
" Kak Ji, aku pulang dulu ya. Nanti aku akan main kemari lagi "
Vio berpamitan kepada kakaknya sebelum dia berangkat ke bandara bersama Leo
" Lebih baik tidak usah kemari. Sungguh merepotkan ada kamu disini "
Jawab Ji acuh tak acuh
" Cih, menyebalkan! Ingat, kalau kakak dapat mobil baru dari kak Bi karena aku! "
" Terserah kamu saja! "
" Kak Ed, titip kak Ji ya! Jangan sampai dia menerkam seorang gadis (Maksud Vio adalah dia memperingatkan Ed agar tidak macam - macam dengan gadis lain. Kalau tidak Ji akan bertindak) "
Pesannya sambil tersenyum riang
" Tenang saja. Tidak akan ada kesempatan untuknya menerkam gadis manapun, karena sebelum itu, aku yang akan menyingkirkan para gadis agar tidak berani mendekat "
" Aku pergi dulu! Sampai jumpa kak! "
" Hati - hati dalam perjalanan, nanti kabari aku! "
Pesan Ji ketika melihat Vio hendak naik mobil bersama Leo. Leo hanya tersenyum hangat kepada Ji dan Ed. Kemudian mereka segera masuk ke dalam mobil
" Kita berangkat sekarang! "
Perintah Leo kepada supirnya. Mereka pun berangkat menuju bandara. Tak luput Vio melambaikan tangan pada Ji ketika mobil yang mereka tumpangi akan berangkat. Tentu Ji membalas lambaian itu dengan senyum manis
" Apa kamu sedih berpisah lagi dengan kakakmu? "
Tanya Leo yang melihat wajah Vio murung dengan kepala tertunduk
" Tentu saja aku sedih karena harus berjauhan lagi dengan mereka. Mereka sudah lama tidak pulang ke rumah. Tapi aku juga rindu sama papi dan mami. Lagipula, aku tidak tahu harus melakukan apa jika terus berada disini. Mereka berdua kan selalu saja sibuk.. Ya,, meskipin dirumah juga sama saja, karena papi dan mami juga orang yang sibuk "
" Kamu sekarang tidak perlu bingung lagi memikirkan apa yang akan kamu lakukan! Karena sekarang kamu harus bekerja sebagai asisten pribadiku! "
Vio menatap Leo lekat
" Bagaimana jika papi tidak mengizinkan? Mungkin papi dan mami memintaku masuk ke salah satu perusahaan mereka? "
__ADS_1
" Aku yang akan bicara pada om Yudha, agar dia mengizinkan kamu untuk ikut denganku tinggal di daerah selatan! "
" Kak Leo yakin sekali kalau papi akan mengizinkan ku? "
Vio berkata dengan mata yang sedikit mendelik
" Tentu saja, karena bagaimanapun caranya kamu harus tetap berada disampingku. Cukup sulit untukku menahan rindu karena hubungan jarak jauh kita sebelumnya. Aku tidak akan mau lagi memiliki hubungan jarak jauh "
" Kalau begitu kak Leo harus memikirkan cara agar papi mengizinkan aku pergi dengan kak Leo! "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Sebenarnya kamu bisa melakukan pekerjaan mu dengan benar atau tidak?
Sudah lama sejak aku memintamu untuk menyingkirkan ayah dan anak itu. Tapi sampai sekarang mereka masih melenggang bebas kesana kemari "
Sandy sedang menghubungi pembunuh bayaran yang dia sewa sebelumnya
" Maaf bos, tapi kami belum menemukan waktu yang pas, karena mereka selalu dikawal oleh penjaga "
Jawab si pembunuh bayaran yang berusaha membela diri sendiri
Sandi yang kesal mengakhiri panggilan teleponnya
" Dasar orang - orang tidak berguna. Entah bagaimana aku bisa mempekerjakan mereka semua! "
Gerutu Sandi yang kesal
" Ada apa pah? Kenapa papa terlihat begitu kesal? Apa yang terjadi hal yang buruk? "
Tanya Melia yang melihat sang ayah tengah gusar
" Tidak ada. Hanya saja ada sedikit masalah dengan orang suruhan papa "
Katanya berusaha kembali santai tanpa menunjukkan amarahnya, kemudian dia memperhatikan sang putri yang telah rapih " Kamu sudah berdandan cantik begini mau pergi kemana sayang? "
" Aku ada janji dengan Yasmin pah. Aku akan pergi bersamanya ke mall! "
" Baiklah, hati - hati sayang! "
__ADS_1
" Iya pah, dah papa. Muach! "
Pamit Melia yang kemudian mencium pipi sang papa
" Aku harus bisa mengambil alih seluruh aset yang dimiliki Fabian. Bagaimana pun caranya aku harus bisa mendapatkannya. Ini demi Melia. Aku tidak ingin Melia mendapatkan pria biasa saja karena kami tidak bergelimang harta. Jika Aku memiliki seluruh harta Fabian. Aku yakin tidak akan sulit untuk mendapatkan pria mana pun yang di inginkan oleh Melia "
Pikir Sandy yang terus menatap punggung putrinya yang semakin menjauh
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dinegara F. Ji masih menghabiskan waktu bersama dengan Ed
" My queen, sepertinya aku juga harus pulang ke negara A untuk memeriksa persiapan pernikahan kita. Aku ingin memastikan semuanya sendiri agar tidak ada kekurangan saat pesta pernikahan kita "
" Kamu kan tinggal menghubungi mamiku atau ibumu saja. Kenapa harus pergi kesana? "
" Sayang, karena aku sedang tidak bertugas, tentu aku juga ingin melakukan sendiri persiapan pernikahan kita. Aku ingin hari itu menjadi hari yang spesial dan tak terlupakan "
" Bukankah kita sepakat untuk tidak membuat pesta besar? "
Ji memicingkan matanya menatap heran pada Ed
" Kita tidak punya alasan lagi untuk tidak membuat pesta besar - besaran. Kalian sudah dikenal sebagai putra dari raja bisnis. Apa kata orang nanti kalau pestanya biasa saja? Apalagi aku juga memiliki jabatan yang cukup tinggi dan bisa dibanggakan sebagai pendampingmu. Aku tidak ingin kehilangan kesempatan apapun untuk merayakannya "
Ed berkata dengan senyum penuh kebanggaan
" Ternyata tuan Jendral ini sombong juga ya, hemn..? Kapan kamu berencana akan berangkat kesana? "
" Ehm,, mungkin besok. Karena hari ini, aku ingin menghabiskan waktu dengan ratu yang cantik ini "
" Berhentilah merayuku. Aku merasa geli sekali mendengarnya "
Ji berkata dengan wajah yang berubah merah
" Jika aku tidak merayu mu, makan siapa lagi yang harus aku rayu? Tidak mungkin jika aku harus merayu gadis lain selain kamu. Karena semua kata manis, sikap lembut dan hangatku semua hanya tertuju untukmu. Tidak untuk yang lain. Tidak ada yang lebih pantas mendapatkan pujian dariku selain kamu"
Sebenarnya Ji merasa tersanjung dengan setiap kata manis yang Ed ucapkan. Itu membuat hatinya tenang dan berbunga tapi Ji merasa malu untuk bersikap manja dan lembut dihadapan Ed. Jadi dia hanya berusaha untuk menahan senyum dengan memalingkan wajah merahnya dari Ed
Ed tersenyum setiap kali mendapati sikap salah tingkah yang Ji tunjukkan ketika dia merayunya. Karena itu Ed sangat senang menggoda gadisnya ini. Meskipun orang lain melihat dia sangat dingin dan kejam, tapi hanya Ed seorang yang tahu sisi lainnya ini.
__ADS_1