
" Sampai kapan kamu akan terus memandangiku? Kamu baru menyadarinya sekarang, kalau aku begitu tampan? "
Bi bertanya pada Emili sambil tersenyum dengan mata yang masih menatap lurus ke depan..
" Ich siapa juga yang memandangimu! "
wajah Emili berubah merah karena malu dan dia langsung menoleh ke arah jendela.
" Emili,,, apa boleh aku bertanya sesuatu padamu? "
" Tanya apa? "
" Apa kamu sudah punya kekasih atau,,, ada orang yang kamu suka? "
Biru terlihat ragu - ragu saat menanyakannya
" Hah, apa?! "
Akhirnya Biru menepi dan memarkirkan mobil dipinggir jalan
" Iya, apa kamu sudah punya kekasih atau ada orang yang kamu sukai? "
Biru mengulangi pertanyaannya dengan tenang " Aku menyukaimu. Dan aku ingin memilikimu seutuhnya "
Deg,
Jantung Emili berdetak hebat. Antara percaya dan tidak percaya. Dia terkejut hingga tak mengedipkan mata sama sekali.
__ADS_1
Suasana dalam mobil seketika berubah jadi begitu hening.
" Emm,, apa kamu tidak salah? Kita belum lama saling mengenal Bi, bagimana bisa kamu memiliki perasaan terhadapku? "
Emili balik beetanya pada Bi, untuk memastikan apa yang baru saja dia katakan
" Lamanya kita mengenal seseorang itu tidak bisa jadi patokan untuk menyukai seseorang . Aku tidak memiliki jawaban kenapa aku bisa menyukaimu. Yang aku tahu dan aku rasakan adalah aku hanya ingin selalu bersama dengan mu, melewati setiap hari bersama mu. Tertawa bersama dan melalui setiap kesulitan kita sama - sama "
" Aku memang bukan pria yang bisa membuat kata - kata manis atau melakukan sesuatu yang romantis. Tapi aku hanya bisa berusaha untuk selalu membahagiakan mu, mengukirkan senyum indah di bibirmu. Menjaga mu dan tidak membiarkan air mata menetes dari mata indahmu. Maaf ini pertama kalinya aku menyatakan cinta kepada seseorang. Aku tidak tahu harus lmelakukan apa "
Emili tidak dapat berkata apa - apa. Dia hanya diam tertunduk. Kedua tangannya meremas rok kerja yang ia kenakan dengan keras. Tanpa terasa air mata terjatuh dan membasahi tangannya.
Biru memperhatikannya, meraih tangannya dan menggenggamnya dengan erat, kemudian meraih dagunya agar Emili menatapnya. Biru menghapus air mata Emili dengan lembut menggunakan ibu jarinya, lalu berkata sambil tersenyum manis "Aku baru saja mengatakan padamu kalau aku
tidak akan membiarkan air mata mu jatuh. Bagimana bisa kamu sudah menjatuhkan air matamu dihadapan ku tanpa alasan yang jelas, hah? "
Bi mengusap rambut Emili dengan sangat lembut. Kemudian menariknya ke dalam pelukannya. Akhirnya dia memiliki seseorang yang dapat berbagi dengannya
" Sudahlah, tidak usah menangis lagi! Kita lanjutkan lagi perjalanan kita? " Biru melepas pelukannya. Emili mengangguk dan mereka kembali berkendara menuju mall..
Sepanjang perjalanan, Biru terus saja menggenggam tangan Emili, sesekali dia mencium punggung tangan Emili dengan lembut. Senyum manis tak pernah hilang dari wajah keduanya.
Tanpa terasa mereka pun akhirnya tiba di mall yang mereka tuju. Biru memarkirkan mobil Emili. Kemudian dia turun dari mobil dan berjalan menuju pintu penumpang depan, dimana Emili duduk. Biru membukakan pintu dan mengulurkan tangan, membantu Emili turun dari mobil
" Silahkan, My sweet heart! "
" Apaan sih Bi? kamu jangan berlebihan begitu! "Wajah Emili berubah merah karena panggilan Biru padanya
__ADS_1
" Apanya yang berlebihan? Kamu sekarang pemilik hatiku dan begitu pun sebaliknya. Tidak salah kan kalau aku berusaha bersikap manis padamu? " Suara Biru terdengar begitu lembut dan hangat, lain dari biasanya. Senyum yang dia perlihatkan kali ini juga tampak berbeda. Senyumnya terlihat seakan menggoda Emili
Mereka berjalan berdampingan menuju ke dalam mall. Meskipun jam makan siang telah lewat dan hari ini bukan bukanlah akhir pekan, tapi pengunjungnya cukup banyak.
Bi dan Emili berjalan bergandengan tangan dengan senyum yang terus merekah. Mata mereka memancarkan rasa cinta.
" Sayang kita ke,,,, "
Biru tanpa sadar memanggil Emili sayang. Dia tiba - tiba terlihat gugup dan wajahnya seketika memerah.
Emili memperhatikan perubahan wajah Biru, dia tersenyum sambil menyipitkan mata dan berkata dalam hati
" Ach lucunya,, kenapa dia memasang wajah yang begitu menggemaskan? Kalau begini aku bisa lebih menyukai dia! "
Mata Emili seakan berbinar saat menatap Biru
" Ehem, ehem,, Kita mau pergi ke sebelah mana? "
Biru dengan cepat kembali ke mode datarnya
" Hmn,,,, Bagaimana kalau kita ke restoran saja? "
" Baiklah "
Tapi Emili menyadari sesuatu, dari mulai mereka memasuki mall semua mata seakan menatap ke arah mereka. Emili pun melihat sekeliling. Benar saja, para wanita sedang menatap Biru seakan siap menerkamnya
" Huh, menyebalkan! Beginilah resiko berjalan dengan pria tampan. Semua wanita terus saja memperhatikannya. Aku tidak suka itu,. Sungguh aku ingin melipatnya menjadi kecil dan menyembunyikannya hanya untukku! "
__ADS_1