Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Dengan begini kamu tidak akan bisa menolakku Vio


__ADS_3

" Hallo Vi? Kamu sudah berangkat ke kantor belum? "


" Kenapa ka? Tumben kak Leo menelepon dan menanyakan itu? Memangnya kakak mau menjemputku, hah? "


Vio terus saja bertanya sebelum Leo menjawab pertanyaan pertamanya


" Jika kamu ada dihadapanku sekarang, aku sudah pasti memukul dahimu! "


Vio mengernyitkan dahi mendengar perkataan Leo


" Memangnya apa salahku, sampai kakak ingin memukul dahiku? "


" Karena pertanyaan yang kamu ajukan itu! "


" Pertanyaan ku? "


" Bisakah kamu kalau bertanya itu satu persatu? Aku bisa pusing kalau mendengar pertanyaan mu yang banyak itu? "


" Hahaha, oh itu. Maaf kak, aku melakukannya tanpa sengaja "


" Ish, dasar kamu! Kirimkan aku alamat rumahmu! Biar aku jemput, tapi apa tidak masalah jika aku menggunakan motor? "


" Benarkah kakak akan menjemputku? Aku akan kirimkan alamatnya sekarang dan segera bersiap. Tidak masalah, lumayan kan bisa menghemat ongkos taksi "


Vio terdengar begitu antusias dan Leo tersenyum mendengarnya


" Kalau begitu aku akan bersiap sekarang. Sampai jumpa nanti kak Leo "


" Baiklah, sampai jumpa! "


Vio dan Leo pun mengakhiri panggilan dan segera bersiap satu sama lain


Setelah cukup lama menunggu akhirnya Leo kembali menghubungi Vio


"Halo Vi, aku sudah tiba di tempat yang kamu katakan! "


" Baiklah kak, aku akan segera turun. Tunggu sebentar ya! "


Vio mematikan teleponnya dan meraih tas juga memakai flat shoes untuk bergegas pergi ke kantor, Vio juga menggunakan setelan celana kantor hari ini dan tidak menggunakan rok seperti biasanya.


Setelah selesai, dia bergegas menuju lantai bawah dan menemui Leo yang berada tidak jauh dari apartemennya. Vio tidak ingin Leo tahu kalau dia tinggal di apartemen mewah, karena itu Vio membiarkan Leo menunggu di pinggir jalan..


Setelah berjalan sedikit dari apartemen, akhirnya Vio melihat Leo yang duduk di atas motor sport miliknya dengan tangan memegang helm yang diletakkan di depannya


" Kak Leo! hai! "


Vio memanggil Leo dengan sedikit berteriak, hingga Leo menoleh ke arah Vio dan tersenyum


" Hai Vio! Pakai helmnya! "


Sapa Leo kemudian menyerahkan helm pada Vio


" Ini.... bagaimana cara menggunakannya? "


Vio menerima helm dari Leo tapi dia tidak tahu cara memakainya


" Sini biar aku pakaikan! Apa kamu belum pernah menggunakan motor? "


Leo mengambil kembali helmnya dan memakaikannya pada Vio dengan lembut sambil tersenyum


" Ini pertama kalinya untukku! "


Jawab Vio dengan memainkan bibir

__ADS_1


" Sudah. ayo naik! pegangan! bukan disitu, tapi disini! "


Setelah naik awalnya Vio memegang pundak Leo, namun Leo memindahkan tangan Vio ke pinggangnya


" Pegangan yang erat! "


Leopun melajukan motornya dengan kecepatan sedang untuk mengantar Vio ke kantor


" Kenapa kamu kelihatan tegang sekali? "


Tanya Leo sedikit berteriak


" Aku takut kak, bagaimana kalau nanti kita jatuh? "


Vio berkata dengan suara sedikit gemetar, karena takut


" Tidak akan aku biarkan kamu terluka! "


Katanya kemudian semakin mengeratkan pegangan Vio padanya, sehingga dia memeluk Leo dan membenamkan wajahnya pada punggung Leo.


" Apa kakak sudah punya rencana selanjutnya? "


" Apa? "


" Aku tanya, apa kakak sudah punya rencana selanjutnya? "


" Tidak, aku ingin menikmati dulu waktuku sebagai seorang pengangguran "


" Kalau kakak mau, aku bisa merekomendasikan kakak pada perusahaan kenalan ku! "


" Tidak, terimakasih. Aku bisa melakukannya sendiri! "


" Kakak jangan marah, aku tidak bermaksud meremehkan kakak, aku hanya ingin membantu! "


" Aku mengerti. Kamu tidak perlu memikirkan masalahku. oke? "


" Terimakasih, kamu sudah mau mengerti!


Kita sudah sampai! "


Tanpa terasa mereka sudah tiba dikantor Vio. Vio turun dari motor dan Leo membantunya melepaskan helm yang dikenakan Vio. Mereka terlihat tertawa bersama, pemandangan itu terlihat sangat romantis dan indah dipandang mata.


Rian yang melihatnya dari kejauhan merasa iri dan cemburu pada Leo karena dia bisa begitu dekat dengan Vio


" Bagaimana mereka bisa begitu dekat? Aku sengaja memecat Leo senagai asistenku agar dia tidak bisa dekat - dekat dengan Vio. Ternyata mereka sekarang malah lebih dekat dari sebelumnya. Kenapa Vio mau berhubungan dengan pria rendahan seperti dia "


Rian bergumam sambil memperhatikan Vio dan Leo. Tangannya memegang erat kemudi mobil menampilkan setiap urat dikepalan tangannya. Kemudian Rian berusaha menenangkan diri dan mendekati mereka berdua


" Bagaimana kalian bisa berduaan dan menampilkan kemesraan kalian disini? Dan kamu Vio, bagaimana bisa kamu berhubungan baik dengan pria yang hanyalah seorang asisten? "


Kata Rian sinis sambil berjalan keluar dari mobil


" Sepertinya ini bukan urusan bapak direktur! Ini belum waktunya bekerja, lagipula kak Leo bukan lagi asisten bapak. Jadi terserah kami, mau berhubungan baik atau tidak. Mau menampilkan kemesraan kami disini atau dimanapun. Ini urusan kami diluar pekerjaan!, jadi bapak tidak punya hak sama sekali untuk mengatur atau mencampuri urusan kami! "


Vio menjawab dengan santai diserai senyum sinis


" Kak Leo, sebaiknya kakak pulang. Terimakasih sudah menjemput ku! "


Nada bicaraan seny Vio seketika beribah lembut


" Tidak masalah. Masuklah, nanti aku akn menjemputmu! "


Leo mengendarai motornya meninggalkan kantor Rian, setelah mendapat anggukan kepala dari Vio

__ADS_1


" Vi, tunggu!


Bagaimana kamu bisa begitu dekat dengan Leo? "


Rian mengikuti Vio yang telah berjalan lebih dulu


" Bukan urusan pak direktur! "


Kata Vio sinis


" Kamu tidak pantas bersama dengan Leo! "


" Siapa bilang. Ini urusan ku, pak direktur tidak bisa ikut campur dengan urusan pribadiku! "


" Tapi aku menyukaimu! "


Rian sedikit berteriak dan Vio mengehentikan langkah kakinya secara tiba - tiba. Karyawan lain yang berada disana tentu memperhatikan perdebatan antara atasannya dengan sekertarisnya itu


Vio berbalik kemudian menatap Rian dan bertanya dengan dahi yang mengernyit


" Apa maksud kak Rian? "


" Aku menyukaimu Violeta, sejak pertama aku melihatmu, aku sudah tertarik padamu! "


Semua karyawan menatap Rian dengan tatapan kagum


**Pak Rian romantis sekali, menyatakan suka pada sekretarisnya dihadapan banyak karyawan


Uuhh so sweetnya, aku tidak akan menolaknya jika pak Rian menyatakan cinta padaku


Beruntungnya sekertaris pak Rian. Mungkin pak Rian jatuh cinta karena sering menghabiskan waktu bersama.


Aku kagum pada pak Rian, dia berani menyatakan cintanya dihadapan banyak orang meskipun Vio hanya seorang sekertaris


Rian tersenyum licik mendengar semua perkataan karyawannya, dengan begitu kekaguman mereka kepadanya telah meningkat.


" Dengan begini, kamu tidak akan bisa menolakku Vio! "


Sedangkan Vio. dia tertunduk tanpa bisa mengatakan apa - apa. Karena jika dia memberikan tanggapan dihadapan banyak orang. Maka itu justru akan menjatuhkan harga dirinya dan menaikkan pamor Rian


" Permisi pak, aku harus kembali ke ruang kerjaku! "


Kata Vio sambil berbalik pergi meninggalkan Rian


" Vio. tunggu Vio! "


Rian mengejar Vio namun lift yang dinaiki Vio sudah menuju lantai atas. Didalam lift di meraih ponselnya dan menghubungi kakaknya


Tuuutt tuuutt tuuutt


" Hallo. kak Biru? Apa kakak bisa membantuku? "


Kata Vio begitu Biru mengangkat teleponnya


" ada apa Vio? Apa ada sesuatu yang gawat? "


Tanya Biru terdengar khawatir


" Bisakah kakak menyelidiki kak Rian? Baru saja dia mengatakan kalau dia menyukaiku. Tapi dari perlakuannya padaku selama ini yang selalau saja mencari masalah, itu terdengar agak aneh ditelingaku "


Vio mengernyitkan dahi dan menggelengkan kepala tak mengerti


" Kamu selidiki saja sendiri Vi! Agar kamu tahu, orang seperti apa dia itu! "

__ADS_1


Kata Biru dengan nada suara yang terdengar licik


" Bukannya memberi solusi, malah membuatku bingung. Sudahlah! "


__ADS_2