Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Agar semua tahu kalau kamu adalah milikku


__ADS_3

Akhirnya Vio tiba dilantai ruangan Ji. Begitu keluar dari lift tak lama terlihat Adel di depan ruangan Ji


"Permisi, apa kak Ji ada diruangannya? "


Kata Vio dengan sopan kepada Adel


" Maaf, nona ini siapa ya? "


Kata Adel balik bertanya


" Saya Vio, adiknya kak Ji! "


Vio tersenyum ramah kepada Adel


" Oh silahkan. Bu Jingga ada diruangannya! "


Adel mengantar Vio ke ruangan Ji, dan membukakan pintu mempersilakan dia masuk


" Terimakasih "


Wajah Vio berubah ke mode awal yang kesal ketika dia memasuki ruangan Ji. Dilihatnya kakaknya itu sedang duduk di kursi kebesarannya sambil membaca dokumen ditangannya


" Hai ka Ji. Apakah kamu begitu sibuk? Sampai tidak menyadari kedatangan ku? "


" Kelihatannya kamu begitu kesal? Apa yang terjadi Vi? "


Kata Ji dengan senyum tipis ketika melihat ekspresi diwajah adiknya


" Hah, aku kesal sekali. Sepertinya ini adalah hari sialku! Di mall tadi aku bertemu dengan gadis manja pembuat masalah, di lobi kantormu tadi aku dihalau satpam karena tidak ke resepsionis terlebih dahulu. Sungguh hari ini sangat menyebalkan! "


Ji hanya mendengarkan adiknya yang sedang kesal ini. Vio memang yang paling bawel dibandingkan Bi dan Ji. Tapi itu hanya berlaku pada keluarga dan orang yang sudah lama dikenal saja. Terhadap orang luar, dia akan sama juteknya seperti Jingga


" Kak, apa kamu masih lama? "


Tanya Vio yang kini duduk di sofa dengan kaki disilangkan


" Tidak, sebentar lagi jam pulang kantor. Nanti Ed akan kemari menjemput kita "


Katanya tetap tenang tanpa menoleh pada Vio

__ADS_1


" Owh, jadi kak Ed akan datang kemari? Kak, kapan kamu akan menikah dengan kak Ed? "


Tanya Vio lagi dengan antusias


" Nanti setelah urusan disini selesai, kami akan pulang ke negara A untuk mendiskusikan rencana pernikahan kami "


" Benarkah? kapan itu ka? Bagaimana konsep pernikahan kalian.. bla bal bla "


Vio begitu bersemangat menanyakan semuanya pada Ji


" Violeta Indriani Putri Kusuma , bisakah kamu tidak banyak bertanya? Jika waktunya tiba kamu pasti akan tahu! "


Ji yang dibuat semakin kesal dengan kedatangan adiknya hanya bisa memijat pelipisnya saja


Kepalaku tambah sakit karena kedatangan bocah yang super berisik satu ini.. Mami, papi... awas ya kalian.. Enak - enakan berdua sedangkan aku harus mendengarkan setiap ocehan dari mulut Vio..


Vio langsung diam dan tidak mengganggu kakaknya lagi


Sore hari Ed sudah tiba di ** Companies. dia mengirimkan pesan singkat pada Ji. Dan Ji dengan cepat membalas pesan dari Ed


My queen, aku sudah menunggu dibawah. Turunlah jika pekerjaan mu sudah selesai semua!


Ji


" Vi, ayo kita pulang! Ed sudah menunggu dibawah "


Ji berkata sambil merapikan berkas yang sedang dia pelajari dan membawanya pulang


" Oke, kak apa kita akan sekalian makan? "


Kata Vio ketika mereka mulai berjalan keluar ruangan


" Tidak. kita makan dirumah saja "


" Tapi kan... "


" Adel, apa pekerjaan mu sudah selesai. Ayo kita turun bersama! "


Ji tidak menjawab Vio, dia malah berbicara pada Adel. Dan itu membuat Vio mengerucutkan bibir..

__ADS_1


" Sudah Ji. Ayo, aku sudah meminta seseorang memeriksa apa yang kamu inginkan tadi siang. Besok pagi kita akan dapat hasilnya! "


" Baiklah!


Mereka bertiga berjalan menuju lift. Ruangan Ji berada di lantai paling atas. Jadi ketika turin 1 lantai saja. sudah banyak karyawan lain yang naik lift bersama. Tidak semua karyawan mengenal wajah Jingga. Karena dia tidak memperkenalkan diri secara langsung. Hanya sebagiam saja yang mengenalnya..


Para karyawan yang naik lift memperhatikan Ji dan Vio.. Vio sangat cantik, begitu enak dipandang. tapi aura Ji terasa mendominasi, dengan wajah jutek dan dingin juga tatapan mata yang begitu tajam, bahkan meski hanya melirik saja bisa membuat mereka merasa segan di dekatnya. Dia hanya berdiri di pojok dengan tangan dilipat di dada membuat orang diam dan tidak ada yang bicara. Suasana menjadi hening dan terasa mencekam


" Kak, bisakah rumah wajahmu sedikit lebih rilex " Vio berbisik di telinga Ji


" Tidak bisa! "


Jawaban yang singkat tanpa ingin di perpanjang lagi. Vio hanya menghela napas kasar


Pyuuuhhh


Setibanya di lantai dasar semua orang mulai berjalan meninggalkan lift. Ji selalu berjalan di belakang. Tanpa dia tahu ternyata Ed sudah menunggu di depan pintu kantor. Ji mengenal punggung Ed meskipun dari jauh


Kenapa dia malah menunggu disana? Bukankah dia bilang akan menunggu di parkiran?


Vio memperhatikan ekspresi Ji yang tiba - tiba berubah. Dia pun mengikuti arah pandangan Ji, dan sedikit tersenyum


Owh karena ini mood kak Ji tiba - tiba berubah?


" Kak Edward! "


Vio berteriak setelah jarak mereka tidak terlalu jauh. Ed menoleh ke dan mencari sumber suara. Dia melihat Vio, Ji juga Adel.


" Ji, aku duluan! "


Adel meninggalkan mereka bertiga dan berjalan menuju parkiran


" Hai Vio. May queen! "


Ed tersenyum tipis saat menyapa Vio. Kemudian dia berjalan ke sebalah Ji dan mengangkat setengah tangannya agar Ji menggandengnya. Ji mengernyitkan dahi kemudian menatap wajah Ed. Ed tidak mengatakan apa - apa hanya memberikan isyarat dengan mata seperti berkata " Ayo gandenglah tanganku! "


Ji pun menggandeng tangan Ed lalu berkata pelan " Ada angin apa kamu melakukan ini? "


" Hanya... agar semua tahu kalau kamu adalah milikku! Ayo adik kecil! " Muka seketika berubah menjadi merah. Ed tersenyum manis melihatnya dan berjalan bersama kakak beradik itu menuju mobil, tanpa memperhatikan orang - orang disekitar mereka yang menatap iri dengan pemandangan di hadapannya

__ADS_1


__ADS_2