
Sementara itu diwaktu yang bersamaan Bayu sedang gemetar ketakutan setelah mengingat kobaran api besar yang keluar dari mobil Biru.
Bagaimana ini? Aku tidak ingin masuk penjara. Perusahaan ku baru saja mengalami kebangkrutan. Jika harus dipenjara juga. Mau ditaruh dimana muka ku?Tidak,, tidak,, ini tidak boleh terjadi. Lagipula tidak ada saksi mata yang melihat kejadian ini. Dan lagi,,,, Biru dan mili sudah pasti meninggal karena aku melihat sendiri mobil mereka terbakar. Jadi tidak ada orang yang bisa melaporkanku atas kecelakaan mereka
Bayu bergelut dengan pikirannya sendiri bahwa dia akan selamat dari jerat hukum karena tidak ada saksi mata, disaat pak Bobi dan anak buahnya mulai memeriksa setiap kamera CCTV yang berada dekat dengan lokasi kejadian.
Mereka berpencar untuk memeriksa satu persatu kamera CCTV. Akhirnya pak Bobi menemukan 1 kamera CCTV yang terpasang tepat dipinggiran jalan, dekat dengan lampu merah yang merekam aksi kejar - kejaran mobil Bayu dan Biru. Terlihat dari kamera CCTV itu bahwa mobil sport putih milik Bayu berusaha menyalip mobil sport milik Biru. Mereka mengcopy rekaman itu dan mencatat nomor mobil Bayu.
Drrt Drrt Drrt
ponsel Jingga berdering dan terlihat dilayar bahwa pak Bobi yang menghubunginya
" Halo, pak Bobi? "
Tanya Jingga dengan nada suara yng dingin
" Halo, non. Kami sudah mendapatkan rekaman CCTV yang merekam aksi kejar - kejaran tuan mida dengan orang yang kemungkinan mencelakainya "
Kata Pak Bobi dari seberang telepon
" Bagus. Bapak cari tahu siapa pemiliknya dan lacak keberadaannya. Kita harus menemukannya terlebih dahulu sebelum polisi yang menemukannya! "
Ada kilatan berbahaya dari mata Jingga saat dia memberikan perintah
" Baik non"
Mereka pun menutup panggilan teleponnya
" Kak, apakah pak Bobi sudah menemukan bukti? "
Vio bertanya dengan antusias
" Iya, kita sudah memiliki rekaman CCTV sebelum kejadian. Orang itu tidak akan lolos dari tanganku! Aku pasti mendapatkan informasinya sebelum papi sampai kesini! "
" Tentu. Aku percaya padamu, kak! "
Vio berkata dengan senyum licik
Drrt drrt drrt
__ADS_1
ponsel Jingga kembali berdering dilihatnya panggilan kali ini berasal dari Adel
" Halo Del "
" Halo Ji, Kamu tidak masuk kantor? Kita memiliki rapat dengan Hardi "
Kata Adel dari seberang telepon
" Aku memiliki urusan penting. Dan untuk beberapa hari ke depan sepertinya aku tidak bisa pergi ke kantor. Kamu bisa kirimkan dokumen penting yang memnutuhkan tanda tanganku ke apartemen atau ke rumah sakit. Saudara kembar ku sedang sakit saat ini "
" Baik Ji "
" Untuk rapat kali ini,,,,kamu bisa batalkan rapat ku dengan Hardi dan pergi dengan Bina sebagai investor baru perusahaannya. Anggap saja ini pelatihan untuk kalian berdua agar berani menghadapi ular berbisa itu tanpa ada aku. Aku tidak ingin diganggu dalam beberapa hari ini"
" Baik Ji, aku mengerti! "
Jingga mengakhiri panggilan setelahnya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yudha dan Gina baru tiba di negara F pada sore harinya. Yudha berjalan dengan menggandeng Gina dan di ikuti Hendri dan 4 orang pengawal dibelakangnya. Kedatangan mereka tentu saja menghebohkan seisi rumah sakit. Semua orang mengenal mereka sebagai pasangan legendaris dalam bisnis. Raja dan ratu bisnis. Tidak ada yang tidak mengenal mereka.
Dari jauh dilihatnya Vio dan juga Jingga yang duduk di atas kursi roda. Hatinya sakit juga terharu melihat salah satu putri kembarnya rela melakukan apapun, bahkan tidak mementingkan nyawanya sendiri untuk bisa menemukan saudara kembarnya.
Gina berjalan lebih cepat menghampiri kedua putrinya. " Vio, Jingga! " Teriak Gina yang membuat para gadisnya seketika menoleh mendengar suara panggilan tersebut
" Mami, papi! "
Vio langsung berlari kedalam pelukan sang ibu. Sedangkan Yudha berjalan menghampiri Jingga yang terlihat menundukkan kepala diatas kursi rodanya karena merasa bersalah. Yudha berjongkok dihadapan Jingga
" Bagaimana kabarmu putri papi? "
Nada suara Yudha terdengar datar tapi lembut. Ji mengangkat kepalanya dan menatap Yudha dengan mata yang telah berkaca - kaca
" Papi.. maafkan Jingga, Ji tidak bisa membantu menjaga Biru. Ji terlambat datang untuk menolongnya! sekarang dia dan Mili masih kritis pih hiks.. hiks.. hiks..
Kata dokter Mili harus menjalani operasi plastik setelah kondisinya membaik sedangkan Bi, dia akan kesulitan berjalan untuk beberapa waktu, karena tulang kakinya mengalami keretakan. Bagaimana ini pih.. hiks.. hiks.. hiks? "
Air mata Jingga tumpah dipelukan Yudha. Yudha berusaha menenangkan hati putrinya yang selalu tangguh dengan mengusap lembut punggungnya. Gina dan Vio hanya memperhatikan dari belakang mereka
__ADS_1
" Papi tidak menyalahkanmu. Kecelakaan Biru berada cukup jauh darimu. Jadi papi paham jika kamu tidak bisa menghindarkan Biru dari kecelakaan. Mereka akan baik baik saja... Percayalah pada papi "
" Tidak apa juga jika Mili harus menjalani operasi plastik, kita akan mencarikan dokter bedah plastik terbaik untuknya juga untukmu agar bisa kembali cantik, dan untuk kaki Biru dia pasti bisa berjalan lagi nanti. Kita pasti akan mendukungnya dan membantu dia untuk menjalani terapi. Kalau perlu papi juga akan mencarikan ahli terapi terbaik untik Biru. Sehingga dia bisa kembali berjalan dengan normal seperti sedia kala. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu! "
Perlahan air mata Jingga mulai berhenti setelah mendengar perkataan dari Yudha
" Bagaimana dengan luka di kakimu? "
Tanya Yudha setelah melerai pelukannya dengan putrinya
" Aku tidak apa pih, hanya sedikit terkilir saja! "
Kata Jingga dengan tenang sambil menunduk melihat kakinya. Yudha pun ikut melihat ke arah kaki Ji yang diperban dan sedikit bengkak.
" Kemana Ed? Kenapa dia tidak bersama denganmu? "
" Dia sedang ada tugas di luar pangkalan militer. Katanya akan kembali dalam 10 hari kedepan setelah itu dia perlu lagi ikut dalam misi secara langsung "
" Bagaimana dengan orang yang menyebabkan Bi kecelakaan? Apa sudah menemukan sesuatu? "
" Pak Bobi sudah menemukan bukti rekaman CCTV sekarang dia sedang memeriksa pemilik mobil tersebut "
" Bagus sayang. Kamu melakukannya dengan. baik. Sekarang tidak perlu merasa cemas lagi. Semua akan baik - baim saja. Kita pasti bisa menemukan orang yang menyebabkan Bi dan Mili jadi seperti ini! "
" Iya pih! "
Didalam ruang ICU. Biru perlahan mulai menggerakan ujung jari tangannya. Dengan suara yang sangat pelan Biru bergumam
" Mili,,, Mili,,, Mili,,,!
Dia terus memanggil nama Mili dalam keadaan yang belum sepenuhnya sadar. Suster yang berjaga dengan cepat mendekati Biru dan mulai memeriksanya. Kemudian sister tersebut dengan cepat memanggil dokter untuk segera datang keruang ICU dan memeriksa keadaan Biru.
Yuda, Gina, Jingga dan Vio merasa panik melihat para dokter yang dengan cepat masuk ke dalam ruang ICU
"Apa yang terjadi? Kenapa para dokter memasuki ruang ICU dengan terburu - buru? "
Kata Vio penuh tanda tanya. Salah satu doktee keluar daei euang ICU dan mendekati Yudha
" Tuan, pasien Biru sudah melewati masa kritis! "
__ADS_1