
Pria yang bernama Bayu itu jauh dari kata lebih baik dari Biru. Ketika dia melihat Emili, matanya terus menatap tajam pada Emili seperti binatang buas yang hendak menerkam mangsanya.
Bagaimana mama bisa berniat menjodohkan aku dengan laki - laki ini? Bi, lakukan sesuatu. Aku tidak mau menikah dengan pria ini
Mili tertunduk. Dia sangat khawatir dan takut jika benar harus menikahi laki - laki mata keranjang ini.
" Mili duduklah disana! "
Sandra meminta Mili untuk duduk di sebelah Bayu
" Baik mama "
Mili setuju dan berjalan menuju kursi yang akan didudukinya. Bayu berinisiatif berdiri dan menarik kursi untuk Mili duduk
" Silahkan nona cantik! "
Katanya dengan senyum mengembang
" Terimakasih! "
Mili tertunduk, mengucapkan terima kasih tanpa menatap wajahnya ataupun tersenyum
" Ayo silahkan dinikmati hidangannya. Semoga semua masakan ini cocok dengan lidah kalian " Kata Sandra dengan ramah dan tersenyum lembut
" Terimakasih bu Sandra. Semua makanan yang anda hidangkan terlihat sangat lezat "
Ibunya Bayu menjawab dengan senyum lembut
Mili hanya diam saja menikmati makanannya. Pria disebelahnya benar - benar kurang ajar! Dia berusaha melecehkan Mili. Dengan sebelah tangannya yang berada di bawah meja, dia terus berusaha untuk memegang dan menggerayangi bagian paha Mili, tanpa sepengetahuan orang lain.
Mili berontak dia selalu menepis tangan itu. Lama kelamaan Mili semakin kesal. dia berdiri secara tiba - tiba dari duduknya
Sreeet
__ADS_1
" Mama, aku sudah kenyang. Aku permisi, silahkan nikmati makan malam kalian! "
Mili berkata dengan nada sinis. Dia dengan kesal berdiri dan berjalan menuju balkon meninggalkan mereka yang sedang makan
Dasar pria brengsek, kurang ajar. Berani - beraninya dia berusaha menyentuh ku. Biru saja sebagai pacarku tidak pernah bersikap tidak sopan padaku. Siapa dia, sudah berani bersikap seperti itu? Ingin sekali aku memukulnya tadi, harusnya ku tampar saja dia!
Mili terus saja menggerutu karena kesalnya
" Hei, Kenapa kemu bersikap seperti itu? Berlagak jadi wanita suci. Cuih, kamu menerima perjodohan ini hanya demi kekuasaan, iyakan? "
Bayu yang tiba - tiba berada dibelakang Emili berkata dengan nada mencibir
" Hei, siapa bilang aku setuju di jodohkan denganmu?
Aku sama sekali tidak sudi menikah dengan laki - laki yang tidak bisa menghargai orang lain. Sudah pasti masa depan ku setelah menikah denganmu akan sangat menyedihkan. Memiliki pria mata keranjang yang hanya mengikuti nafsu Belaka. Cuih, aku tidak sudi menikah denganmu dan menghabiskan sisa hidupku bersama denganmu! "
Emili hendak pergi meninggalkan Bayu tapi dia mendekat dan dengan cepat meraih dagu Mili dan memegangnya dengan keras, hingga Mili meringis kesakitan
" Hei, gadis sombong. Kamu berani ya berkata seperti itu kepadaku! Aku bisa saja membuat perusahaan mu bangkrut hari ini juga. Tapi aku bisa membantu perusahaan mu jika kamu jadi salah satu wanita ku "
" Jangan mimpi! Aku tidak sudi jadi salah satu boneka pemuas nafsumu! "
Emili menepis tangan Bayu dari dagunya dan berjalan pergi meninggalkan dia. Kemudian langkahnya terhenti. Dia menoleh tanpa membalikkan badan
" Kamu akan menyesal karena telah bersikap kurang ajar padaku! "
Emili tersenyum sinis disela perkataannya
"Apa maksudmu? Kita belum selesai bicara! "
Bayu yang kesal berkata dengan sedikit menaikan suaranya
" Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Pertemuanku denganmu, cukup sampai sini saja. Aku tidak sudi jika harus berlama - lama berada dekat denganmu "
__ADS_1
Suara Emili terdengar dingin dan tenang, tanpa ada keraguan atau ketakutan sama sekali
" Gadis bodoh. Lihat saja, kamu juga akan memohon untuk dapat bersama denganku. Karena aku yakin ibumu yang hanya memikirkan kehormatan keluarga itu, akan membuatmu menikah denganku. Dan setelah itu terjadi kamu akan merasakan akibatnya karena telah berani melawanku "
Gumam Bayu dengan tatapan kebencian melihat punggung Mili yang semakin menjauh dari sana..
Mili tidak menemui mereka lagi sampai mereka meninggalkan rumahnya. Dia tetap berdiam diri dikamarnya dengan membaca dokumen - dokumen kantor
Dor dor dor
" Mili! Buka pintunya, cepat! "
Sandra mengetuk pintu dengan sangat keras sambil berteriak memanggil namanya. Mili sudah tahu, pasti si pria brengsek itu yang mengatakan hal yang tidak - tidak.
Setelah Mili membuka pintu, tiba - tiba
Plak
Sebuah tamparan mendarat dengan keras di pipi Mili.
" Sudah mama katakan, jangan mempermalukan keluarga kita! Bagaimana bisa kamu bersikap tidak sopan seperti itu? Kamu seperti tidak pernah belajar etika dan sopan santun. Bersikap tidak sopan di hadapan tamu kita. Padahal mama sudah katakan kalau dia akan menjadi calon suami dan juga calon mertuamu! "
Mili masih memegangi pipinya yang terasa panas setelah mendapat tamparan dari Sandra
" Tapi aku tidak ingin menikah dengannya mah. Dia itu pria kurang ajar yang tidak memiliki sopan santun terhadap wanita. Aku tidak sudi jika harus menjadi istrinya "
Mili berkata dengan cukup tenang
" Dasar, tidak tahu diuntung. Sini kamu! "
Sandra menarik tangan Mili dengan keras dan menyeretnya menuju gudang dibelakang rumah
" Mah, lepaskan aku. Aku tidak mau ke gudang belakang! "
__ADS_1
Teriak Mili disertai tetesan air mata
Bi tolong aku,,,,