Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Hari ini benar - benar hari sialku!


__ADS_3

" Kamu bilang apa? Gadis gila? Kurang ajar sekali mulutmu itu. minta aku robek ya! "


Stefi semakin kesal pada Vio


" Sudahlah aku tidak ingin berurusan dengan mu! Masih banyak hal lain yang lebih penting untuk aku lakukan daripada terus berdebat denganmu! " Vio masih tetap tenang menghadapi ocehan gadis manja itu. Dia melenggang pergi meninggalkan mereka menuju kasir untuk membayar baju yang diambilnya, tanpa jadi mencobanya terlebih dahulu


Bruk


Dompet Vio terjatuh ketika dia hendak memasukkannya lagi.


" Kak Rian, kamu lihatkan. Gadis itu berani sekali padaku. Kenapa kamu diam saja? "


Stefi yang kesal mulai meluapkan kekesalannya dengan mengoceh pada Rian. Rian berjalan menuju kasir karena melihat dompet Vio terjatuh. Dia mengambil dan memasukkannya ke sakunya


" Sudahlah, toh itu memang salahmu yang terlalu membesarkan masalah. Dia tadi kan sudah minta maaf padamu. Kenapa kamu masih mempermasalahkannya? "


Rian berkata acuh tak dengan terus memandangi Vio yang semakin mejauh


Kita akan bertemu lagi cantik


Gumam Rian dengan senyum manisnya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rian Sanggara


Salah satu teman baik Biru dan Alex. Dia baik dan ramah, banyak perempuan yang mengelilinginya tapi belum ada yang dapat mengisi hatinya



Vio yang kesal terus saja menggerutu..


Ingin sekali aku mencincangnya. Dan memberikan dia untuk jadi santapan buaya. Padahal aku sudah mulai menikmati jalan - jalan di mall,. Karena gadis gila itu, mood ku kembali rusak


Vio berjalan keluar dari mall dan memberhentikan taksi untuk pergi ke perusahaan Ji. Dia sangat menikmati perjalanan di siang hari yang begitu cerah di negara F. Dengan banyaknya gedung pencakar langit , jalan raya dengan mobil yang berlalu lalang. pepohonan tinggi dan rindang yang tersusun rapi di sepanjang pinggir jalan. Meskipun cukup padat tapi kota ini tampak indah dan tertata


" Kita sudah sampai! "

__ADS_1


Suara supir taksi menyadarkan lamunan Vio, tak terasa dia sudah sampai setelah menempuh perjalanan dari mall.


" Ini pak, terimakasih! "


Vio memberikan bayaran taksi dengan ramah kemudian turun. Dia mengambil uang yang ada di tas, jadi dia belum menyadari kalau dompetnya terjatuh dan diambil oleh Rian.


Vio memandangi gedung yang menjadi kantor kakanya itu cukup lama. kemudian merogoh ponsel di tasnya dan menghubungi Ji


Tuut tuut tuut


Setelah beberapa lama barulah Ji mengangkat panggilan dari Vio


" Halo Vio, kamu dimana? "


Terdengar suara Ji dari seberang telepon


"Aku sudah sampai kak, sekarang aku ada dibawah kantormu! "


katanya sambil berjalan memasuki lobi


Ji yang baru tiba dikantor setelah rapat bersama Adel di restoran, masih merasa kesal


" Iya, aku akan masuk sekarang! "


Vio yang sudah tahu ruangan Ji, tidak bertanya lagi kepada resepsionis, dia langsung naik lift menuju ruangan Ji. Tapi ketika di lift, dia ditahan oleh satpam


" Maaf nona, anda siapa? Dan ada tujuan apa datang kemari! "


kata satpam yang menahan lift agar tidak tertutup


" Oh, maaf pak. Saya mau menemui kakak saya. Namanya Ji. Tadi saya sudah menghubunginya. dan dia menunggu saya "


Kata Vio dengan tenang dan sopan


" Anda tidak bisa masuk seenaknya. Harus bertanya dulu pada bagian resepsionis "


Vio menoleh ke meja resepsionis disana ada 2 gadis yang bertugas

__ADS_1


" Mereka hanya diam dan bergosip saja, bahkan tidak menyapa ketika ada tamu. Apa aku harus kesana? "


Vio melipat tangannya di dada dan berkata dengan dingin. Sebelum satpam tersebut menjawab Vio sudah kembali bicara


" Baiklah, aku akan kesana! "


Dia berjalan kembali ke meja resepsionis dan langkah anggun di ikuti sang satpam


" Permisi, aku ingin bertemu dengan bu Jingga. Bisa langsung katakan padanya kalau Violeta Indriani Putri sedang menunggu disini! "


" Maaf, anda ada perlu apa? biar saya katakan pada asistennya! "


kata salah satu resepsionis


" Kalian cukup katakan saja namaku padanya. Apa perlu aku juga mengatakan keperluan ku datang kemari? "


Vio tetap tenang meskipun dia dibuat semakin kesal


" Tapi nona,,, "


" Saya adiknya dan ingin bertemu dengan kakak saya. Apa masih belum cukup? "


Sebelum resepsionis itu berbicara lagi, Vio memotong pembicaraannya dan sontak membuat mereka terkejut. Satpam dan petugas resepsionis itu terbelalak dengan mulut terbuka


" Maaf nona maaf. Kami sungguh tidak tahu kalau anda adiknya bu Jingga dan pak Biru. Silahkan, anda bisa langsung naik menuju ruangan beliau "


Satpam yang tadi bersikap tegas langsung berubah 180 derajat menjadi penurut


" Sudahlah, aku suka dengan kalian yang bertanggung jawab dengan pekerjaan kalian. Tapi aku tidak suka sikap kalian yang meremehkan orang lain. Harusnya ketika ada tamu yang datang, kalian langsung menyapa dan bertanya tujuannya. Bukannya bergosip dan membiarkan tamu masuk lalu ditahan oleh satpam "


Vio berkata dengan nada kesalnya


" Baik nona, maaf membuat anda tidak nyaman "


Vio hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan mereka menuju lift sambil terus bergumam merasa kesal sendiri


Hari ini benar -benar hari sialku. aach sungguh menyebalkan. Seharusnya aku ikut kata mami dan papi saja untuk ikut pulang ke negara A... Aaaccchhh mami, papi.. Hari ini sungguh menyebalkan!!

__ADS_1


__ADS_2