
Di negara F, Bi tengah disibukkan dengan semua pekerjaannya sebelum dia berangkat ke negara A untuk menghadiri pernikahan sang adik
Uwe uwe,,
Dia dikejutkan dengan kondisi Mili yang membuatnya begitu khawatir.. wajahnya pucat, tubuhnya lemas dan dari pagi dia terus merasakan perutnya mual
" Sunshine, apa kamu baik - baik saja? Wajahmu sangat pucat. Aku sudah memintamu untuk tidak ikut ke kantor dan tetap istirahat dirumah! "
Kata Biru dengan lembut dan wajahnya terlihat begitu panik
" Apa kamu tidak suka jika aku berada dekat denganmu Bi? Kamu selalu memintaku untuk diam dirumah. Apa kamu mulai merasa tidak nyaman dengan aku yang selalu berada disampingmu? "
Kata Mili dengan wajah sendu dan mata berkaca - kaca
" Bukan itu maksudku. Aku hanya khawatir padamu. Karena melihat wajahmu begitu pucat "
Biru berusaha menjelaskan pada Mili
" Kamu bohong. Apa kamu sudah tidak sayang padaku? Apa kamu ingin bermain mata dibelakang ku, sehingga kamu tidak membiarkan aku ikut ke kantor dengan mu? "
Kini air mata Mili sudah jatuh membasahi pipinya. Biru mengernyitkan dahi karena merasa heran dengan tingkah laku istrinya beberapa hari ini
" Ada apa dengan Mili? Kenapa akhir - akhir ini dia bersikap aneh? Dia jadi begitu sensitif dan selalu salah dalam mengartikan perkataan ku padanya? "
Kata Biru dalam hatinya
" Sunshine, kamu tahu bukan itu maksudku. Aku hanya tidak ingin kamu merasa kelelahan saja "
" Ya sudah, aku pulang saja! "
Kata Mili dengan wajah kesal
" Biar diantar supir! "
Kata Bi pada sang istri
" Tidak usah. Aku bisa pulang sendiri "
Mili pun berbalik hendak meninggalkan Biru tapi tiba - tiba kepalanya pusing, seakan dia berputar - putar hingga akhirnya
Bruk
Mili lemas dan kehilangan kesadarannya
" Sunshine! "
Biru sangat panik melihat Mili dan dia segera berdiri dari kursinya kemudian menggendong Mili ke ruang istirahat pribadinya, kemudian dia memanggil Alex
" Alex! "
" Alex! "
Biru berteriak sekencang - kencangnya memanggil Alex
" Iya, Bi. Kamu memanggil ku? "
Alex bergegas masuk keruang Bi setelah mendengar panggilannya
" Alex, panggil dokter kemari sekarang juga! Cepat! "
Teriak Biru dengan panik
__ADS_1
" Baik Bi! "
Alex mengeluarkan ponselnya dan menghubungi dokter
" Halo, dokter. Tolong datang ke Taeson Elektronik sekarang juga. cepat! "
Alex langsung menutup kembali panggilan teleponnya setelah selesai berbicara
" Kamu tenang dulu Bi. Dokter akan segera tiba disini "
Wajah Biru tampak begitu panik. Dia terus menerus mengusap tangan Mili dan menciumnya sambil bergumam
" Sunshine, kumohon bangunlah! jangan membuatku panik. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu "
Air mata Biru kini telah menetes dipipinya
" Alex, mana dokternya?! Kamu sudah memanggilnya atau belum? Kenapa dia masih belum sampai disini? "
Teriak Biru yang sedang diliputi rasa panik
dan khawatir
" Tenanglah Bi, mungkin sebentar lagi dia akan tiba disini "
" Jika sampai terlambat dan sesuatu yang buruk terjadi pada Mili, maka aku tidak akan memaafkannya. Dia dan juga rumah sakit tempatnya bekerja pasti akan aku hancurkan! "
Biru terlihat menyeramkan, bahkan Alex sebagai asisten sekaligus teman dekantnya tidak berani mengeluarkan pendapatnya
Tak lama berserang, Seorang dokter datang menggunakan snelli dan berjalan dengan langkah kaki cepat, mendekati Biru dan Mili
" Permisi, biar saya memeriksanya terlebih dahulu "
Kata dokter kepada Biru agar dia mau
" Silahkan dokter! "
Akhirnya Biru sedikit menjauh dari Mili meskipun jaraknya hanya berkisar 1 meter dibelakang dokter
" Apakah nona ini menagalami datang bulan yang rutin atau malah terlambat? Ini pertama kali beliau pingsan atau sudah Beberap kali? " Tanya sang dokter kepada Biru
" Entahlah, aku sama sekali tidak memperhatikannya. Apakah istriku saat ini berada dalam bahaya dokter? katakan saja yang sebenarnya! "
Biru mendesak dengan kepanikannya
" Tenang dulu jika dugaanku benar, maka ini adalah kabar gembira "
Kini dokter menjawab demgan senyun
" Apanya yang kabar gembira? jelas - jelas dia pingsan. Berarti dia dalam kondisi yang tidak baik - baik saja kan?! "
Biru menarik kerah baju sang dokter dengan kedua tangannya hingga dia sedikit terangkat
" Tenang dulu Bi! Biarkan dokter menjelaskan semuanya terlebih dahulu! "
Alex berusaha melerai Bi agar tidak melukai sang dokter
" Katakan yang sebenarnya sekarang juga! Jika diagnosis mu salah, maka lisensi dan juga rumah sakit tempat mu bekerja dipastikan akan lenyap saat ini juga! "
Dokter itu mau tidak mau menelan ludahnya sendiri karena merasa terancam dan takut oleh Biru
" Menurut pengamatan saya... saat ini... nona... "
__ADS_1
Dokter bicara dengan terbata - bata
" Cepat katakan! "
Biru kembali mengintimidasi dengan nada bicara dan tatapan matanya
" Kemungkinan nona hamil! Kita harus memastikannya dirumah sakit atau melakukan tes kehamilan "
Dokter kini berkata dengan sangat cepat
" Apa katamu? Ulangi sekali lagi?! "
Biru merasa tidak yakin dengan apa yang ia dengar
" Kemungkinan nona hamil, jadi kita harus memastikannya ke dokter kandungan "
Dokter mengulangi dengan hati - hati
" Kalau begitu kita ke rumah sakit dan cari dokter kandungan sekarang juga! "
Biru menganggkat Mili dan menggendongnya keluar dari ruang istirahatnya
Semua orang memperhatikan atasan mereka yang pergi dengan tergesa - gesa membawa Mili keluar dari gedung kantornya
Ada yang menatap iri karena melihat perhatian Biru, ada juga yang mencibir karena melihat sikap over protektif yang ditunjukkan Biru pada Mili. Namun saat ini istrinya lah yang terpenting. Dia sama sekali tidak mempedulikan yang lainnya
" Alex kita harus bergegas. Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada istriku "
Pinta Biru begitu mereka menaiki mobil
" Baik Bi, tenanglah dulu. Kamu tidak perlu panik seperti itu. Mili pasti akan baik - baik saja! Jarak rumah sakit juga tidak terlalu jauh dari sini! "
Alex mulai mengendarai mobil memuju rumah sakit, diikuti oleh dokter tadi yang berada di mobil belakang
" Kuharap begitu! "
Wajah Biru terlihat sangat lesu dan panik
" Sunshine, kumohon sadarlah. Aku benar - benar khawatir padamu. Aku takut terjadi sesuatu padamu "
Biru terus bicara dalam hati agar Mili baik -baik saja. Setelah beberapa lama mereka berkendara, akhirnya tiba di rumah sakit bersalin
Biru dengan cepat membawanya masuk kedalam rumah sakit dan meletakkannya diatas tempat tidur dorong
" Cepat periksa istriku. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya! "
Kata Biru pada perawat yang membantunya membawa Mili keruang UGD
" Baik, kami akan melakukan yang terbaik! "
Mereka dengan cepat mendorongnya
" Maaf anda tunggu disini dulu, nanti akan kami periksa! "
Suster tidak mengizinkannya masuk dan itu semakin membuat Biru khawatir. Beberapa saat kemudian seorang suster mendekati Biru
" Tuan silahkan masuk. Dokter ingin bicara langsung dengan anda! "
Biru menganggukkan kepala dan mengikuti suster masuk keruangan tersebut
"Silahkan duduk tuan, ini hasil pemeriksaan istri anda. Selamat, istri anda positif hamil! " Dokter memberikan selembar kertas berisi hasil tes kepada Biru
__ADS_1
" Apa dok? Istri saya hamil? Jadi Mili sekarang sedang hamil? "