
Pak Sanggara begitu terkejut mendengar kalau Biru telah meminjamkan uang kepada Rian sebelumnya. Dia hanya tertunduk sambil meremas tangannya sendiri karena marah
" Apa Rian tidak memberitahu pak Sanggara kalau dia juga telah mengajukan pinjaman kepada saya sebelumnya? Alex tolong bawakan surat perjanjian kita dengan Rian waktu itu! "
Kata Bi ketika Alex yang mengantarkan kopi untuk mereka
" Baik pak! "
Alex kembali meninggalkan ruangan Bi untuk mengambil surat perjanjiannya. Setelah ditemukan, dia kembali ke dalam dengan surat perjanjian ditangannya
" ini pak surat perjanjiannya "
" Berikan pada pak Sanggara! "
Alex mengsngguk dan memberikan surat perjanjian itu pada ayah Rian, dia membacanya dengan teliti kemudian meremas ujung kertas yang dia genggam
" Bisa - bisanya dia membohongiku! Mengatakan padaku kalau Biru hanya memberikan 5 Milyar saja. Mau ditaruh dimana mukaku sekarang? Dan lagi, aku akan mendapat uang dari mana lagi? Aku harus bertanya pada Rian. Dia kemanakan uang yang begitu banyak itu "
Kata pak Sanggara dalam hati. Biru memperhatikan perubahan ekspresi dari wajah pak Sanggara dan tersenyum tipis
" Sepertinya saya dan Rian mengalami sedikit miss komunikasi. Saya harus kembali ke kantor dan menanyakannya terlebih dahulu kepada Rian! Maaf karena telah mengganggu waktu pak Biru! "
Kata ayah Rian sambil bangkit dari duduknya
" Apakah anda akan pergi secepat ini? Minumlah dulu kopi anda pak Sanggara. Aku yakin Rian punya alasan kenapa dia sampai melakukannya! "
" Anda benar pak Biru, Tapi saya harus pergi dan memastikan secepatnya sendiri sebelum perusahaan saya benar - benar jatuh! "
" Baiklah jika pak Sanggara memang bersikeras. Saya tidak akan menahan anda lagi "
Biru berdiri dari duduknya dan kembali berjabat tangan dengan ayah Rian
" Maaf karena saya tidak dapat mengantar anda keluar "
" Tidak perlu repot pak Biru! Maaf karena saya menyita waktu pak Biru. Permisi! "
Biru tersenyum tipis sambil menganggukkan kepala
" Benar kan yang ku katakan sebelumnya? Rian tidak mungkin memberikan semua uang itu untuk Perusahaanny. Dia pasti menggunakan sebagian besat uang itu untuk berfoya - foya dengan gadis yang kita temui di mall waktu itu "
" Kamu benar Bi, sekarang tidak hanya perusahaan mereka di ambang kebangkrutan, tapi juga hubungan ayah dan anak itu akan jadi renggang "
Kata Alex dengan senyum sinis
__ADS_1
" Biarkan saja. Kita tidak melakukan apa - apa. Itu adalah salahnya sendiri. Yang jelas perusahaan itu akan bangkrut dalam hitungan jam. kita jami6kan perusahaan iti ke bank atas pinjaman kemarin. Jadi bank bisa menyita semua aset dan barang uang mereka miliki tanpa harus mengotori tangan kita sendiri. Kamu mengerti kan? "
" Tentu saja Bi. Aku akan segera menghubungi pihak bank yang bekerja sama dengan perusahaan kita selama ini "
" Bagus. Lakukan sekarang juga! "
" Siap bos! "
Alex pun pergi meninggalkan ruangan Biru untuk menghubungi pihak bank yang bekerja sama dengan Taeson Elektronik dan JB Companies
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tuut tuut tuut
" Kenapa tidak di angkat Vi? Apa kamu begitu marah padaku? "
Gumam Rian yang sedang berusaha menghubungi Vio.
Tuut tuut tuut
Rian berkali - kali mencoba menghubungi Vio.
" Halo,,, "
" Halo Vi. Akhirnya kamu menerima telepon dariku "
" Ada apa lagi kak Rian menghubungiku? Kemarin sudah ku katakan kalau kak Rian bebas menghubungi wanita manapun! "
Suara Vio terdengar ketus
" Vi, biar aku jelaskan padamu terlebih dahulu. Gadis kemarin itu saudaraku. Aku hanya menemaninya saja. Hubungan kami begitu dekat, karena itu dia memanggilku sayang "
" Owh jadi begitu. Lantas apa hubungannya dengan ku? Kita kan memang bukan sepasang kekasih, jadi kak Rian bisa jalan dengan gadis manapun! "
" Ayolah Vi. Kita sudah sepakat kalau kamu akan memberikanku kesempatan untuk bisa dekat dan menjalin hubungan yang lebih serius denganmu. Aku tidak mau kedekatan kita berakhir hanya karena salah paham mengenai seorang gadis saja! "
Ji yang berada di dekat Vio memberikan kode padanya untuk menerima permintaan maaf Rian
" Baiklah, untuk kali ini aku maafkan kak Rian. Tapi bukan berarti aku setuju untuk menjadi pacar kak Rian "
Vio terpaksa menuruti keinginan sang kakak meskipun dia sama sekali tidak suka
" Tidak apa, yang penting kamu memaafkan aku dulu. Nanti kamu pasti akan melihat ketulusanku padamu dan menerimaku jadi pendampingmu! "
__ADS_1
" Cih siapa juga yang sudi menjadi pacarmu. Kak Leo 10 kali lipat bahkan 100 kali lipat lebih baik daripada kamu! "
Gerutu Vio dalam hatinya
Brak!!
Ayah Rian masuk tanpa meminta izin dan menutup pintu dengan kencang
" Vi sudah dulu ya. Nanti aku hubungi kamu lagi. Sampai jumpa! "
Rian langsung menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari Vio
" Apa - Apaan dia? Main tutup teleponnya begitu saja. lagian siapa juga yang mau jadi pendamping mu? Kak Ji juga, untuk apa memintaku dekat lagi dengannya? Padahal aku sudah senang karena punya alasan untuk bisa lepas dari dia. Tapi sekarang malah harus kembali bersama dengannya "
Vio meluapkan kekesalannya pada Ji
" Sabarlah Vi, kamu akan terbebas darinya setelah dia bangkrut dan tidak bisa bersikap sombong lagi. Itu tidak akan lama. Percaya padaku! "
Ji berkata dengan sangat tenang dan senyum tipis dengan tatapan mata yang tak dapat diartikan
" Kak Ji yakin, kalau aku bisa terlepas darinya? "
" Tentu saja, Saat itu tiba. Mintalah pacarmu kesini untuk menjemput mu, sekaligus berpamitan pada Rian. Aku bisa bayangkan bagaimana wajahnya ketika melihat kamu pacaran dengan mantan asistennya "
Vio yang tadi memasang wajah cemberut kini mulai tersenyum
" Wah, kak Ji pandai. Ini akan jadi tamparan keras untuknya karena kalah dari mantan asistennya sendiri "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara itu ditempat Rian
" Papa kenapa masuk tanpa mengetuk pintu dan malah membanting pintu seperti itu? "
Kata Rian setelah menutup telepon Vio
" Rian, keuangan kita masih tidak stabil. Apa kamu memiliki cara lain untuk merubah ekonomi perusahaan kita? saat papa yang memegang kendali dengan didampingi Leo, masalah seperti ini tidak pernah terjadi. Dia selalu memberikan pengaturan yang baik mengenai klien dan semua jadwal papa. Kenapa kamu tidak bisa seperti dia? "
" Jadi papa tergesa - gesa hanya untuk membahas Leo? Cara kerjanya tidak cocok denganku pa. Lagi pula aku pasti bisa menyelesaikan masalah perusahaan kita! "
" Apa kamu sudah berhasil mendapatkan pinjaman tambahan selain uang 5 milyar dari Biru saat itu? Kamu meminjam lebih banyak lagi darinya? "
Selidik ayah Rian
__ADS_1
" Aku hanya mendapatkan 5 milyar saja darinya. Ternyata meskipun kami berteman prinsip dia dalam bisnis begitu kuat. Katanya tidak ada istilah kawan dalam bisnis, yang ada adalah pesaing "
" Jadi begitu? Kamu anggap papa ini apa? Apa perusahaan ini sama sekali tidak penting bagimu? Bisa - bisanya kamu membohongi ayah kandungmu sendiri, hah? Dasar anak tidak berbakti, tak tahu diri! "