
Biru masih memperhatikan diantara kerumunan karyawan dengan mata yang suram dan tangan yang mengepal. Dia ingin tahu apa yang akan Ji lakukan dengan para karyawannya yang kurang ajar ini..
" Bukan berarti karena aku memiliki bekas luka ditubuhku. Kalian bisa menghinaku seenaknya. Panggil bagian HRD kemari! Aku mau 3 orang ini dipecat sekarang juga! Perusahaan ini tidak butuh orang seperti kalian! Baru jadi karyawan rendahan saja sudah sombong dan berani mencibir orang lain. Seperti kalian ini orang yang sempurna dan tidak punya kekurangan saja! "
Ji berbalik menatap para karyawan yang berkumpul dibelakangnya, dia melihat ada Biru diantara kerumunan. Dia tersenyum licik menatapnya
" Hei, memangnya siapa kamu? kamu itu bukan siapa - siapa. Karyawan disini saja bukan, masih saja berani mencoba memecat kami! " Salah satu dari mereka masih tidak ingin menyerah
" Cih, aku bukan hanya bisa memecat kalian hari ini juga. Tapi aku juga bisa menghancurkan keluarga kalian ataupun masa depan kalian! Aku jamin setelah dari sini kalian tidak akan mendapatkan pekerjaan diperushaan manapun! Ini pelajaran sekaligus hukuman untuk orang - orang sombong dan tak tahu diri seperti kalian "
Ji menampilkan senyum liciknya kepada para karyawan Biru,
" Kakak ku tersayang, sampai kapan kamu akan jadi penonton disitu? Apa masih belum puas melihat pertunjukannya, hah? "
Ji menatap Biru dengan senyum sinisnya. Biru tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya diatara kerumunan karyawan. Senyum yang membuat orang merinding.
Betapa terkejutnya semua karyawan melihat Biru ada dibelakang mereka. Termasuk 3 orang karyawan kurang ajarnya
" Kamu ini Ji, baru keluar dari rumah sakit sudah membuat heboh disini. Aku turun karena khawatir sama kamu yang tak sampai juga di ruanganku. Tapi Justru malah melihat pertunjukanmu disini "
Biru bicara dengan tenang sambil berjalan mendekati Ji dan berdiri di sebelahnya
" Bi sepertinya kamu terlalu baik sama karyawan mu. Bagaimana kalau aku yang memegang kendali disini saja. Aku sudah tidak ingin jadi model, jadi aku bekerja disini dan kamu yang memegang kendali ** Companies "
__ADS_1
" Tidak! Kamu tetap akan mengelola perusahaan awal kita. Semuanya perkenalkan! ini adik kembar saya. Namanya Jingga Riani Putri. Dia juga memiliki saham diperushaan ini. Kami membangun bisnis bersama dan kami juga selalu bekerja sama dalam segala hal "
Biru menekankan kalimat terakhirnya sambil menatap sinis 3 orang itu dan berhasil membuat mereka gemetar setelah mendengar perkataan Bi
*Bagaimana ini? kita sudah melakukan kesalahan
Habislah kita, kita sudah menyinggung orang besar
Sebaiknya kita segera meminta maaf*
3 orang itu saling menatap dan berkata pelan seakan berbisik. mereka langsung berlari kehadapan Ji dan bersujud dikakinya
mereka berbicara secara bergantian
" Nona, kami benar - benar minta maaf. Kami tidak tahu kalau nona ini adiknya pak Biru "
" Nona tolong beri kami kesempatan! "
" Cih, aku tidak pernah memberi kesempatan kedua kepada orang lain. Dan aku juga tidak suka menarik kembali kata - kata ku. Kalian bisa mencobanya setelah keluar dari sini! Apakah kalian bisa dapat pekerjaan lain yang lebih baik dari ini atau tidak ? Kurasa tidak akan ada perusahaan yang mau menerima kalian sebagai karyawan mereka "
Ji mengalihkan pandangannya dari mereka dan menatap Biru
" Aku kesini ingin memberikan kejutan padamu karena aku sudah keluar dari rumah sakit. Tapi tak kusangka rencanaku gagal dan malah memberi kejutan pada para karyawan mu dengan kedatanganku. Membuatku lelah saja. Maafkan aku ya Bi? "
__ADS_1
Ji berkata dengan lembut, berbeda saat dia berkata pada 3 orang yang masih bersimpuh di bawahnya dengan derai air mata
" Sudahlah, kamu hanya membuatku khawatir. Ayo naik ke keruangan ku! "
Bi mengusap lembut kepala Ji dan menggandengnya berjalan menuju ruangannya, membiarkan 3 karyawannya tetap disana tanpa menoleh ke arah mereka sedikitpun. Setelah dekat kerumunan yang berdiri dengannya tadi, dia menoleh kepada karyawan yang berkerumun
" Katakan pada bagian HRD untuk mencari karyawan baru menggantikan mereka! "
Salah satu karyawan menganggukkan kepala, mengerti dengan apa yang Biru katakan
"Pak Biru tolong jangan pecat kami. Kami janji tidak akan melakukan kesalahan yang sama! "
3 karyawan kurang ajar itu berteriak memanggil Bi.
Ji berbalik dan berkata pada semua orang disana
" Aku ingatkan pada kalian, kalian harus menjaga mulut kalian agar tidak menyakiti orang lain. Aku yakin ini bisa jadi pelajaran berharga untuk kalian semua! Tidak hanya bagi mereka bertiga! "
Bi dan Ji berjalan menuju lift dan menuju ruangan Bi.
" Sepertinya Mili sudah datang kemari Bi? Tadi mereka bilang sebelumnya ada gadis lain yang datang kemari "
Ji bertanya dengan senyum di bibirnya
__ADS_1
" 2 hari yang lalu dia kemari. Dan resepsionis yang membuat masalah dengan mu juga mempersulit Mili. Hanya saja Mili tidak mengatakannya padaku. Jadi aku tidak mengambil sikap, tapi baguslah dia juga membuat masalah denganmu. Jadi dia juga bisa dengan mudah disingkirkan "
" Jadi, kamu menjadikanku sebagai tameng untuk memecat resepsionis kurang ajar itu?Menyebalkan sekali, huh! "