
" Aku telah sedikit menggertak mereka. Aku yakin mereka akan lebih waspada kali ini. Tapi bukankah sekertaris tuan Fabian telah ditemukan? Informasi apa yang bisa kamu dapatkan darinya? "
Tanya Ji setelah mereka duduk direstoran dan memesan minuman
" Aku tidak dapat informasi apapun. Dia seperti orang mabuk saat bertemu denganku. Jadi aku membiarkan dia pulang "
" Aku harus menemui dia, apa rumahnya jauh dari sini? "
" Sepertinya tidak, sebelumnya pak Jek memberitahukan padaku alamat rumahnya. Oh mengenai pak Jek, kenapa kamu tidak membiarkan dia ikut dengan kita? Apa kamu mencurigai dia juga? "
" Tidak, hanya saja aku memiliki alasanku sendiri kenapa tidak membuatnya terlibat. Dengan begini dia akan menjadi target untuk jadi kambing hitam orang itu. Orang itu akan mencari cara agar bukti mengarah pada Jek. Bisakah kita kerumah sekertaris itu? "
" Baiklah, setelah ini kita pergi kerumahnya "
Mereka melanjutkan perbincangan dengan minum teh juga cemilan. Setelah selesai Leo membawa Vio dan Ji menuju rumah sekertaris itu
Tok tok tok
Ceklek
tak lama pintu dibuka dan terlihatlah Deby sang mantan sekertaris dari balik pintu
" Tuan muda, maaf ada urusan apalagi? Saya sudah mengatakan kalau saya tidak tahu apa - apa "
Kata Deby begitu melihat Leo
Jingga langsung berjalan masuk melewati Deby tanpa menunggu dipersilakan masuk terlebih dahulu, di ikuti Leo dan Vio dibelakangnya. Deby hanya diam melihat tamunya telah duduk di sofa
" Aku datang kesini bukan untuk bertamu, tapi ingin menanyakan perihal orang yang mencurigakan saat kamu membuat teh untuk tuan Fabian terakhir kali "
Nada bicara Ji begitu dingin dengan tatapan mata yang tajam
" Apa maksudmu? Jadi,,, kamu mau mengatakan kalau,,, teh yang aku berikan pada tuan Fabian,,, mengandung racun? "
Deby terlihat gemetar menjawab pertanyaan Ji
" Kamu tahu siapa aku? "
__ADS_1
Tanya Ji acuh tak acuh
" Tidak, memangnya siapa kamu sehingga aku harus mengenalmu? "
Deby menjawab dengan nada sombong setelah menguasai kegugupannya. Jingga yang tadinya duduk dengan menyandarkan tubuhnya dan melipat kedua kakinya, kini dia duduk dengan tegap
" Aku, Jingga Riani Putri Kusuma. Seharusnya kamu sudah mendengar berita tentangku akhir - akhir ini, yang menyebutkan bahwa aku adalah putri dari Yudha Arya Kusuma yang memiliki sifat berdarah dingin dan sama kejamnya dengan papi. Apa kamu sama sekali tidak menonton televisi atau membaca koran? Kamu berani menyinggung ku? Kamu tidak takut jika aku melakukan sesuatu yang merugikanmu? "
Jingga berkata dengan sangat tenang, namun sorot mata yang tajam dan nada yang mengintimidasi membuat atmosfer dalam ruang tamu itu seketika berubah. Wajah Deby pun seketika ikut berubah pucat.
" Nona Jingga, maaf saya tidak bermaksud menyinggung anda tapi,,, "
" Katakan informasi yang kami butuhkan dan kamu akan mendapatkan imbalan, tapi jika kamu berani mengatakan kebohongan. Maka kamu akan tahu akibatnya! "
Nada bicara Ji yang penuh dengan ancaman, membuat Leo, Vio, dan Deby menelan ludah mereka
" Saya,, saya,, sebelumnya saya melihat seorang pria keluar dari pentri ketika saya mengambil sendok setelah saya membuat teh untuk tuan Fabian. karena dia salah satu pengawal tuan, jadi saya tidak menegur atau menanyakan apapun padanya. Dan saya juga tidak mencurigainya "
" Saya hendak menceritakan ini semua pada tuan muda ketika pak Jek menjemput saya tempo hari untuk bertemu tuan muda. Namun seseorang menyuntik saya dengan obat dan membuat saya tidak sadar dengan apa yang saya lakukan "
" Apa orang itu masih menghubungi mu? "
Deby tertunduk ketika mengatakannya
" Bagus! Kalau begitu kamu harus membantu kami. Sebagai imbalannya aku berjanji akan membiarkan mu dirawat dipanti rehabilitasi hingga sembuh dan membiayai keluarga mu selama kamu menjalani pengobatan. Pasti kamu tidak ingin selalu bergantung pada obat - obatan itu kan? "
Ji memicingkan matanya ketika bertanya
" Banarkah apa yang anda katakan? Anda tidak akan menipu saya kan? "
Deby terlihat senang namun juga tidak percaya
" Tentu saja. Aku tidka pernah main - main dengan apa yang aku ucapkan! "
" Kalau begitu saya setuju. Saya akan membantu kalian sebisa mungkin "
" Kamu cukup kabari aku ketika kalian akan bertemu, dan bawa ini bersamamu! Letakkan ini di sekitar orang itu, agar aku bisa merekam dan memantau setiap percakapan dan gerak gerik yang akan diambilnya . Jangan sampai ada yang tahu, jika sampai kesepakatan kita ini bocor. Kamu harus membayar mahal atas semuanya, karena aku tidak suka pengkhianat! "
__ADS_1
" Baik nona! "
Deby menerima alat penyadap kecil seperti kancing dari Ji
" Itu saja yang ingin aku bicarakan denganmu. Hubungi aku jika kamu mengetahui sesuatu yang penting! "
Ji meletakkan satu lembar kartu nama miliknya diatas meja dan berjalan keluar dari ruangan itu
" Vi, apa kakak mu memang gadis yang sombong dan menyemkan seperti ini? Rasanya dadaku sesak melihat sikap dingin dan tegasnya tadi "
Bisik Leo pada Vio yang berjalan dibelakang Ji
" Aku sering mendengar kalau dia adalah gadis berdarah dingin dan kejam. Tapi sikapnya yang seperti ini, aku juga baru melihatnya, Oh tidak, saat kak Rian itu, dia juga terlihat anggun tapi menyeramkan! "
Jawab Vio yang juga berbisik pada Leo
" Jika kalian berdua ingin bertanya maka tanyakan saja! "
Kata Ji tanpa menoleh kearah mereka
" Kak, apa kak Ji yakin gadis itu bisa dipercaya? "
" Kita tidak punya pilihan, lagipula gadis itu juga tidak akan berani macam - macam denganku. Aku tinggal memberinya pelajaran ketika dia berani membohongiku! "
" Kakak sungguh menyeramkan, bagaimana kak Ji bisa bersikap seperti ini? "
" Kamu lupa, kalau aku dan Bi belajar bisnis dari kecil dan kami juga selalu belajar bagaimana caranya menangani masalah. Menurutku, aku tidak kejam hanya saja aku sedikit memberikan mereka pelajaran yang tidak akan pernah mudah untuk mereka lupakan "
Ji sedikit menyeringai saat mengatakannya
Sementara itu Deby di dalam tengah menghubungi orang kepercayaan yang menyuntiknya dengan obat
" Halo, baru saja tuan muda dan kekasihnya datang kemari dia menanyakan perihal orang yang ku curigai saat membuat teh terkhir untuk tuan Fabian "
"Benarkah? Lantas apa yang kamu katakan? "
" Aku bilang kalau ada pria diruangan itu, karena dia pengawal dari tuan jadi aku tidak menegurnya. Tapi aku tidak mengatakan siapa orang itu "
__ADS_1
" Bagus. Jika Leo menemuimu lagi kamu harus membuatnya mencurigai orang kepercayaannya terlebih dahulu. Dengan begitu dia tidak akan lagi memiliki perisai untuk melingungi dirinya. Karena Jek juga orang yang berbahaya, dia orang yang teliti dan juga tidak menyukaiku. Meskipun Leo mati, aku tidak akan mendapatkan apa - apa selama dia masih menentang ku. Jadi dia harus disingkirkan terlebih dulu dari sisi Leo "