
" Nona, aku ini pria dewasa yang tampan dan juga mapan. Kurasa aku tidak terlalu buruk sampai harus mencari sembarang wanita untuk aku nikahi! "
" Cih, menyebalkan! "
Kau sangat menggemaskan jika sedang kesal seperti itu Ji
Ed tersenyum melihat Ji yang tampak kesal, kemudian meraih tangan Ji, menggenggamnya erat dan menatap matanya lekat penuh kelembutan dan berkata
" Ji, tidak ada wanita lain yang ingin aku nikahi selain kamu, dari kecil sampai hari ini hanya kamu. Kamu sudah memenuhi tempat diseluruh ruang hatiku. Tidak ada tempat lagi sedikit pun untuk wanita lain disana. Aku hanya menunggumu. Mununggu hingga kamu siap memberikan hati dan jiwamu sepenuhnya kepadaku dan menjalani sisa hidupmu bersama denganku. Aku akan terus menunggu hingga kamu mengatakan ' Ya ' untuk menikah dengan ku "
" Tuan Jendral,, anda pandai sekali berkata manis. Apakah anda juga mendapatkan pelatihan khusus untuk ini, hah? "
" Hahaha, kau ini Ji. Hanya pandai merusak suasana yang ku buat dengan pertanyaan konyol mu itu. Ji, yang pandai itu mulutku, yang manis bagai madu itu kata - kata ku, dan yang jadi lebahnya itu adalah kamu, karena kamu yang selalu membuatku pandai untuk merangkai kata - kata yang begitu manis untuk aku ucapkan! "
" Sudahlah, hentikan gombalan mu itu. Aku merasa kesal mendengarnya "
Ji memalingkan wajahnya dari Ed
"Aku tidak akan berhenti. Kata - kata manis yang hanya untukmu ini akan terus ku ucapkan sampai kamu akan terbiasa nantinya. Bahkan setelah kita menikah aku akan terus menghujanimu dengan setiap perhatian dan kasih sayangku "
" Ya terserah kamu saja!
Besok kamu berangkat jam berapa? "
Ji mengalihkan pembicaraan mereka
" Aku harus berangkat pagi - pagi sekali untuk misi besok "
" Apa misinya berbahaya? "
Meskipun Ji tidak mau mengakuinya, tapi Ji terlihat begitu khawatir. Ed tersenyum sambil mengusap kepala Ji dengan penuh kelembutan
" Tidak, semua akan baik - baik saja. Tidak perlu khawatir. Aku sudah janji akan pulang saat kamu keluar dari rumah sakit! "
Tok tok tok..
__ADS_1
Ceklek
Suara ketukan dan pintu yang terbuka mengalihkan perhatian Ji dan Ed ke arahnya. Dilihatnya Gina dan Yudha yang datang kerumah sakit
" Apa kami mengganggu kalian? "
Kata Gina dengan lembut dan senyum yang ramah
" Om, tante. Tidak sama sekali. kami hanya sedang berbincang saja. Bagaimana kabar om dan tante? "
Ed berdiri dan mendekati Gina dan Yudha
" Kami baik, Terimakasih Ed. Ji, bagaimana kabarmu hari ini? "
" Aku sudah lebih baik mih, pih. Kata dokter, aku bisa pulang dalam beberapa hari kedepan "
" Syukurlah kalau begitu. Apa kalian sudah makan siang? "
Ji dan Ed menganggukkan kepala
" Ji, kami harus kembali ke negara A. Bagaimana kalau Vio yang menemanimu selama disini? "
Ji menggelengkan kepalanya perlahan
" Tidak perlu mih, dia harus kuliah. Lagipula disini ada Bi yang menemani ku kalau Ed tidak bertugas "
" Apa kamu yakin Ji? "
" Tentu saja pih.
Pih, mih, ada yang ingin Ji sampaikan sama papi dan mami! "
" Ada apa? Katakan saja Ji, tidak perlu ragu begitu! "
" Ji memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis pih. Ji akan mengelola perusahaan ** Companies dan Bi akan mengelola Taeson Elektronik "
__ADS_1
Yudha dan Gina saling menatap heran kemudian tersenyum
" Tentu saja papi dan mami setuju. kalian berdua sudah belajar bisnis dari kecil. Mana mungkin papi melarang mu. Malah papi sangat senang kalau kamu masuk dunia bisnis. Karena papi yakin kolaborasi kalian berdua bisa menggemparkan dunia bisnis. Kamu tidak masalah kan Ed kalau Ji jadi bisnis woman? "
Yudha sangat antusias tapi dia masih terlihat begitu tenang
" Tentu saja tidak om. Saya malah senang kalau dia tidak menjadi model. Jadi, tidak akan banyak pria yang selalu memperhatikan dia kalau sedang pergi ke suatu tempat "
" Ed, kenapa kamu juga tidak mengelola bisnis papamu saja? Dia juga pebisnis handal. Om yakin kalau kamu juga memiliki bakat bisnis dan tidak hanya bertalenta dalam militer saja "
" Ed lebih suka jadi tentara om. Dalam bisnis, biar Ed mendampingi dia saja "
Tunjuk Ed kepada Ji dengan menggerakan dagu juga mata ke arahnya
" Ya sudah terserah kalian saja "
Keesokan harinya Ji menghubungi Adel, manajer pribadinya dan memintanya datang kerumah sakit
" Hai Ji, bagaimana keadaan mu sekarang?
Maaf, karena aku tidak pernah mengunjungi kamu selama disini "
Adel tertunduk karena merasa bersalah
" Aku jauh lebih baik, dan beberapa hari lagi aku sudah di izinkan pulang. Tidak apa Del. Aku mengerti kesibukanmu. Aku meminta mu kesini, karena ingin menyampaikan sesuatu padamu! "
" Ada apa Ji? Sepertinya masalah yang cukup serius "
Ji mengiyakan tebakan Adel
" He em, aku memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis dan meninggalkan dunia modeling "
Adel terbelalak tak percaya
" Kenapa? Apa kamu trauma karena kejadian kemarin? Aku jamin itu tidak akan terjadi lagi, waktu itu aku lalai karena meninggalkan mu dan pulang terlebih dahulu "
__ADS_1
" Bukan karena itu, hanya saja aku ingin mengasah kempuan ku dibidang bisnis "