
" Kak Bi kak Mili. Sampai jumpa lagi ya. Aku akan pulang bersama kak Leo ke negara A "
Kata Vio kepada Bi dan Mili setelah mereka selesai menghabiskan waktu di restoran
" Kamu hati - hati ya. Nanti kabari kak Mili ketika kamu tiba disana! "
Mili berkata dengan lembut sekali
" Baik kak. Nanti aku kabari "
Kemudian Vio mendekat pada Mili hendak membisikkan sesuatu " Kak Mili harus jaga kesehatan dan segera buatkan aku ponakan lucu " Kata yang dibisikkan Vio seketika membuat wajah Mili berubah menjadi merah merona..
" Aw aw aw. Sakit kak Bi! "
Rengek Vio yang telinganya di jewer oleh Bi
" Apa yang kamu bisikkan hingga membuat Mili menjadi malu seperti itu? "
" Tidak ada. Kak Bi mau tahu saja urusan orang lain, huh! "
" Kita pergi ke apartemen kak Ji dulu ya untuk mengambil barang - barangku! "
Pandangan Vio beralih kembali pada Leo
" Baiklah! "
Ketiga saudara itu masuk ke mobil masing - masing. Mobil Ed dan Leo melaju ke arah yang sama karena hendak ke apartemen Ji sedangkan Bi ke arah berbeda karena dia akan pulang kerumahnya
" Vi, ku kira kedua kakakmu itu merupakan orang yang serius. ternyata tidak juga, mereka terbilang orang yang santai "
Kata Leo setelah mereka sudah berada di dalam mobil dan berkendara menuju apartemen Ji
" Itu karena kami bersaudara dan keluarga. Tapi jika mereka bicara dengan orang lain, tidak akan terlihat sama sekali tatapan mata lembut dan senyum, juga sikap santai. Mereka cenderung bersikap dingin dan acuh tak acuh terhadap orang lain "
Vio menjelaskan pada Leo karakter kedua kakaknya
" Lantas siapa tunangan Ji itu? Sepertinya dia juga bukan orang biasa "
" Kak Edward itu seorang tentara. Setahuku dia menjabat sebagai letnan jendral atau mayor jendral gitu, aku lupa. Dia juga anak dari temannya papi dan sekarang mereka sedang menyiapkan pernikahan. Kalau tidak salah kak Ed juga seorang pebisnis. Hanya saja dia tidak terjun langsung di dunia bisnis, dia hanya menanam saham di beberapa perusahaan besar saja "
Jelas Vio kepada Leo yang hanya ditanggapi dengan anggukan saja olehnya
" Aku mau menghubungi papi dulu, dan mengatakan kalau aku akan pulang ke negara A "
__ADS_1
Sambung Vio yang kemudian meraih ponsel miliknya dan menghubungi nomor Yudha
Tuut tuut tuut
Setelah beberapa kali terdengar nada tersambung. Akhirnya Yudha menerima panggilan telepon Vio
" Halo Vio "
Yang terdengar adalah suara lembut Gina
" Halo mami. Mami aku sangat merindukan mami "
katanya dengan nada manja
" Mami juga rindu sama Vio. Mami melihat aksi kalian bertiga di internet. Waah sepertinya ketiga anak mami sudah jadi selebriti mendadak ya? "
Goda Gina kepada si bungsu
" Memangnya aksi apa mih? Vio tidak tahu sama sekali "
Tanya Vio heran
" Memangnya kamu belum buka internet, sayang? "
" Benarkah kamu akan pulang sayang? "
" Iya mih, kak Leo kemari untuk jemput Vio. Ini Vio mau ambil barang dulu di apartemen kak Ji "
" Mami senang mendengarnya Vi "
Yudha yang sedang berada di dekat Gina meminta ponselnya agar bisa bicara dengan Vio
" Sebentar Vi. Papi ingin bicara dengan mu! "
Setelah itu Gina memberikan ponselnya pada Yudha
" Halo Vio. Kamu akan kembali sekarang?
" Iya papi. Kenapa? Apa Vio tidak boleh pulang pih? "
" Papi tidak yakin kamu akan pulang. Apalagi Leo menjemput mu! "
Terdengar nada menyindir dari Yudha
__ADS_1
" Hehe.. Sebenarnya Vio ingin minta izin pada papi untuk bisa bekerja di perusahaan kak Leo "
Vio menjawab dengan ragu - ragu
" Sudah papi duga. Tapi disini semua orang sudah mengenal siapa kamu "
" Memangnya kenapa kalau semua orang mengenal Vio? Sekarang mereka juga sudsh mengenal kak Bi dan kak Ji "
" Ya sudah. Tapi kamu tidak boleh tinggal bersama Leo. Papi akan membelikan rumah disana untukmu. Dan menyiapkan pengawal juga pembantu "
" Baiklah pih. Vio dan kak Leo sekarang akan pulang ke negara A. Tapi Vio akan pulang kerumah dulu "
" Hati - hati sayang "
" Oke. dadah papi "
Vio mengakhiri telepon dengan Yudha..
\=\=\=\=\=\=\=\=
Mereka tiba di apartemen Ji
" Ayo kak. Kita ke dalam dulu "
Ajak Vio pada Leo. Mereka berempat berjalan masuk ke dalam apartemen
" Ini apartemen kakakmu? Kenapa dia tidak membeli rumah saja? Malah membeli apartemen "
Tanya Leo yang penasaran. Aparteman Ji merupakan salah satu apartemen yang terkenal mewah di negara F.
Satu apartemen ini tergolong sangat luas dengan 3 kamar tidur yang besar dengan masing - masing kamar mandi didalamnya. 2 kamar di lantai atas,1 kamar dilantai bawah. Di lantai atas juga ada 1 ruangan yang Ji gunakan sebagai ruang kerja. Ada juga ruang terbuka yang hanya Ji letakkan lemari panjang untuk meletakkan photo di atasnya dan juga berisi pajangan. Ruang tamu juga sangat luas, ruang itu dibiarkan terbuka dan dapat melihat langsung ke ruang keluarga atau tempat menonton televisi. Dia bagian dalamnya lagi ada ruang makan juga dapur yang saling berdekatan. Ada 1 kamar mandi juga di bagian dapur.
Leo terus mengamati apartemen Ji
" Sepertinya kakakmu sangat rapih dan perfeksionis. Dia menata setiap sudut ruangannya dengan sangat hati - hati. Terlihat jelas kalau dia adalah orang yang teliti "
Kata Leo pada Vio dengan suara pelan
" Kamu benar. Kak Ji tidak pernah membiarkan ada sesuatu yang kurang dari setiap pekerjaannya. Dia selalu melakukan semua dengan sempurna. Jika ada yang menurutnya belum pas. Maka kak Ji tidak akan berhenti mencari apa yang kurang dan tidak pas itu sampai dia berhasil. Dia selalu memikirkan semua dengan matang dan teliti tanpa celah sedikitpun. Meskipun kak Ji itu seorang perempuan tapi ketelitian papi menurun lebih banyak padanya. Menurutku dari pada kak Bi, justru kak Ji lah yang cenderung lebih mirip dengan papi. Dari mulai ketegasan, ketelitian bahkan sikapnya pun sama "
" Kamu sangat memahami kakakmu ya? "
" Tentu saja. Meskipun orang bilang mereka kejam dan dingin tapi aku menyanyangi mereka. Dan aku juga tahu kalau mereka juga begitu menyanyangiku. Meskipun mereka tidak pernah menunjukkannya secara langsung. Sudahlah kak Leo duduk dulu aku akan ambil koper ku "
__ADS_1