Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Apa hari ini juga akan jadi hari sialku?


__ADS_3

" Bi, apa kamu tahu tempat tinggal Bina? "


Ji sedang menelepon Biru diruangannya sambil memandang keluar jendela


" Untuk apa kamu menanyakan tempat tinggalnya? "


Kata Bi datar dengan kedua alis yang hampir menyatu karena penasaran


" Aku ingin mengajaknya untuk bekerja denganku! "


" Apa yang sedang kamu rencanakan? Aku yakin kamu punya sesuatu "


Nada menyelidik terdengar dari Biru.


Ji tersenyum kemudian berkata


" Aku hanya ingin membantunya menyelesaikan urusan masa lalu yang belum selesau, itupun kalau dia mau. Jika dia tidak mau, tentu aku akan bermain sendiri "


" Ada yang sedang bermain - main denganmu? Siapa dia? "


Biru terdengar khawatir


" Tenang saja, aku bisa mengatasinya sendiri. Kamu urus saja masalah keluarga Mili itu! "Kata Ji dengan tenangnya


" Ya sudah, jika kamu butuh bantuan, katakan saja padaku. Aku masih banyak pekerjaan, nanti ku kirimkan alamatnya! "


" Baiklah terimakasih "


Bi menutup panggilannya. Tak lama ponsel Ji bergetar. Dilihatnya itu adalah pesan singkat yang Bi kirim berisikan alamat tempat tinggal Bina. Ji tersenyum mendapat alamatnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ketika kedua kakaknya sedang sibuk dengan urusan mereka. Maka sang adik sedang sibuk di apartemen Ji mencari dompetnya yang hilang


" Kemana perginya dompetku? Masa iya dompetku hilang? "


Vio mengeluarkan semua isi tasnya. Semuanya berserakan di lantai, bahkan baju yang dia beli kemarin pun ikut tergeletak.


" Tenang Vio, tenang. Ingat,,, ingat,,, dimana kamu terakhir mengeluarkannya! "


Vio berbicara sendiri dengan kedua jari telunjuknya di ketakkan dekat dengan pelipisnya.


Seakan mendapatkan ide dia sedikit berteriak


" Ah di mall! terakhir kali aku mengeluarkan dompet saat aku membayar baju itu. Hadooh bagaimana ini? "


Vio memukul keningnya sendiri


Disaat Vio sedang kebingungan. Rian sedang tersenyum sendiri memandangi dompet Vio yang diambilnya saat jatuh di mall kemarin. Dia bergumam


Violeta Indriani Putri Kusuma.... Kusuma? Apa mungkin kamu putri dari legenda bisnis yang berkuasa Yudha Arya Kusuma? Jika benar begitu,,,, berarti kamu itu adalah adik dari Biru?


Senyumnya semakin lebar ketika dia teringat Biru.

__ADS_1


Aku harus bertemu dengan Bi, sekarang juga!


Rian meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja dihadapannya. Dia kemudian menghubungi nomor Biru..


Tuut tuut tuut


Setelah menunggu beberapa lama akhirnya Biru mengangkat panggilan teleponnya


" Halo "


Terdengar suara Biru yang datar dari ujung telepon


" Halo Bi, apa kamu sibuk? "


Rian mencoba basa basi kepada Biru


" Aku selalu sibuk. Jika tidak ada hal yang penting, lebih baik jangan menghubungi ku! "


Bi hendak menutup teleponnya, tapi Rian dengan cepat berkata


" Tunggu Bi, dompet adikmu ada padaku! "


Biru terdiam tak bersuara, setelah beberapa lama terdiam barulah dia kembali bersuara


" Bagaimana kamu tahu kalau itu dompet adikku? dan juga, adikku yang mana yang kamu maksud? "


Kata Biru dengan dinginnya


Kata Rian dengan tenang


" Antarkan ke kantorku sekarang juga! "


Nada bicara Bi tegas tanpa ingin dibantah


" Kantormu yang mana Bi? "


" Taeson Elektronik! "


" Bi,,, bolehkah,,, kalau aku yang berikan sendiri kepada adikmu? Aku minta nomor teleponnya ya? "


Rian berkata dengan ragu kepada Biru


" Tidak boleh. antarkan sekarang juga! "


" Tapi kan Bi,,, Tut tut tuuuut "


Acch sialan, Bi langsung menutup teleponnya begitu saja!


Bi langsung menutup telepon dari Rian dan itu membuatnya kesal.


" Sudahlah, langsung ke kantor dia saja. Sebelum kakak singa marah besar! "


Rian bersiap untuk segera pergi ke perusahaan Biru

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Halo Vio "


" Ya, kak Bi? "


Biru langsung menghubungi Vio setelah dia menutup telepon dari Rian


" Apa kamu kehilangan dompetmu? "


Bi langsung bicara pada intinya


" Iya kemarin dompetku hilang. Bagaimana kakak bisa tahu kalau aku kehilangan dompetku? "


Vio terdengar kebingungan


" Kamu datang ke Taeson Elektronik sekarang! Kemarin temanku yang menemukan dompetmu! "


" Benarkah?


Baiklah kak, aku kesana sekarang! "


Vio menutup telepon dan segera bersiap menuju kantor Bi...


Setelah beberapa lama Rian tiba dikantor Biru menggunakan mobil sport dan pakaian rapi. Tentu ketika seseorang turun dari mobil mewah pasti akan jadi pusat perhatian, Ditambah lagi jika yang turun dari mobil itu adalah pria tampan. Waktu seakan berhenti berputar karena semua mata karyawan wanita akan terus menatapnya tanpa berkedip sekalipun.


Bahkan ketika Rian menghampiri meja resepsionis dan bertanya pada mereka. Tapi mereka tidak langsung memberi tanggapan


" Permisi nona nona. Saya ingin bertemu dengan pak Biru! Maaf nona! "


Rian terus melambaikan tangan di depan kedua resepsionis agar mereka sadar.


Lambaian tangan Rian akhornya membuyarkan lamunan mereka


" Ma,, maaf pak, ada yang bisa saya bantu? "


Kata salah seorang resepsionis dengan suara terbata


" Ruangan Pak Biru dimana ya? Saya sudah punya janji dengannya "


Kata Rian dengan senyum ramah


" Oh ruangannya ada dilantai 8. Anda bisa langsung naik menggunakan lift disebelah sana "


Kata resepsionis sambil menunjuk ke arah lift, Rian mengikuti arah yang ditunjuk dan berkata dambil tersenyum


" Terimakasih! "


Setelah Rian berjalan menuju lift dari belakang Vio melihatnya


Bukankah itu pria yang kemarin dimall?


Pria yang bersama gadis aneh itu. Apa hari ini juga akan jadi hari sial ku?

__ADS_1


__ADS_2