
Pak Arya begitu terkejut hingga mulutnya menganga melihat sang istri yang kini tepat berada di hadapannya.
" Ka,, kamu,,, kenapa bisa ada disini? "
Pak Arya telihat sangat gugup, bicaranya pun terbata - bata
" Kenapa? Kamu pikir aku akan selalu tertipu olehmu? Banyak yang mengatakan kalau kamu pria mata keranjang, tapi aku selalu percaya padamu karena tidak pernah melihatnya secara langsung. Kini,,, alasan apa yang akan kamu gunakan untuk menjelaskan situasi seperti sekarang ini? "
" Mah, ini tidak sesuai dengan apa yang kamu pikirkan. Mana mungkin aku bisa bersama gadis muda ini, dia hanya klien perusahaan saja. Kami bertemu untuk membahas kerja sama kami, dan kami sama sekali ti,,, "
Plak
Sebuah tamparan mendarat tepat dipipi pak Arya
" Kamu masih ingin berbohong setelah apa yang aku lihat ini? Apa kamu menganggapku begitu bodoh, hah? hiks.. hiks.. hiks..
Aku tidak ingin mendengar alasanmu lagi, kita urus surat perceraian kita secepatnya! "
Istri Arya berbalik dan pergi meninggalkan mall.
Semua pengunjung menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Mereka manatap iba pada istrinya. Namun tatapan merendahkan justru di dapat oleh Arya. bisikan para pengunjung pun kini mulai terdengar ditelinga Arya
" *Cih bisa - bisanya dia main perempuan padahal istrinya masih cantik "
" Mungkin karena selingkuhannya masih muda "
" Tidak tahu malu, sudah tua tapi masih senang bermain perempuan* "
" Om, apa om baik - baik saja? "
Tanya Dian yang kini berada disebelahnya Arya
" Aku tidak papa sayang. Sekarang kita mau pergi kemana lagi? "
" Lebih baik kita pulang saja! Om harus menjelaskan yang sebenarnya pada istri om! Aku tidak mau rumah tangga om hancur berantakan gara - gara aku! "
" Terimakasih Dian, karena kamu sudah mengerti kesulitan ku "
" Sama - sama om. Pergilah, cepat kejar istri om! "
" Kalau begitu nanti kita bertemu lagi ya? Aku akan menyiapkan hadiah untukmu! "
" Baik om, om bisa menghubungiku kapan saja jika masalahnya sudah selesai! "
" Tentu sayang! "
Arya berbalik dan meninggalkan Dian sendiri
__ADS_1
" Apakah hanya ini saja pertunjukannya? Kita hanya sekali melihat pak Arya ditampar "
Gerutu Adel kepada Ji yang terus memperhatikan Arya dari kejauhan
" Tenang saja, ini baru awalnya. Setelah ini dia akan mulai kehilangan semuanya "
Ji tersenyum penuh kelicikan
" Sudahlah, ayo kita pergi dari sini. Kita tunggu pertunjukan berikutnya "
" Apa ada perkembangan lain dari perusahaan? "
" Ku dengar harga saham semakin anjlok. Anggota dewan yang lain menekan pak Arya untuk segera bertindak sebelum kamu mengambil alih perusahaan lagi "
" owh,, ada yang lain? "
" Sepertinya tidak ada. Dan Rian, hubungannya dan Yuanita sudah semakin dekat, sekarang mereka sering menghabiskan waktu bersama "
" Bagus, 2 mainan kita tinggal digerakkan saja dan kita bisa melihat pertunjukan yang menyenangkan "
" Strategimu benar - benar tepat sasaran! "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Beberapa saat kemudian, pak Arya pulang kerumah, dia mendapati sang istri tengah merapikan pakaian
" Kamu kira apa lagi? Memangnya kamu pikir aku masih mau hidup bersama denganmu? Jangan mimpi! Sudah kukatakan kalau kita akan bercerai. Anak - anak akan ikut denganku. Mereka tidak pantas dibesarkan oleh pria hidung belang seperti mu! "
" Tapi sayang. Aku tidak ingin bercerai darimu "
" Terserah, aku tidak peduli. Pengacara ku yang akan mengurus perceraian kita! "
Istri Arya segera pergi dengan koper ditangannya setelah berbicara dengan Arya
" Harta gono gini akan di urus setelah perceraian kita "
Katanya lagi dengan menoleh kepada Arya tanpa membalikkan badan padanya. Arya hanya diam dan tidak berkata apapun
Blam!!
Istrinya membanting pintu dengan begitu keras
" *Apa yang akan aku lakukan jika kami bercerai? Aku tidak akan bisa lagi memanfaatkan harta keluarganya. Tapi,,, aku masih bekerja di JB Companies. Aku rasa aku tidak akan pernah kekurangan uang, hahaha
Sebaiknya aku menghubungi Dian lagi saja, aku bisa bersenang - senang dengannya* "
Tuuut tuuut tuuut
__ADS_1
" Halo sayangku. Apa kita bisa bertemu sekarang? Aku sangat membutuhkan mu saat ini "
Arya langsung bicara begitu teleponnya tersambung
" Tentu saja, om. Apa masalah om sudah selesai? "
" Iya sayang. Dan tidak lama lagi, kita berdua bisa menikah.
" Benarkah om? Aku juga ingin meminta sesuatu dari om. Jadi kita langsung bertemu sekarang saja ya? "
" Sesuatu apa? "
" Bukankah om bilang akan memberi saya hadiah? "
" Baiklah, sampai jumpa Dian cantik! "
" Sampai jumpa om! "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Istri pak Arya tengah bercerita dengan satu - satunya keluarga yang tersisa yaitu kakaknya beserta kedua putrinya
" Kak, aku ingin bercerai dengan Arya. Aku memergokinya tengah berselingkuh dengan gadis yang usianya terpaut cukup jauh "
" Benarkah mah? Apa mama sudah memastikan itu wanita simpanan mama? "
" Iya sayang, mama melihatnya sendiri, bahkan papa kalian sama sekali tidak membantahnya. Mama tidak ingin di usia mama yang semakin tua ini, terus saja mengalami yang namanya akit hati. Hiks,,, hiks,,, hiks,,,, "
" Mama tidak usah bersedih, kami akan selalu mendukung mama! "
Kata salah satu putri Arya. Mereka masing - masing berusia 20 dan 23 tahun
" Mama tidak akan sedih, karena mama memiliki kalian bersama mama "
Ibu dan anak itu saling berpelukan
" Kamu tenang saja, akan aku pastikan dia membayar air mata yang sudah kamu keluarkan. Dia tidak akan mendapatkan harta apapun dari kita. Karena memang dia tidak memiliki apa - apa ketika menikah denganmu. Jadi diapun akan keluar dari rumah itu tanpa membawa apapun! "
" Tidak kak. Biarkan saja dia memiliki rumah itu. Kasihan jika dia harus terlunta - lunta dijalanan. Hiks.. hiks... hiks.. "
" Kenapa mama masih baik pada papa? Padahal papa sering kali membuat mama sakit hati dengan main perempuan "
" Karena bagaimanapun, dia itu adalah papa kalian. Hubungan darah kalian tidak akan perbah bisa berakhir "
" Tapi kami tidak akan pernah memaafkan papa, karena papa telah menyakiti mama yang begitu baik dan sayang padanya berkali - kali . Dia tidak pantas mendapatkan pendamping yang baik hati seperti mama. Bahkan dia tidak pantas untuk memiliki pendamping! "
" Tidak boleh berkata seperti itu "
__ADS_1
" Sudahlah. Kamu tidak perlu mengurusi pria tidak tahu diri itu. Aku tidak akan membiarkan dia menemuimu ataupun kedua anakmu! Sudah cukup baginya selama ini mendapatkan kasih sayang darimu! "