesalan dan amarah mama padaku? Padahal aku menyayangi mama seperti ibu kandungku sendiri, tapi mama begitu tega terhadapku. Menyiksaku dari kecil, memukulku hingga badan ku penuh luka memar dan demam semalaman. Mengurungku diruang gelap yang hanya di diberi sebuah jendela kecil, merasakan kedinginan karena semalaman tidur digudang tanpa alas sama sekali, terkurung semalaman sendiri bahkan berhari - hari hanya ditemani tikus dan kecoa. Kenapa mama begitu tidak punya perasaan?hiks..hiks...
Cih,,,, bodohnya aku, meskipun mama memperlakukanku seperti itu sejak kecil, tapi aku selalu berfikir kalau mama melakukan itu karena aku yang salah. Mama pasti akan berubah dan menyanyangiku seperti ibu pada umumnya... hiks.. hiks.. hiks.. "
" Aku tidak ingin lagi mendengar apapun dari mulutmu. Aku tidak ingin punya hubungan apapun dengan orang sepertimu. Wanita licik sepertimu tidak pantas menerima maaf dari siapapun. Kamu hanya pantas masuk penjara untuk menebus semua dosa dan kesalahan mu! hiks.. hiks.. hiks.. "
Meskipum Mili berkata dengan derai air mata, namun tatapan kebencian dan amarah terlihat jelas dimatanya. Nada bicaranya pun terdengar begitu kesal dan penuh emosi
" Mili mama mohon maafkan mama. Mama tidak ingin masuk penjara, mama juga harus menyelamatkan perusahaan keluarga kita, besok adalah tanggal jatuh tempo pinjaman mama di bank. Kamu harus membantu mama agar perusahaan dan aset keluarga kita tidak disita oleh pihak bank! "
" Kita tidak memiliki hubungan apapun. Aku tidak peduli dengan semua aset keluarga Anggara. Dan aku lebih memilih kamu bangkrut dan masuk penjara daripada harus memaafkanmu dan membiarkan kamu bebas dari hukuman yang harus kamu terima "
" Maaf mengganggu kalian mantan ibu dan anak berseteru. Tapi bu Sandra, lihatlah ada banyak orang yang memperhatikan anda. Kurasa anda akan jadi seleb dadakan kali ini " Ji berkata dengan tenang dan menunjuk ke arah pintu agar Sandra bisa melihat kerumunan karyawan yang tengah mengambil gambar dan menguploadnya di sosial media mereka
__ADS_1
" Hentikan! Jangan memotret! Jangan mengambil gambar apapun! Hapus kembali gambar itu. Berikan padaku! "
Sandra dengan cepat berdiri dan menyambar ke arah kerumunan untuk merebut ponsel mereka, namun satupun tidak ada yang berhasil dia ambil.
" Ji apa menurutmu ini cukup? "
" Kurasa ini lumayan! Toh tanpa campur tangan kita sekalipun, perusahaan ini tetap akan dinyatakan bangkrut besok "
Jawab Ji dengan senyum tipis
" Tapi kurasa masih ada yang kurang? "
Bi terlihat berfikir dengan memegang dagunya menggunakan tangan kanannya
" Apa kamu tidak ingin memberinya hadiah Ji? Papi kan selalu mengatakan kalau kita harus berbuat baik dan membantu orang yang sedang kesusahan termasuk bu Sandra ini "
Bi tersenyum sinis
" Tentu aku orang yang dermawan. Aku sudah menyiapkan hadiah berupa tempat tinggal untuknya selama beberapa tahun. Bisa jadi dia akan tinggal disana untuk sisa hidupnya "
Ji tersenyum sinis saat mengatakannya, kemudian dia mengeluarkan ponsel dan menekan nomor telepon
" Halo kantor polisi. Aku ingin melaporkan kasus kejahatan. Rekamannya sudah aku kirim. Anda bisa menangkapnya langsung di perusahaan Anggara sebelum dia kabur!"
Ji sedikit mendelik kepada Sandra
__ADS_1
" Apa ini yang kamu bilang hadiah? kalian mejebakku! Siapa kalian sebenarnya? Kenapa kalian ikut campur urusanku? "
" Kami? Kami ini hanyalah pebisnis biasa. Apa kamu tahu JB Companies dan Taeson Elektronik? Kami pemilik perusahaan itu. Dan kami ini saudara kembar. Kamu telah mengusik Biru dan juga istrinya, tentu saja aku akan menyaksikan pertunjukan bagus ini. kenapa....? Karena aku suka ketika melihat orang yang berusaha mengusik kami jatuh "