
Setelah Rian naik lift, barulah Vio berjalan menuju meja resepsionis
" Permisi, selamat siang "
Vio menyapa dengan ramah
" Selamat siang nona. Ada yang bisa kami bantu? "
Tanya resepsionis dengan ramah.
" Saya mau bertanya ruangan pak Biru ada disebelah mana ya? "
Kedua resepsionis saling menatap heran
" Maaf, apa anda sudah membuat janji? "
" Sudah, katakan saja Vio sudah sampai "
Katanya masih dengan senyum ramah
" Tunggu sebentar ya nona! "
Resepsionis langsung menghubungi asisten Alex. Setelah mendapat konfirmasi darinya dia langsung menutup panggilannya
" Nona, silahkan liftnya ada disebelah sana. Ruangan pak Biru ada di lantai 8 "
Resepsionis menunjuk arah lift dan pandangan Vio mengikuti arah yang ditunjuk
" Terimakasih "
Vio berjalan menuju lift, belum jauh dia berjalan, para penjaga resepsionis itu sudah mulai bergosip
*Itu siapa lagi ya? Rasanya pak Biru sering sekali kedatangan tamu perempuan
Husst jangan terlalu keras bicaranya nanti dia bisa mendengarnya. Belum lama ini resepsionis sebelum kita dipecat karena membicarakan tamu wanita yang mengunjungi pak Biru. Dan ternyata itu adalah adik kembarnya. Bisa jadi ini juga saudaranya, karena sepertinya pak Biru bukan pria yang suka berganti - ganti pasangan*
Vio tersenyum mendengar pembicaraan para gadis itu sambil bergumam
Kak Ji, ternyata kamu sudah disegani meskipun tidak memegang perusahaan ini ya?
Vio terus berjalan menuju lift
Ting
Pintu lift terbuka, setelah itu Vio naik dan menekan angka 8. Tidak berselang lama Vio tiba. Dia berjalan keluar menuju ruangan Biru dan tak perlu berjalan jauh terlihat sebuah ruangan yang di pintunya bertuliskan ' RUANG DIREKTUR ' . Vio terus melangkah dan langsung mengetuk pintu ruangan tersebut, karena di meja depan ruangan itu tidak ada orang untuk dimintai izin
Tok tok tok
__ADS_1
Setelah terdengar kata ' masuk! ' barulah Vio membuka pintu
Ceklet,, kriet,,
Vio membuka pintu dan setelah pintu terbuka terlihatlah 3 orang pria yang sedang duduk di sofa dalam ruangan Bi. Vio hanya tahu Bi dan Alex karena kebetulan Bi duduk menghadap ke pintu, sedangkan Alex di kursi sebelahnya. Sedangkan 1 orang lagi, Vio tidak tahu itu siapa karena dia membelakangi pintu.
" Hai kak Bi, katanya kak Bi sudah menemukan dompetku? Dimana dompetnya? "
" Duduklah dulu! "
Kata Biru dengan tenang,
Vio berjalan dengan senyum manja dan duduk disebelah Biru. Dia tidak peduli dengan orang di sekitar mereka, karena ini ruangan Biru pastilah mereka tidak akan berani berkata apa - apa.
Vio terkejut, dia tidak dapat berkata apa - apa ketika melihat wajah pria di hadapannya. Tatapan mata Vio seketika berubah tajam dan sinis
Rian pun tertegun dengan sikap Vio yang bisa berubah dengan cepat.
"Wow perubahan sikapnya melebihi kecepatan angin " Pikirnya
" Hai Vi, lama tidak jumpa? "
Alex mencoba mencairkan ketegangan yang ada di ruangan itu
" Hai kak Alex, apa kabar?
" Mana kak dompetku? "
" Kita makan siang dulu! "
" Dimana kakak ipar? Kalian tidak bersama? "
" Dia sedang pergi kerumah ibunya "
" Ehem,, kamu tidak mengenalkanku Bi? "
" Vi, ini teman kak Bi, namanya Rian! "
" Hai Vio, senang bisa bertemu lagi denganmu! "
" Hai kak Rian! "
Kata Vio jutek
" Ayo kak! Kaka bilang akan makan bersama! " Vio berkata dengan manja kepada Biru
" Baiklah aku ambil jas dulu! "
__ADS_1
Mereka berjalan bersama. Bi dan Vio berjalan di depan dengan bergandengan tangan dan di ikuti oleh Alex dan Rian yang berjalan di belakang mereka.. Tentu saja mereka menjadi pusat perhatian semua orang, karena mereka tampan dan cantik apalagi Vio menggandeng lengan Bi. Itu sungguh berita yang menghebohkan diantara para karyawan karena bos mereka yang dingin selalu dikelilingi wanita cantik
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mili sedang berkunjung kerumah Sandra, setibanya dirumah Sandra, Mili merasa ragu untuk masuk kedalam. Cukup lama dia berdiri depan rumah Sandra.
Aku harus berani! Sekarang aku sudah bukan lagi bagian dari keluarga ini. Aku hanya sebentar melihat mama dan Bi memintaku memberikan ini!
Mili bergumam sambil menatap amplop coklat yang ada ditangannya
Ting nong,,, ting nong,,,
Ceklek,,, krieeet
Pintu terbuka setelah beberapa kali bunyi bel, dan muncullah bi Marni dari balik pintu
" Bi Marni! "
" Nona Mili? Bibi senang bisa melihat nona Mili lagi. Ada perlu apa non? "
Bi Marni terlihat senang, tapi setelah itu dia terlihat khawatir hingga dia terus menoleh ke dalam rumah
" Mama ada bi? "
Kata Mili dengan tenang
" Ada. Tapi kan non,, "
" Saya cuma ingin bertemu sebentar saja! "
" Siapa tamunya bi? "
Terdengar suara Sandra dari dalam rumah
" Ini nyonya,,, "
Bi Marni terlihat bingung mau berkata apa
" Untuk apa kamu datang kemari lagi ? "
Sandra yang muncul dari dalam langsung bertanya pada Mili ketika dia melihatnya
" Apa kabar ma? Aku harap mama baik - baik saja. Aku kesini hanya ingin memberitahukan pada mama kalau aku sudah menikah dengan Biru, dan ini hadiah dari suamiku untuk mama "
Kata Mili dengan suara yang terdemgar sangat tenang, sambil memberikan amplop coklatnya pada Sandra.
Berbeda dengan Mili yang sebelumnya selalu lembut dan tunduk kepada ibunya, sekarang Mili terlihat lebih berani menatap Sandra saat berbicara. Sandra menerima amplop dari Mili dan membukanya. Dia begitu terkejut ketika melihatnya
__ADS_1
" Apa ini? Dari mana kamu mendapatkan semua ini? "