
Vio dan Ji tiba dirumah Leo. Vio berjalan dengan sangat anggun namun berbeda dengan Ji, cara berjalannya terlihat anggun dan berwibawa. Dia terkesan seperti pemimpin. Salah satu pelayan Leo telah menyambut mereka di depan pintu
" Selamat datang nona Vio. dan nona,,,, "
Pelayan wanita itu tidak melanjutkan sapaannya karena tidak mengenal Ji
" Ini kakakku, namanya Jingga, dia kesini untuk mengucapkan bela sungkawa pada kak Leo "
Vio memperkenalkan Jingga pada pelayan
" Nona Vio dan nona Jingga,,, Silakan masuk! Tuan muda ada diruang kerja. Biar saya panggilkan! "
Kata pelayan dengan sopan
" Terimakasih! Tapi biar nanti aku saja yang menemuinya! "
Kata Vio dan mengikuti sang pelayan menuju ruang tamu.
Tanpa Vio sadari Ji terus memperhatikan sekeliling rumah ini dari mulai pintu masuk. Dia tidak melepaskan pandangan dari setiap orang yang ada dirumah ini begitu saja. Bahkan dia bisa melihat gelagat orang yang mencurigakan. Ada bayangan seseorang dari dekat tembok dan sedang mengawasi mereka
" Ternyata banyak sekali mata dan telinga dari anjing tidak setia dirumah Leo ini. Sangat disayangkan kalau tuan Fabian ternyata memberi makan anjing yang malah menggigit tuannya sendiri "
Pikir Ji dengan senyum sinis
" Kak, aku mau keruang kerja kak Leo dulu ya? Kakak tunggu dulu saja disini! "
Ji hanya menganggukkan kepala dengan duduk bersandar pada sofa dan tangan melingkar di dada. kedua kakinya juga disilangkan. Dia tampak begitu anggun
" Keluarlah! Sampai kapan kamu akan berdiri seperti cicak yang sedang menguping? Aku tahu, kamu mengamatiku dari aku masuk kerumah ini "
Kata Ji dengan nada dingin dan sedikit meninggikan suara setelah Vio mulai menjauh menuju ruang kerja.
Seorang pria perlahan keluar dari balik tembok. Dia pria yang berusia sekitar awal 40an
" Kenapa anda terus memperhatikan saya? Apa saya ini seperti ancaman besar untuk bos anda? "
Pria itu terlihat gugup namun berusaha bersikap tenang.
" Saya tidak mengerti maksud nona. Saya hanya seorang tukang kebun dirumah ini! "
Ji tersenyum dan menatap mata sang pria
" Kalau begitu untuk apa tukang kebun berada didalam rumah? "
" Itu,,, itu karena saya mau pergi ke dapur "
" Ku kira jika anda memang ingin pergi ke dapur maka anda tidak perlu melihat siapa tamu yang datang kerumah ini. Karena siapa pun tamu yang datang ke rumah ini, itu tidak ada hubungannya dengan seorang tukang kebun "
" Karena ini pertama kalinya aku kemari dan aku belum memiliki urusan denganmu secara langsung . Aku akan melepaskan mu, tapi katakan pada bosmu kalau mulai sekarang, dia harus berhati - hati. Lawan yang seimbang dengannya sudah datang. Cepat atau lambat aku akan menemukan dia beserta bukti yang akan membuktikan kalau dia yang menjadi dalang atas kematian tuan Fabian "
__ADS_1
Tukang kebun itu terlihat terkejut dengan apa yang dikatakan Ji. Lalu dengan cepat pergi ke belakang. Ji perlahan mengikutinya, dan benar saja dia menghubungi seseorang setelah dibelakang
" Tuan, ada seorang gadis yang datang kerumah ini. Katanya dia kakak dari kekasih tuan muda "
Ji tersenyum mendengar pria itu menelepon
" Dia mengatakan kalau anda harus berhati - hati, karena cepat atau lambat dia pasti akan mengetahui dalang dibalik kematian tuan Fabian "
Sambungnya
Ji tidak mendengarkan lebih jauh lagi, dia kembali keruang tamu dan duduk dengan nyaman
" Dengan aku memberi peringatan, itu justru akan membuat dia lebih hati - hati dan aku pasti bisa menemukan celah dari kesalahannya "
Tak lama Ji duduk terlihat Leo dan Vio berjalan dengan beriringan
" Maaf karena aku membuatmu menunggu terlalu lama "
Kata Leo begitu tiba di ruang tamu, dia dan Vio kemudian duduk berdampingan
"Tidak masalah, aku menikmati suasana rumahmu ini. Tapi sangat disayangkan banyaknya jumlah pengawal tetap saja bisa membuat kamu kecolongan mengenai ayahmu " Kata Ji dengan nada acuh tak acuh
" Kamu benar. Pengawal sama sekali tidak bisa melindungi kami dari bahaya "
Kata Leo dengan kepala tertunduk
" Tentu. Pak Jek tolong siapkan mobil untuk kami "
Leo beralih pada Jek agar menyiapkan mobil
" Baik tuan muda "
Jek keluar untuk meminta supir menyiapkan mobil
" Kamu harus lebih hati - hati dengan orang disekitarmu! "
Kata Ji dengan suara pelan
" Apa maksudmu? "
Vio dan Leo saling menatap tak mengerti
" Kita harus mencari tempat lain untuk berbincang. Disini bukan tempat yang cocok! " Kata Ji sambil berdiri dari duduknya. Leo dan Vio mengikutinya dari belakang
" Pak Jek biar aku yang mengemudikannya sendiri. Kalau ada hal penting pak Jek bisa menghubungiku! "
Leo mengambil kunci mobil dari Jek
" Tapi tuan muda.... "
__ADS_1
" Tidak papa. Aku pergi dengan mereka "
" Baik tuan muda! "
Jek dengan berat hati membiarkan tuan mudanya menyetir mobil sendiri.
" Kenapa kamu tidak ingin bicara dirumah? "
" Karena dirumah mu terlalu banyak orang yang mencurigakan! Mereka seperti cicak putih yang siap melaporkan apa yang mereka dengar. Dan lagi, aku tidak menjamin kemampuan setiap anak buahmu dalam beladiri. Aku berani bertarung melawan mereka. Mereka sama sekali tidak terlihat seperti pengawal pribadi "
" Bagaimana kamu bisa tahu itu hanya dalam waktu singkat? "
" Kamu perlu mempelajari ekspresi setiap orang ketika melihatmu. Maka kamu dapat menebak karakter mereka dengan sangat baik "
" Sebaiknya kita berbincang di restoran itu saja! "
Leo menunjuk sebuah restoran di depan mereka
" Iya kak "
Jawab Vio dan Ji hanya menganggukkan kepala
Drrrt drrrt drrrt
Ponsel Ji berdering ketika mereka tiba didepan restoran. Dilihatnya tertulis nama tuan Jendral dilayar. Ji dengan segera menerima panggilan tersebut
" Halo tuan Jendral. Apa kamu begitu merindukanku? "
" My queen, sepertinya kamu melupakan calon suamimu yang tengah sakit ini "
" Aku sedang bersama dengan Leo dan Vio di sebuah restoran... "
" Bisakah kamu sedikit memperhatikan aku terlebih dahulu? Aku tersiksa jauh darimu. Aku sangat merindukan mu "
Ed menggoda Ji dengan rayuannya
" Tuan Jendral, kita baru bertemu kemarin. Lagipula sudah kukatakan padamu sebelumnya kalau aku tidak dapat menemuimu karena aku akan menemui Leo "
" Aku juga sudah mengatakan padamu my queen, kalau aku tidak bisa jauh darimu sebentar saja, aku ingin selalu berada disampingmu. Aku seperti kehilangan arah ketika jauh darimu! Karena itu aku ingin cepat menikah dengan mu "
" Sudahlah, kita bicara lagi nanti. Disini ada Leo dan Vio yang sedang menguping pembicaraan kita "
" Baiklah. Nanti hubungi aku begitu kamu pulang "
" Baiklah. Sampai jumpa! "
" Dasar Jendral gombal! "
pikir Ji setelah telepon terputus
__ADS_1