Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kehancuran Nasya Aditya


__ADS_3

Nasya masih terpaku dilantai, menatap punggung Ji beserta yang lainnya yang semakin menjauh


" Bagaimana ini? Bagaimana jika yang dikatakan dia benar? Kalau keluarga ku hancur, apa yang harus aku lakukan? Semua orang mengenal keluarga Kusuma, jika menyinggung mereka,,, pastilah akan hancur,,, aku harus segera pulang dan melihat perkembangan perusahaan "


Gumam Nasya yang begitu panik, akhirnya dia bangun dan bergegas pergi dengan tergesa - gesa dari restoran. Dia pergi menuju ke perusahaan ayahnya.


Dalam perjalanan kaki dan tangannya terus saja bergetar karena rasa takut. Dia pun tiba di kantor sang ayah dan dengan cepat berjalan menuju ruangannya bahkan tanpa mengetuk pintu


" Ayah! "


Pak Rama Aditya terjingkut karena terkejut


"Ish kamu ini, ada apa terburu - buru begitu, hingga membuat ayah terkejut "


" Itu,,, "


Belum juga Nasya berbicara, salah satu karyawan masuk dengan tergesa - gesa


" Maaf pak, kita dalam masalah besar? "


" Ada masalah apa sampai kamu terlihat panik begitu? "


Pak Rama berbicara dengan tenang


" Saham perusahaan kita tiba - tiba turun drastis! "


Nasya dan pak Rama terkejut dan berteriak


" Apa kamu bilang?! "


" Saham perusahaan kita menurun drastis hanya dalam waktu 2 jam pak " Karyawan itu menunjukkan diagram perubahan saham pada pak Rama. Wajahnya berubah pucat tak percaya begitu pula dengan Nasya yang tiba - tiba wajahnya berubah pucat pasi dan kakinya lemas


" Bagaimana ini bisa terjadi? Saham kita tidak pernah turun drastis seperti ini? Apa ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuan kita? "

__ADS_1


" Setahu saya tidak ada masalah apa - apa. Semuanya oke pak"


" Kalau begitu, kita adakan rapat darurat ">


" Ayah,,, sebenarnya,,, "


Nasya berusaha membuka suaranya


" Ada apa Nasya? Ayah sedang dalam masalah besar, jadi bicaranya nanti saja ya "


Pak Rama hendak pergi meninggalkan ruangannya.


" Ini semua salahku! "


Nasya berteriak dan seketika langkah sang ayah terhenti karena teriakan anak gadisnya


" Apa maksudmu mu Nasya? "


" Iya, ini semua salahku. Tadi,,, sewaktu di restoran, aku menyinggung seorang gadis,,, aku,,, tidak tahu kalau,,, dia,,,, adalah,,, putri dari,,, Yudha Arya Kusuma! "


Nasya berkata dengan ragu - ragu dan kepala tertunduk


Drap drap drap


plak!!!


Sang ayah berjalan mendekat kepadanya dan mendaratkan sebuah tamparan di pipi sang gadis hingga dia memalingkan wajah, Seketika pipinya yang putih menjadi merah dan terasa panas, telinganya seakan berdengung karena tamparan sang ayah yang negitu keras. Air mata juga mengalir membasahi pipinya


" Gadis bodoh!


Sebenarnya apa yang kamu lakukan? Aku selalu membiarkanmu melakukan apapun sesuka mu. Tapi bagaimana bisa kamu menyinggung seorang putri dari raja bisnis, hah?


"Meskipun kita tidak pernah tahu seperti apa mereka, karena selalu menutup diri dari dunia bisnis. Seharusnya kamu bisa menjaga perilakumu! "

__ADS_1


Pak Rama yang naik pitam berteriak kepada Nasya yang masih memegangi wajahnya karena tamparan sang ayah dengan deraian air mata


" Sekarang apa lagi yang bisa kita lakukan?


Semua hancur karena ulah gadis bodoh dan manja seperti mu! "


" Cepat periksa lagi perubahan saham kita, lakukan apapun yang bisa dilakukan untuk menekan harga saham! "


Perintah pak Rama kepada karyawannya dan meninggalkan sang putri yang masih dalam penyesalan dan amarah


" Jingga, aku pasti akan membalasmu. Kamu harus mati ditanganku! "


Gumam Nasya dengan mata yang memancarkan kebencian


Sementara terjadi kekacauan di perusahaan Aditya yang sudah dapat dipastikan bahwa perusahaan mereka tidak akan tertolong. Bi, Ji, Emili dan Ed, sedang jalan - jalan di mall


" Bi, bolehkan aku bertanya padamu? "


Emili berkata dengan ragu - ragu


" Aku sudah tahu apa yang akan kamu tanyakan! Kamu ingin menanyakan perihal kami adalah keluarga Kusuma, iya kan? "


Kata Biru dengan tenangnya sambil menatap Emili


Emili mengangguk perlahan kemudian Bi menjelaskan semuanya


" Orang tua kami memang sukses tapi kami ingin mendapatkan kesuksesan kami dengan kerja keras kami sendiri tanpa mengandalkan mereka. Kami ingin membuktikan pada papi, kalau kami bisa mencapai apa yang kami inginkan tanpa bantuan papi atau mami. "


" Kami dilatih bisnis dari kecil. Dalam kurun waktu 3 tahun ini aku berhasil meraih kesuksesan ku di dunia bisnis dengan kerja kerasku sendiri. Dan Ji, dia juga berhasil menjadi model yang cukup di akui. Kami tidak ingin identitas asli kami diketahui, maka dari itu dari kecil kami tidak pernah ikut menghadiri berbagai jamuan bisnis. Dan sekarang pun kami sengaja tidak menggunakan nama Kusuma.. Setiap ada pertemuan bisnis aku selalu meminta Alex untuk mewakilkanku pergi . Aku tidak suka jika harus dikerumuni orang - orang bermuka dua "


Emili tersenyum dan menganggukkan kepala, dia mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh Biru.


Dari kecil,,semua yang mendekati dia juga karena kekuasaan. Dan dibelakangnya, mereka akan menjelekkan Emili, karena dia bukanlah putri kandung dari ibu Sandra yang selama ini membesarkannya. Dia hanyalah anak haram dari wanita simpanan mendiang ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2