
Keesokan harinya Ed meminta salah satu tentara untuk menjemput Ji di rumah Biru. Tentara itu hanya dapat menunggu di gerbang karena Bi tidak membiarkan sembarang orang masuk ke rumah. Jadi satpam yang menjaga rumah yang datang memberitahukan pada Ji
Tok tok tok
Satpam itu mengetuk pintu dan tak lama Ji membukakan pintu untuknya
" Maaf nona Ji, ada yang mencari nona, dia menunggu di luar gerbang! "
" Siapa pak? "
Tanya Ji dengan dahi mengkerut
" Saya tidak tahu non, tapi dia menggunakan seragam tentara "
Dahi Ji semakin berkerut karena berpikir
Siapa? Kalau Ed yang kemari, dia pasti langsung masuk ke dalam. Pak satpam saja tidak mengenalnya.
" Biarkan dia masuk pak! Terimakasih! "
Satpam meninggalkan Ji dan memanggil tamunya atas ijin Ji
Tak lama seorang pria muda berseragam tentara datang menghampiri Ji
" Selamat siang nona, saya datang kemari atas perintah Jendral Edward untuk menjemput anda "
Kenapa Ed meminta orang menjemput ku? Ada apa ya? Apakah sesuatu terjadi?
" Apa dia memberitahu mu untuk apa memintaku datang kesana? "
Tanya Ji penasaran
" Tidak nona, saya hanya di perintahkan untuk menjemput anda saja! "
Kata tentara itu dengan sopan
__ADS_1
" Baiklah, tunggu sebentar! Aku akan segera bersiap "
" Baik nona "
Ji berlalu pergi menuju kamarnya di lantai dua, meninggalkan tentara muda tersebut di luar untuk bersiap pergi. Setelah selesai ia langsung turun dan menghampiri sang tentara
" Mari, kita berangkat sekarang! "
" Siap nona "
Mereka berdua berkendara menuju pangkalan militer. Setelah menghabiskan waktu beberapa lama dalam perjalanan, akhirnya mereka tiba di pangkalan militer
Bangunan besar dengan dikelilingi tembok beton yang menjulang tinggi, dengan pintu gerbang yang tertutup rapat. Berdiri dua orang tentara yang berjaga di depan pintu gerbang, dengan mengenakan seragam dan senjata yang lengkap. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam. Hanya anggota militer dan para petinggi negara yang memiliki akses ke dalam saja yang di izinkan untuk masuk. Setiap kendaraan yang datang dan hendak masuk juga harus melewati tahap pemeriksaan terlebih dahulu.
Mobil yang Ji tumpangi juga dihadang di depan pintu gerbang, setalah tentara yang menjemput Ji berbicara dengan penjaga gerbang, akhirnya pintu dibuka dan mereka di izinkan masuk.
Halaman gedung begitu luas dan setiap gedung berjarak sedikit berjauhan. Entah gedung apa saja yang ada disana.
" Mari nona Ji, Jendral sedang ada di tempat latihan "
kata si tentara muda setelah memarkirkan mobilnya
Ji terlihat ragu - ragu
" Tidak, karena Jendral yang meminta anda kesana. Mari "
Ji akhirnya mengikuti langkah tentara muda menuju lepangan pelatihan. Beberapa saat kemudian mereka tiba di belakang gedung tempat para prajurit berlatih.
Para prajurit sepertinya telah selesai dengan latihan mereka, karena sekarang ini para tentara tidak dalam posisi berbaris, melainkan duduk dilapangan dengan terbagi - bagi menjadi beberapa kelompok.
Pandangan Ji tertuju pada satu tentara pria yang sedang berdiri dengan beberapa orang tentara lain. Termasuk diantaranya tentara wanita yang pernah menemuinya, Kalina.
Ed melihat kedatangan Ji dari kejauhan. Dia menatap Ji dengan tatapan yang lembut, dan berjalan menghampirinya dengan senyum yang sangat menawan, membuat tentara lain terbelalak dan saling menatap satu sama lain.
Termasuk Kalina yang tidak pernah mendapatkan sikap lembut atau perhatian Ed. Dia adalah putri dari salah satu petinggi kepolisian, dan memutuskan masuk militer karena ]ngin dekat dengan Ed, tapi Ed tidak pernah memberi tanggapan. Dia hanya menganggapnya rekan kerja.
__ADS_1
*Lihatlah, Jendral tersenyum!
Apakah ini hari keberuntungan ku? Karena bisa melihat Jendral tersenyum
Benar, sepertinya gadis ini begitu spesial untuk Jendral
Siapa sebenarnya gadis ini? Tidak mungkin Jendral mengencani sembarangan gadis*.
Semua anggota saling berbisik memperhatikan Ed dan Ji
" Hai sunshine "
Ed menyapa Ji dengan sangat lembut disertai senyum indah tersungging di bibirnya, membuat orang disekitarnya seakan terguncang hebat karena terkejut
" Hai, Kenapa kamu meminta prajuritmu untuk menjemputku kemari? Bukankah kamu harus mengawasi mereka latihan? "
" Aku ingin mengenalkan mu pada semua prajurit ku. Kemarilah! "
Ed menggenggam tangan Ji dan berjalan ke depan para prajurit
" Perhatian semuanya!
Aku ingin mengenalkan kalian pada kekasihku. Kami berencana menikah secepatnya! "
Ed mengumumkan dengan penuh wibawa
Semua orang saling terbelalak
Bukankah selama ini Jendral dekat dengan Kalina? Bagaimana bisa Jendral menikah dengan gadis lain?
Iya, semua orang tahu kalau Kalina itu menyukai Jendral dan dia juga bergabung dengan militer karena ingin dekat dengannya
Kalina mengepalkan tangannya, dia cemburu karena Ji yang baru dikenal Ed, dapat dengan mudah mengambil perhatiannya. Sedangkan Dia, yang telah bersama dengan Ed selama beberapa tahun, tidak oeenah dianggapnya sama sekali
" Selamat Jendral. kalau begitu saya permisi dulu. Masih ada yang harus saya kerjakan "
__ADS_1
Kata Kalina yang berusaha tegar
" Baiklah silahkan. Tapi sebelumnya aku ingin mengatakan padamu. Kalau kita hanya rekan kerja saja, tidak ada hubungan lain. Jadi lain kali kamu tidak perlu lagi menemui Ji atau siapapun yang dekat denganku dan mengatakan kalau hubungan kita sangat dekat seperti kakak adik. Itu bisa saja menimbulkan kesalah pahaman nantinya"