
Sedangkan dirumah sakit Ji sedang menunggu Ed yang tak kunjung memberi kabar tentang keberadaannya. Padahal sebentar lagi Ji akan keluar dari rumah sakit.
" Bagaimana Bisa dia tidak menghubungi ku sama sekali? Padahal sudah ku katakan untuk menghubungi ku jika dia sedikit saja memiliki waktu. Apa dia sama sekali tidak bisa memegang ponselnya atau dia tidak peduli pada ku gara - gara wanita bernama Kalina itu? Ich menyebalkan! Awas saja, kalau dia ada dihadapan ku, nanti akan kupukul dia " Ji berkata sendiri dengan luapan Emosinya
Tiba - tiba terdengar suara pintu dibuka
Ceklek,, krieeett
" Siapa yang akan kau pukul, hah? "
Ji menoleh ke arah pintu masuk. Dilihatnya Ed baru saja tiba dan langsung masuk, kemudian berjalan dengan santai mendekati sang gadis. Kali ini dia tidak mengenakan seragamnya, dia sudah mengenakan setelan casual.
" Jendral gila yang menghilang tanpa kabar setiap kali dia bertugas. Entah karena sibuknya dia dengan misi yang dijalankan atau karena sibuk dengan kakak angkatnya dipangkalan militer "
Ji berkata dengan nada sinis sambil memalingkan wajah dari Ed.
Ed mengerutkan dahi hingga kedua alisnya hampir menyatu. Dia pun duduk di samping Ji
"Sebenarnya apa yang sedang kamu bicarakan? Katakan saja secara langsung, jangan menyindirku seperti itu! Aku benar - benar tidak mengerti "
Kata Ed sambil menatap Ji dengan tatapan yang sangat lembut
" Kemarin ada seorang tentara wanita datang kemari. Kalau tidak salah namanya Kalina. dia bilang. hubungan kalian dipangkalan militer sangat dekat layaknya kakak dan adik. Apa maksudnya itu? Kamu sengaja meminta dia datang kemari supaya aku tahu, kalau kamu juga dekat dengan wanita dipangkalan militer, hah? "
Ed tersenyum menanggapi ocehan gadis kecilnya ini
" Sweet heart, apa sekarang ini, kamu sedang cemburu pada Kalina? Kenapa kamu memalingkan wajah dariku? Dia kan yang bilang kalau kami dekat seperti kakak adik. Bukan aku yang mengatakannya. Bagaimana bisa kamu marah padaku dan bukan padanya? "
Ed berbicara dengan nada yang sedikit mengejek
" Tidak mungkin dia akan menganggap kalian seperti kakak adik kalau kamu juga tidak mendekatinya. Jadi ini juga pasti karena kamu memberi tanggapan yang sama kepadanya, sehingga dia berpikir seperti itu! "
__ADS_1
" Baiklah, aku mengalah. Nanti akan segera ku selesaikan masalah ini setelah kamu keluar dari rumah sakit. Sekarang sudah puas belum marahnya? "
Ed memberi jeda sesaat kemudian melanjutkan lagi
"Apa dokter sudah memberitahukan padamu kapan kamu boleh pulang? "
" Katanya besok aku sudah boleh pulang "
" Baguslah kalau begitu, kamu bisa langsung pulang kerumah ku! "
Ed memasang senyum manis. Sedangkan Ji, raut wajahnya terlihat kesal
" Kenapa aku harus pulang kerumahmu? Aku akan pulang kerumah Biru! "
" Tidak, kamu akan pulang kerumahku! "
" Tidak mau, aku dan kamu belum menikah. Tidak pantas jika seorang gadis tinggal dengan laki - laki sebelum menikah! "
Nada suara Ed tetap tenang tapi terdengar sangat serius, Ji terdiam karena pernyataan Ed
" Karena kamu tidak menjawab, artinya kamu setuju! "
Ji terbelalak karena terkejut
" Hei, seenaknya saja kamu memutuskan sendiri. Aku belum mengatakan apapun. Dan kita juga tidak ada hubungan. Kenapa kita harus menikah? "
Ji memalingkan wajah dari Ed
" Karena aku menginginkan kamu jadi istriku. Jadi kita harus menikah se ce pat nya!
Aku tidak ingin lagi jauh darimu! "
__ADS_1
" Bagaimana kita tidak jauh, kamu akan selalu meninggalkan aku sendiri "
" Sayang, jika kita menikah aku tidak akan tinggal di pangkalan militer. Aku hanya akan meninggalkan rumah kalau ada misi diluar pangkalan saja "
" Benarkah? Kamu janji tidak akan meninggalkan aku? "
" Tentu saja. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sendiri! "
Ed tersenyum, tampak ketulusan dimatanya
Aku harus segera membuat perhitungan dengan Kalina, aku tidak ingin ada salah paham lagi kedepannya antara aku dan Ji.
" Nanti aku akan pergi ke kantor Bi. Aku ingin tahu situasi tempat kerjanya. Aku penasaran dengan sekertarisnya itu "
Kata Ji tenang
" Sweet heart, kamu baru sembuh, bahkan kamu belum keluar juga dari rumah sakit. Jangan berpikir macam - macam! "
" Pak Jendral yang terhormat. Aku cuma ingin melihat kesana saja, aku tidak ada maksud membuat masalah sama sekali "
" Terserah kamu saja. Tapi aku yang akan mengantarmu! Tapi,,, bisakah kita ke kantor Bi lusa? Besok setelah menjemput mu dari rumah sakit, aku masih harus melapor ke markas untuk melihat pelatihan prajurit baru "
" Sudah ku bilang kan kalau aku bisa pergi sendiri. Kamu bisa mengantarkan ku langsung ke perusahaan Bi setelah keluar dari sini! Aku bisa pulang bersama dengan Biru dari sana. Jadi kamu bisa mengawasi anak buahmu latihan dengan tenang "
" Apa kamu yakin bisa menjaga dirimu sendiri? "
" Tentu saja, Lagipula aku hanya ke perusahaan Biru. Bukan ke tempat lain "
" Baiklah kalau begitu. Aku akan menemui dokter terlebih dahulu untuk menanyakan kondisi terakhirmu! "
Setelah mendapat anggukan dari Ji, Ed meninggalkan ruangan Ji untuk menemui dokter.
__ADS_1
Ed apa aku benar - benar menyukaimu? Ada rasa takut kehilanganmu. Tapi aku juga takut bersama denganmu. Apa yang harus aku lakukan?