Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Meskipun dia seorang wanita, tapi dia tidak memiliki rasa takut


__ADS_3

Tok tok tok


" Masuk! "


Ceklek


" Selamat siang nona Adel, nona Bina. Silahkan duduk " Hardi menyambut mereka dengan sopan dan mempersilakan mereka duduk di sofa, kemudian menuangkan teh untuk Bina dan Adel yang sudah tersaji di atas meja.


" Selamat siang pak Hardi. Kami tidak akan basa basi. Tentu pak Hardi tahu kan, apa tujuan kami datang kemari? Nona mida meminta kami untuk meninjau perkembangan proyek kerja sama kita. Proyek itu harus segera dimulai, anda sudah terlalu lama menunda - nunda. Anda sudah membuat nona muda kami mengalami kerugian "


Kata Bina dengan senyum sinis


Hardi mengernyitkan dahi melihat sikap dan penampilan Bina yang sekarang berubah. Dipertemuan sebelumnya memang Bina sudah merubah penampilannya tapi dia masih tidak berani bicara, taapi kali ini...


Apa yang terjadi pada Bina? Nada bicara dan juga senyumnya kini terlihat begitu sinis dan juga berani


Flash back on


Sehari sebelumnya Jingga menghubungi Bina


" Halo Bina, besok kamu akan menemui Hardi. Kamu harus mulai berani menatap dan berbicara kepadanya. Aku sudah membantumu jadi kau tidak boleh mempersulit atau merusak semua yang ku rencanakan "


Jingga berbicara dengan nada yang begitu tegas


" Tapi Ji, aku tidak berani.. "


" Kamu harus berani. Jika kamu terus tunduk kepadanya sampai kapan pun dia akan terus memandang rendah kamu. Aku sudah memulai rencanaku dengan keluarga Sukmajaya. Kali ini semua bergantung padamu. Kamu harus bisa bersikap sombong dan lebih berani menekan Hardi. Baru permainanku akan berhasil "


" Tapi aku takut, dia adalah orang yang kasar. Dia tidak akan segan untuk memukul perempuan "


" Adel ada bersama denganmu. Dia pandai ilmu beladiri " Ji benar - bear tidak ingin da kata penolakan


" Baiklah, aku mengerti "


Flash back off


" Nona Bina, nona Adel. Kami tidak bermaksud membuat nona muda Kusuma itu mengalami kerugian. Hanya saja,,, kami sedang mengalami sedikit kendala saat ini "


Hardi berusaha membujuk Adel dan Bina


" Kami tidak peduli, perjanjian tetaplah perjanjian. Kamu sebagai pengusaha muda yang berpengalaman, harusnya tahu bagaimana dunia bisnis bekerja. Jika orang seperti kamu mengelola proyek besar. Maka setiap proyek sudah pasti akan terbengkalai dan menimbulkan kerugian bagi semua pihak. Pak Hardi, jika dalam waktu 2 x 24 jam proyek itu tidak ada kejelasan. Maka kami akan tarik kembali investasi kami beserta biaya ganti ruginya " Kata Adel berbicara dengan tegas dan matanya menatap tajam pada Hardi. Setelah itu mereka berdiri dan beranjak pergi meninggalkan ruangan Hardi tanpa membiarkan Hardi menjelaskan apapun

__ADS_1


" Oh. nona muda yang akan turun tangan langsung jika anda tidak segera memulai proyeknya! " Kata Adel dengan senyum sinis sambil menoleh tanpa membalikkan badan menatap Hardi. Mereka pun melanjutkan langkahnya meninggalkan ruangan Hardi


Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan? Biaya investasi mereka sangat besar, apalagi jika ditambah biaya ganti rugi. Aku bisa kehilangan semuanya. 2 x 24 jam? Aku harus mencari kemana uang dalam jumlah yang sangat besar seperti itu?


Hardi bergumam sambil memegangi kepalanya dan mengacak rambutnya


" Halo Ji, semua sudah beres. Dalam waktu 2 x 24 jam, kamu bisa bersenang - senang dengan melihat mereka sekeluarga hancur berantakan "


Adel sedang. menghubungi Ji dengan senyum liciknya setelah dia meninggalkan kantor Hardi


" Kerja bagus! Terima kasih banyak "


Kata Ji dari seberang telepon. Kemudian menutup panggilan mereka.


" Kenapa kamu melihatku seperti itu? "


Tanya Adel sambil mengerutkan dahi kepada Bina yang terus saja menatapnya


" Kenapa kamu kau menuruti setiap keinginan Ji? Bukankah apa yang dia lakukan itu sangatlah kejam? "


Adel tersenyum dan berkata


Bina mengangguk dan mengerti dengan apa yang dikatakan Adel. Sebagai wanita kita tidak harus takut jika memang kita benar dan tidak melakukan kesalahan apapun. Kita harus tetap berani menunjukkan sikap


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dirumah sakit, keluarnga Kusuma sedang berkumpul menemani Biru dan Mili yang hendak melakukan operasi plastik.. Mili mulai merasa curiga kenapa Biru tidak pernah turin dari ranjang dan kali ini dia menggunakan kursi roda untuk menemani Mili ke ruang operasi


" Bi, bagaimana kondisi mu? Apa kamu baik - baik saja? "


Tanya Mili dengan lembut


" Aku baik - baik saja sunshine. Kamuntidak perlu mengkhawatirkan ku. Kamu harus fokus pada kesembuhan mu dulu. oke? "


" Tapi Bi apa benar tidak papa dengan kondisi kakimu? " Wajah Mili kini terlihat begitu khawatir


" Aku tidak papa, oke.. aku akan menunggu diluar ruang operasi mu! "


" Baiklah "


Mili pasrah dan tidak lagi memaksa Biru menjelaskan padanya. Dia harus fokus oada penyembuhannya terlebih dahulu, agar Biru tidak khawatir

__ADS_1


" Nona Mili, mari kita bersiap untuk operasinya! "


Kata suster yang mendekati mereka berdua


Deg deg deg


Jantung Mili berdebar hebat, wajahnya yang tadi terlihat khawatir, kini berubah jadi panik. Biru memperhatikan perubahan Mili dan meraih tangannya lalu di genggam dengan erat


" Tenanglah. Semua akan baik - baik saja. Operasinya pasti berhasil "


Mili menganggukkan kepala, mengiyakan perkataan suaminya


Mili pun dibawa suster menggunakan tempat tidur dorong menuju ruang operasi. Biru memperhatikan Mili yang dibawa oleh suster


" Tenanglah, dia pasti baik - baik saja. Operasinya pasti berhasil "


Jingga mendorong kursi roda sambil menenangkan Biru


" Yaa, semoga saja. Tapi Ji, kamu terlihat sedang senang sekali hari ini? "


" Karena sebentar lagi aku akan menyaksikan langsung pertunjukan yang bagus. Hardi dan juga keluarganya pasti akan hancur dalam sekejap " Ji tersenyum penuh kelicikan


" Hei, ku kira kamu senang begitu karena akan segera menikah dengan Ed. Ternyata karena kamu sedang bermain. Apa papi tahu? "


" Tentu saja papi tahu. Aku tidak pernah melakukan sesuatu dibelakang papi.. Papi pasti akan aku beritahu setiap aku akan melakukan sesuatu "


" Baguslah kalau begitu.


Ji. kapan kamu akan pulang ke negara A? "


Bi terlihat sedih ketika menanyakannya


" Mungkin,,, setelah Mili selesai operasi dan urusanku selesai. Aku akan menyerahkan JB Companies kepada Adel untuk sementara waktu selama aku di negara A. Tapi aku akan tetap memantau perkembangannya. Kamu harus tetap fokus pada kesembuhanmu dulu! Biar Alex yang mengelola Taeson Elektronik! Jangan merasa putuh asa, kamu harus menjalani terapi dan mengikuti apa kata dokter! "


Ji menasehati Bi dengan begitu banyak pesan


" Kenapa kamu jadi cerewet sekali. Sejak kapan kamu seperti ini, hah? "


" Karena ini pertama kalinya kita berjauhan. Selama ini aku selalu berada di dekatmu dan mengikutimu kemana pun. Kali ini aku harus pulang ke negara A sendiri "


" Kamu kan akan kembali lagi kesini. Tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku menunggumu disini untuk menjadi partner bisnis yang disegani! "

__ADS_1


__ADS_2