
Ji dan Ed sudah tiba di ** Companies. Alex dan Adel telah menunggu mereka didepan pintu kantor. Ed turun dari mobil lebih dulu dari mobil, kemudian dia membantu Ji membukakan pintu dan mengulurkan tangan membantunya turun..
" Hai Ji, bagaimana kabarmu? "
Alex mendekat dan menjabat tangan Ji
" Aku baik - baik saja ka. Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku "
Nada bicara Ji datar seprti biasa, dan itu memberikan kesan kalau dia adalah gadis yang jutek
" Sudahlah, tidak usah sungkan begitu. Ayo kita masuk! "
Ed memperhatikan percakapan mereka berdua dengan pandangan yang seakan berapi - api karena dibakar cemburu
Aku tidak suka dia bicara dengan pria lain. Ingin sekali aku mengurungnya dan hanya aku saja yang berbicara dengannya.
Gumam Ed yang kesal tapi tetap berusaha agar wajahnya terlihat tenang
Alex merasakan ada hawa dingin yang tiba - tiba terasa disekitarnya, ketika dia melihat tatapan mata Ed yang begitu tajam mengarah kepadanya
Ji berbalik pada Ed dan berkata padanya
" Apa kamu akan menunggu disini? Atau kamu menjemput ku ketika pulang nanti? "
Nada bicara Ji tetap datar tapi tatapannya berbeda dengan tadi ketika dia berbicara dengan Alex. Itu membuat Alex mengernyitkan dahi sambil berkata dalam hati
Kenapa mereka berdua memiliki sifat dan kepribadian yang sama? Apa karena mereka kembar? Perubahan mereka terlalu drastis saat bicara dengan orang yang dekat dengan mereka
" Aku akan pulang dulu dan menjemputmu lagi nanti. Ingat, kamu tidak boleh nakal saat bekerja, my little girl "
Ed tersenyum manis dan menyentuh sedikit ujung hidung Ji.
" Asal kamu tahu. Aku selalu jadi gadis yang baik dan manis. Sudahlah hati - hati diperjalanan mu! "
Ji berkata dengan nada acuh tak acuh dan berbalik meninggalkan Ed ketika dia mengucapkan kalimat terakhirnya
__ADS_1
Ed tersenyum dengan sikap Ji. Dia terus memandang punggung Ji yang semakin menjauh
" Little girl, sampai kapan kamu akan bersikap seperti itu padaku? Mencoba terus bersikap acuh tak acuh dengan perhatian yang kamu berikan! Aku tahu kamu orang yang penuh perhatian , tapi orang lain akan berfikir kalau kamu gadis yang tidak punya perasaan! "
Ji menjadi pusat perhatian karyawan dan staf ketika dia berjalan bersama Alex dan Adel menuju ruang rapat.
Alex sebelumnya telah mengumpulkan jajaran direksi perusahaan untuk memperkenalkan Ji sebagai pengelola perusahaan yang baru
*Siapa wanita yang bersama pak Alex? Apa dia klien baru kita?
Dia begitu cantik, tapi sepertinya dia gadis yang sangat tegas
Benar, apa dia akam menyusahkan kita kalau dia klien yang baru*?
Semua karyawan terus membicarakan Ji dibelakangnya
Sementara itu,, Biru masih termenung memikirkan perkataan sang papi.
Menyelidiki tentang ibu kandung Mili?
Biru menghubungi Alex
" Halo Lex "
" Kenapa Bi? "
Tanya Alex dari seberang telepon
" Aku ingin kamu meminta seseorang untuk menyelidiki tentang ibu kandung Mili. Aku harus tahu detilnya kenapa dia pergi meninggalkan Mili dan membiarkan dia di besarkan oleh Sandra "
Kata Bi dengan nada tenangnya
" Apa ada masalah? "
" Tidak ada, aku harus tahu tentang itu semua. Aku tidak mau ada yang berusaha menyakiti Mili lagi nantinya "
__ADS_1
" Baiklah, aku akan menyelidikinya! "
Mereka menutup panggilannya dan disaat itu Mili mulai siuman dan membuka matanya
"Ehmm "
Mili membuka mata perlahan dan mengerjapkannya, dia mulai melihat sekelilingnya dan pandangannya berakhir pada Biru
" Kamu sudah sadar? Minumlah dulu! "
Biru mengambil segelas air putih yang ada di meja samping tempat tidur Mili
" Bi, aku dimana? Berapa lama aku tidak sadarkan diri? "
Kata Mili dengan suara yang masih lemah
" Kamu ada dirumah sakit. Sekarang Pukul 11, 30. Jadi kamu tidak sadarkan diri selama sekitar 4 jam.. Apa kamu sudah merasa lebih baik sweet heart? "
Bi begitu perhatian dengan duduk disamping Mili, dia juga menyentuh dahinya untuk memeriksa apakah panasnya sudah turun atau belum..
" Aku sudah merasa lebih baik. Terimakasih banyak Bi, kamu telah manolongku. Jika tidak ada kamu,,, mungkin aku masih terkurung digudang itu "
Air mata mulai mengalir dari mata indah Mili, Bi dengan sigap mengusap air mata yang jatuh dan membasahi pipinya
" Sweet heart. Kamu itu kekasihku, sudah sepantasnya aku melindungimu. Dengan kejadian ini, aku bertekad untuk selalu berada disampingmu. Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Aku ingin kita menikah secepatnya begitu kamu keluar dari rumah sakit ini "
Biru berkata dengan tegas
" Tapi Bi,,, "
" Aku sudah mendapatkan izin dari papi. Aku harap kamu tidak menolakku " Ujung bibir Biru sedikit terangkat, membentuk sebuah senyuman yang begitu menggoda "
" Iya Bi, aku mau,,, "
Senyum disertai air mata terlihat bersamaan di wajah Emili
__ADS_1
" Aku harus menghubungi Ji. Supaya dia bisa membantu mengurus semuanya "