
Ji melewati beberapa hari terakhir sendiri dirumah sakit. Ed belum kembali dan Bi sedang sibuk
Tok tok tok,,,
Terdengar suara pintu yang menghilangkan keheningan dikamar Ji
" Masuk! "
Ji mempersilakan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.
Ceklet... krieeet
Terlihat seorang wanita cantik dengan seragam tentara berjalan memasuki ruangan dan mendekatinya. Ji mengernyitkan dahi sambil berkata dalam hati
Siapa wanita ini? apakah sesuatu terjadi pada Ed?
" Hallo nona Ji, perkenalkan saya Kalina rekan kerja Edward. Saya kesini untuk mengenal langsung nona Ji. Saya dari pangkalan yang sama dengan Edward, jadi terkadang kami melaksanakan misi bersama " Kalina tersenyum penuh makna saat mengatakannya pada Ji
Ji memicingkan mata, semakin tak mengerti maksud kedatangan wanita ini
" Jadi, apa tujuan anda datang kemari? "
" Saya tidak ada maksud dan tujuan apa - apa, hanya ingin sedikit menjelaskan kepada nona. Saya khawatir jika dikemudian hari ada salah paham karena kedekatan saya dengan Edward. Kami hanya seperti kakak beradik saja, tidak lebih dari itu "
Ji hanya menanggapinya dengan sedikit senyuman sinis
" Bukankah dengan anda datang kemari akan membuat saya berfikir macam - macam tentang Ed dan anda selama berada dipangkalan? "
" Nona, sudah aku katakan aku dan Edward tidak memiliki hubungan lain. selain kedekatan seperti kakak beradik "
" Tapi Ed tidak pernah menceritakan kalau dia punya rekan perempuan di militer yang dianggap seperti kakaknya sendiri. Jadi nanti saya akan tanyakan sendiri ketika Ed sudah kembali. Jadi maaf nona, jika nona tidak ada urusan lagi, bisakah tinggalkan saya sendiri untuk beristirahat? "
" Baiklah nona Ji. Maaf sudah mengganggu waktu istirahat anda "
__ADS_1
" Tidak perlu sungkan, terimakasih telah mengunjungi saya "
Ji tersenyum mengantar kepergian Kalina
Huh gadis ini, dia pikir akan berhasil membuat ku cemburu dan salah paham karena dia menghabiskan lebih banyak waktu bersama Ed. Kamu berharap dengan kedatangan mu dihadapanku akan membuat jarak antara kami berdua. Jangan berharap terlalu tinggi. Karena itu keinginan mu, jadi aku yang akan memberikan jarak di antara hubungan lama kamu berdua, Kalina
Ji menyeringai, penuh kelicikan
Di Taeson Elektronik Bi hendak pergi menjemput Emili untuk pergi ke salon dan melakukan persiapan pesta. Akan tetapi,,,
" Pak Biru, maaf. mobilku. mogok, bisakah aku ikut dengan mobilmu ke pesta "
Biru memicingkan mata melihatnya
" Oh, baiklah kalau begitu "
Mereka berjalan beriringan dari dalam kantor menuju mobil Biru. Semua mata karyawan tertuju pada mereka
Mungkin mereka putus, karena dia tidak kemari lagi sejak hari itu
Mana mungkin itu cuma beberapa hari yang lalu, tidak mungkin pak Biru dengan mudah putus dari gadis cantik seperti dia*
Biru dan Bina berkendara menuju kantor Emili terlebih dahulu
" Pak Biru, kita mau kemana? Ini bukan arah yang benar untuk datang ke pesta "
" Tentu saja aku harus menjemput gadisku terlebih dahulu, dia juga akan ikut ke pesta bersama dengan kita "
Cih kukira pak Biru tak mengajak wanita itu untik pergi ke pesta bersama
Bina mengepalkan tangannya dan itu tak luput dari pandangan Biru. Setelah beberapa lama berkendara, Biru tiba dikantor Emili. Dia mengirim pesan singkat padanya
Sunshine, aku sudah ada dibawah kantormu. Apakah kamu sudah bisa turun sekarang?
__ADS_1
Emili
Baik, aku akan segera turun
Tak lama terlihat Emili berjalan keluar dari kantornya. Biru yang melihatnya langsung turun dari mobil untuk menyambut sang kekasih dan membukakan pintu mobil. Bina yang duduk di depan pun ikut keluar dan hendak pindah ke belakang.
Emili mengernyitkan dahi melihat ada Bina di dalam mobil Biru. dia menatap Biru dengan tatapan penuh selidik seakan bertanya ' kenapa dia bisa ikut kamu? '
Biru tersenyum dan sedikit mendekatkan wajahnya pada telinga Emili sambil berbisik
" Katanya mobilnya mogok, karena itu dia ikut dengan mobilku. Nikmati saja permainannya. Aku ingin tahu apa yang dia rencanakan"
Mili belas berbisik padanya
" Tidak seru! "
Kemudian dia menyapa Bina. " Halo sekertaris Bina. Senang bisa pergi bersama denganmu "
" Halo nona Emili. Saya juga demikian "
Bina tersenyum kepada Mili, tapi yang Mili rasa senyumnya itu seakan dipaksakan
Biru hanya tersenyum dan membukakan pintu mobil untuk Emili
" Bi, kita ke butik dulu ya! Aku ingin mencari gaun untuk hari ini "
" Tentu sunshine! "
Mereka berkendara menuju butik dan menikmati waktu selama perjalanan, tapi tidak bagi Bina karena dia hanya berdiam diri dibelakang dan memperhatikan sejoli ini
Tibalah mereka di sebuah butik. Emili memilih gaun yang akan dia kenakan, tentu saja dengan bantuan Bi. Bina terus menatap iri kepada mereka berdua sambil melamun
Seandainya aku yang berada disana memilih pakaian dengan pak Biru. Aku pasti akan sangat bahagia
__ADS_1