
Keesokan harinya Yudha sudah tiba di negara F. Dia langsung mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Ji. Semua tempat sudah diperiksanya. Bahkan, Yudha sendiri yang mendatangi keluarga Rama Aditya untuk mencari informasi seperti yang dikatakan Biru.
"Ada dimana putrimu sekarang? "
Suaranya dingin, tatapannya begitu tajam, seakan dia hendak menelan orang hidup - hidup.
" Saya tidak tahu tuan! Dari kemarin dia pergi dan sampai sekarang dia masih belum kembali! "
Pak Rama bergetar karena rasa takut yang sangat hebat. Suaranya menjadi terbata dan perlahan semakin mengecil
" Aku sekali lagi bertanya baik - baik padamu. Dimana anakmu menyembunyikan putriku, Ji?
Jika kamu tidak memberitahukan keberadaannya padaku, maka,, jangan salahkan aku,,,
Set
Akan ku pecahkan kepalamu ini! "
Yudha menodongkan sebuah pistol di atas kepala Rama Aditya, hingga dia merasa lemas dan gemetaran karena takut
" Aku benar - benar tidak tahu tuan, Ji berada dimana . Aku berani bersumpah padamu, Kalau aku tidak berbohong . Aku sudah mengatakan semuanya dengan jujur! "
Rama semakin bergetar dibuatnya.
" Baik untuk kali ini aku melepaskanmu, tapi jangan merasa senang dulu, karena aku ingin kamu menanyakan pada anakmu. dimana posisinya sekarang. Jika kalian tidak terlibat, aku jamin keselamatmu. Tapi jika ini benar - benar ulah putrimu, akan kupastikan seluruh keluarga mu lenyap dari dunia ini.
Yudha berbalik meninggalkan Rama yang lemas hingga terduduk dilantai..
Setelah tiba di pintu luar rumah Rama, Yudha menoleh kebelakang dan berkata pada salah satu anak buahnya
" Awasi keluarga ini diam - diam!
Aku yakin mereka akan bertindak setelah aku pergi "
" Baik bos! "
Seperti yang diperkirakan Yudha, tak lama setelah mobilnya pergi dari rumah itu, Rama menghubungi Nasya, putrinya
" Halo Nasya.
__ADS_1
Apa kamu yang menculik putrinya tuan Yudha? "
" Ayah, dari mana ayah tahu kalau Ji hilang? "
Nasya balik bertanya kepada ayahnya sebelum dia menjawabnya
" Tuan Yudha mengerahkan semua anak buahnya di negara ini untuk mencari putrinya. Dia juga mendatangi rumah kita! "
" Apa benar kamu yang membawanya pergi? "
" Iya ayah, dia ada bersama denganku. Dia yang menyebabkan kebangkrutan kita. Aku harus menghabisinya sendiri! "
" Kenapa kamu bertindak ceroboh? Kamu bawa kemana putrinya tuan Yudha? "
" Ayah tenang saja, mereka tidak akan menemukanku. Bahkan jika mereka berhasil menemukan ku. Ji pasti sudah mati ditanganku. Hahahha "
" Nasya jawab ayah sekarang juga! Kamu membawa dia kemana? "
" Aku ada di gedung tua pinggiran kota ayah "
" Gedung tua? Itu gedung bekas pabrik lama kita? ayah tahu, kamu jangan apa - apakan dia tunggu ayah kesana! "
Salah satu anak buah Yudha menguping pembicaraannya dari balik jendela dengan segera menghubungi Yudha
" Halo tuan, Rama sedang menuju gedung tua di pinggiran kota. Sepertinya nona Ji disekap disana!
Baik tuan, saya akan membuntutinya kesana! " Pria itu juga segera mengikuti Ramantanpa sepengetahuannya dan Yudha juga telah menghubungi Bi juga Ed untuk segera menyusul
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Disana Ji masih belum sadar setelah di campuk kemarin. Nasya meminta anak buahnya untuk menyiramnya kembali dengan air, agar dia sadar
Byurr...
" Uhuk uhuk "
Ji terbatuk ketika sadar, dia mulai mengerjapkan mata. Seluruh tubuhnya terasa sakit, apalagi ditambah air yang disiramkan kepadanya. Rasa sakitnya dan pedihnya semakin menjadi - jadi
" Ji,, Ji,,, kamu sadar juga. Apa kamu tahu apa yang baru saja ayahku katakan?
__ADS_1
Dia bilang, ayahmu yang hebat itu sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencarimu. Tapi apa mau dikata, mereka tidak akan pernah bisa menemukanmu, meskipun mereka menemukanmu. Kamu mungkin sudah mati ditanganku. Hahaha "
Nasya bicara dengan nada pelan yang mengejek
Ji berusaha untuk tersenyum. Dia mencibir dan berkata.
" Aku bisa saja mati ditanganmu. Tapi, kamu dan keluargamu juga tidak akan bisa selamat begitu saja. Kalian akan ikut mati ditangan papi. Kamu pikir dengan membunuhku, itu bisa membuatmu bangkit dari kebangkrutan? Itu justru akan membuatmu semakin jatuh. Bahkan kamu akan jatuh ke lubang kubur bersama keluargamu! "
" Brengsek. Kamu akan mati ditanganku sebelum mereka datang Ji "
Nasya kembali mengambil cambuk dan memukul Ji yang sudah lemah tak berdaya
Buk
" Ach! "
Buk
" Ach! "
Ji sudah tidak bisa merasakan apa - apa. Tubuhnya seakan mati rasa. Tangan dan kakinya tidak dapat dia gerakkan karena lemas.
Bi dan Ed yang mendapat informasi bahwa Ji kemungkinan ada di sebuah gedung yang terletak di pinggiran kota, langsung meluncur dan tiba lebih dulu dibandingkan Yudha.
Ed dan Bi membawa serta beberapa anak buah mereka.
" Ed, kurasa gedung sana tempatnya. Kita harus segera masuk kesana! Aku sungguh memiliki firasat buruk terhadap Ji "
" Tenanglah Bi. Kita masuk sekarang dan hati - hatilah! "
Ed memberikan isyarat pada anak biahnya untuk menggerebek gedung
Brak...
pintu di dobrak oleh anak buah Ed disana. Mereka melawan beberapa orang anak buah Nasya
Dan alangkah terkejutnya Biru melihat kondisi Ji
" Ji,,,, "
__ADS_1