Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Aku ingin kamu menerimaku karena memang menyukaiku, bukan karena statusku


__ADS_3

Vio tengah merenung sambil terus menatap ponselnya sendiri setelah dia pulang dari kantor Rian


.


" Kenapa kak Leo tidak mengabariku ya? Apa urusannya sangat penting dan rahasia, sampai tidak memberithukannya padaku? Sebenarnya dia pergi kemana?semoga kak Leo baik - baik saja! "


Ceklek....


Krieettt,,,


Tiba - tiba pintu terbuka, Vio menoleh ke arah pintu dan ternyata Jingga yang baru pulang dari negara A


" Kak Jingga, kaka sudah pulang? "


Sapa Vio begitu melihat Jingga masuk ke dalam apartemen


" Vi? Kamu sedang apa? Bukannya kamu harusnya bekerja di kantor Rian? "


Tanya Jingga yang kini telah duduk disebelah Vio


" Aku sudah bilang kan kalau Rian mendekatiku? Sekarang dia memintaku untuk berhenti jadi sekertarisnya... "


" Hah, pria pengatur rupanya.. "


Kata Ji dengan senyum sinis


" Kak, apa kakak punya cara agar aku bisa cepat membongkar niat busuk yang dia miliki? "


Tanya Vio dengan tangan yang memegang dagu


" Sabar saja, kamu dekati dia perlahan. orang seperti dia suka sekali dipuji.. Sekarang dia menganggap kalian pacaran, jadi aku yakin dia akan menyombongkan diri karena berfikir telah menjadi anggota keluarga kita "


Jawab Ji tenang dengan sebuah senyuman licik terpancar diwajahnya


" Tapi kak aku.... "


" Kamu nikmati saja permainannya, kita akan buat dia merasa malu karena berpikir dapat masuk keluarga kita dengan mudah. Dia pikir kita ini bodoh, sehingga bisa terjebak pria hidung belang seperti dia "


" Tapi kakak harus membantuku. Aku tidak tahan dekat dengannya. Rasanya aku ingin sekali,,, eeeeuuuhhhh "


Vio yang kesal mengepalkan kedua tangannya juga menggertakkan giginya secara bersamaan karena gemas


" Kamu nikmati saja waktu bersama dengannya. Karena mulai sekarang kalian akan selalu bersama - sama, dia tidak akan membiarkan kamu lolos begitu saja hahaha "


" Kak ji, kakak ini mau menghibur ku atau mau terus mengejekku, hah? Menyebalkan! "


Vio berteriak pada Jingga yang telah berlalu meninggalkan dia naik ke lantai 2


Drrrtt Drrrt Drrrtt


Tiba - tiba ponselnya bergetar. Seketika Vio tersenyum dan berlari ke kamarnya setelah mendapati bahwa yang menelepon adalah Leo


" Halo kak Leo? Apa kak Leo baik - baik saja? Apa urusannya sudah selesai? "


Sapa Vio dengan antusias


" Vio,, bisakah satu persatu? "


Jawab Leo lembut


" Iya maaf "


" Aku baik - baik saja. Tapi urusanku masih belum selesai sepertinya,,, akan membutuhkan waktu lama untukku berada disini "


Katanya dengan suara yang terdengar sedih

__ADS_1


" Begitu ya.. Ya sudah tidak papa. Lagipula kita masih bisa saling menghubungi dengan menggunakan telepon "


Awalnya suara Vio terdengar sedih, tapi kemudian dia terdengar ceria lagi


" Baiklah.. Begini dulu juga tidak papa "


" Kak Leo,, Sebenarnya kak Leo ada dimana? "


Tanya Vio penasaran


" Aku,,,, aku sedang berada di negara A "


Jawab Leo santai


" Apa? Negara A? "


Vio begitu terkejut


" Benar, keluargaku ada disini! "


" Benarkah? Aku juga dari negara A. Kebetulan sekali kak.. "


Vio begitu antusias


" Kamu berasal dari negara A? "


" Iya. kak Leo di daerah mana? "


" Aku dibagian selatan "


" Owh begitu.. Aku dibagian utara "


" Vi, apa kamu jadi mendekati Rian? "


Tanya Leo dengan suara yang terdengar murung


" Kenapa? "


" Entahlah. Aku tidak tahu. Mungkin dia malu jika digosipkan dengan seorang karyawan biasa "


" Vi, kamu tidak harus menuruti keinginannya. Jika dia tulus padamu, maka dia pasti akan memberikan kebebasan untukmu melakukan apapun yang membuatmu senang "


" Aku tahu kak. Kak Leo tahu kan kenapa aku mau dekat dengan dia? Aku ingin tahu sejauh mana dia akan bersikap baik padaku. Karena sejujurnya aku sudah menyukai pria lain "


" Benarkah. Apa aku boleh tahu siapa yang kamu sukai? "


Tanya Leo ragu - ragu


" Apa kakak benar - benar tidak tahu? Seharusnya kakak sudah tahu siapa pria itu "


" Maksud kamu...? "


Tapi aku hanya mantan asisten Vi. Dan sekarang aku belum mulai bekerja lagi "


" Apa kak Leo juga menyukai ku?


Aku juga hanya seorang sekertaris yang sekarang tidak bekerja karena direktur rese itu "


Suara Vuo terdengar lemah


" Aku tidak masalah. Mau kamu jadi sekertaris atau apapun. Bahkan jika kamu tidak bekerja aku pasti tetap akan bersama mu. Tapi,,, saat ini aku masih belum menemukan pekerjaan "


" Kak Leo jangan berkecil hati. Aku tahu kemampuan kak Leo. Kak Leo pasti dapat pekerjaan yang lebih baik "


" Terimakasih Vi. Jadi,,,, sekarang kamu adalah kekasihku. Jaga jarakmu dengan direktur "

__ADS_1


" Kak Leo apa sich? Memangnya siapa juga yang mau dekat - dekat dengan dia? "


" Aku percaya padamu gadis kecilku! "


Leo berkata dengan nada menggoda


" Sudah, hentikan! Jadi kita long distance? "


Tanya Vio ragu - ragu


" Untuk sementara ini, tidak papa kan? Setelah urusanku selesai. Aku akan menemuimu. Aku janji! "


" Aku percaya kak Leo pasti akan menepati janji kakak, Tapi kakak juga harus percaya padaku, kalau kedekatan ku hanya ingin tahu motif pak Rian padaku! "


" Ya, aku percaya kamu bisa menjaga dirimu sendiri. Ini sudah malam, sebaiknya kamu istirahat "


" Iya kakak juga. Selamat malam kak "


" Selamat malam gadis kecil. semoga mimpi indah. Jangan lupa satu hal! "


" Apa itu kak? "


" Mimpikan aku! "


" Ich gombal! "


Vio mematikan sambungan teleponnya. Dia tersenyum sendiri menatap ponsel.


Aku pacaran dengan kak Leo... Aaaccchhh


Vio yang begitu senang berbaring di tempat tidurnya lalu menghentak - hentakkan kakinya di atas kasur secara bergantian sambil menutup wajahnya dengan bantal agar tidak terdengar Ji kalau dia berteriak


*****


Sementara itu Leo tersenyum sendiri sambil menatap langit - langit kamarnya setelah selesai berbicara dengan Vio melalui telepon


Maaf Gadis kecil, aku belum bisa menceritakan padamu siapa aku sebenarnya. Aku ingin kamu menerimaku karena kamu memang sayang padaku. Bukan karena statusku sekarang!


Leo terus membayangkan waktu yang dilaluinya bersama Vio hingga dia tertidur malam itu


Pagi harinya dia bangun dengan wajah yang segar dan suasana hati yang bagus. Leo membersihkan diri sebelum dia turun untuk sarapan pagi bersama ayahnya


" Selamat pagi ayah! "


Sapa Leo begitu melihat Fabian yang sedang membaca koran diruang makan


" Selamat pagi nak. Kita sarapan dulu sebelum berangkat kekantor "


" Iya ayah "


jawab Leo sambil duduk di kursi sebelah ayahnya. Sarapan pagi telah siap di atas meja. Seorang pelayan membantu ayah dan anak itu mengambil apa yang akan mereka makan


" Apa kamu sudah siap untuk masuk ke perusahaan kita? "


Tanya Fabian sambil memotong roti sarapannya


" Apa tidak terlalu cepat yah. Aku khawatir akan pemikiran dari dewan direksi perusahaan ayah! "


" Tidak perlu pedulikan mereka. Itu perusahaan kita, kita tidak perlu bergantung pada mereka! "


" Baiklah, aku siap jika itu sudah jadi kepeutusan ayah! "


" Bagus! "


" Tapi yah, karena kemarin aku tidak pulang dulu ke apartemen, jadi aku tidak membawa pakaianku "

__ADS_1


" Tidak usah pikirkan itu! Ayah sudah meminta asisten ayah menyiapkan pakaianmu. Sebentar lagi pasti akan dikirimkan! "


" Terimakasih ayah! "


__ADS_2