Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Penyatuan cinta Biru dan Mili


__ADS_3

Sandra pulang dengan rasa kesal dihatinya. Dia tidak tahu harus berbuat apa jika Bayu menanyakan Emili. Dia berpura - pura tidak tahu kalau Bi Marni menemui Emili


" Bi, apa bibi sudah membeli semua yang kita diperlukan di pasar tadi? "


" Sudah nyonya. Ini mau saya rapikan di dapur "


Bi Marni yang beralasan ke pasar untuk belanja, dia tidak tahu kalau Sandra tadi mengikutinya.


" Ya sudah, saya mau ke kamar dulu! "


Sandra berjalan meninggalkan bi Marni menuju kamarnya. Setelah sampai kamar di meluapkan emosinya


" Dasar anak tidak tahu diuntung. Aku membesarkannya supaya bisa jadi penerus keluarga Anggara. Tapi dia malah mengecewakanku dan pergi dengan pria yang tidak jelas itu! " Gerutunya dalam kemarahan


Ting nong


Ting nong


Terdengar suara bel rumah yang dibunyikan.


Bi Marni dengan cepat membuka pintu, dan ternyata Bayulah yang datang kerumah Sandra


" Bi, Tante Sandra dan Mili ada? "


Kata Bayu dengan sombongnya


" Nyonya ada dikamar den, sebentar bibi panggilkan! Silahkan duduk dulu den! "Bi Marni berbicara dengan sopan dan berjalan menuju kamar Sandra untuk memanggilnya


Tok tok tok


" Nyonya, ada den Bayu datang! "


Kata Bi Marni dari balik pintu kamar Sandra


" Iya bi, sebentar saya kesana! "


Tak lama Sandra keluar dan berjalan mendekati Bayu


" Halo nak Bayu. Bagaimana kabarmu? "


Senyum yang begitu ramah terpancar di wajahnya

__ADS_1


" Baik tante. Saya kesini mau menjemput Emili untuk mengajaknya jalan tante! "


Bayu berkata terus terang, Sandra hanya dia tidak tahu harus menjelaskannya bagaimana


" Ehm,,, begini nak Bayu "


Terlihat wajah Sandra yang bingung


" Ada apa tante? katakan saja! "


Wajah Bayu yang tadinya cerah berubah penasaran


" Mili,,, dia,,, pergi dari rumah ini. Dia pergi bersama laki - laki yang tidak jelas asal usulnya! "


" Apa? Tante tidak salah bicara? "


Bayu begitu terkejut. Dia sedikit berteriak dan matanya m terbelalak hampir melompat keluar


" Tidak, tante berkata jujur sama kamu. Kita harus cari cara supaya Mili bisa kembali sama kamu "


Bayu mengernyitkan dahi dan bertanya


" Katanya dia direktur dari Taeson,,, Elektronik.. Iya Taeson Elektronik "


" Taeson Elektronik,,, Biru,,, "


Bayu bergumam kemudian menyeringai ketika mulai mengingat pebisnis muda itu


" Nak Bayu kenal? "


" Saya tidak kenal secara langsung. Tapi saya tahu, kalau perusahaan itu masih belum stabil karena baru saja diambil alih oleh direkturnya, namanya Biru "


Dia berkata dengan senyum licik diwajahnya


" Tante tenang saja. Saya pasti akan membawa Mili kembali! "


Mili, kamu tidak akan bisa lari dariku. Tidak pernah ada seorang pun yang berani menolakku


" Terimakasih nak Bayu "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Sementara itu dirumah Biru


" Silahkan, My wife. Ini rumah kita! "


Biru membawa Mili kerumahnya setelah berkendara kira - kira 1 jam perjalanan dari KUA. Dia membuka pintu mobil dan mengulurkan tangan membantu Mili turun dan menggandengnya masuk ke dalam rumah


" Apa Jingga juga tinggal disini? "


" Dia punya apartemen sendiri, tapi lebih sering tinggal disini. Sayang, aku akan mengurus perusahaan selama beberapa hari ini. Baru nanti kita persiapkan untuk bulan madu kita! "


Kata Biru sambil berjalan masuk kedalam rumah.


" Kamu tenang saja Bi,,Aku tidak apa ko, meskipun kita tidak bulan madu. Yang penting aku selalu bisa bersama denganmu "


" Terimakasih sweet heart"


" Aaaach "


Biru tiba - tiba menggendongnya , dan Mili sangat terkejut


" Turunkan aku Bi! "


" Kenapa? Toh ini rumah kita. Tidak akan ada yang berani mengganggu kita sekarang ini " Biru memeperlihatkan senyum liciknya


" Aku tidak sabar untuk memakan mu cantik! "


Mili tersipu malu mendengar ucapan Biru.


Mereka berjalan menuju kamar Bi. Diletakkannya Mili di atas tempat tidur dengan sangat hati - hati. Biru mulai menciumnya, Menikmati manisnya bibir istrinya itu, perlahan - lahan ciumam itu semakin dalam dan mendominasi dengan lidah yang saling bertemu.


Mili melingkarkan tangannya dileher Biru. Dengan mata terpejam dia menikmati setiap kelembutan dan sentuhan yang Biru berikan. Perlahan tangan Biru mulai meraba setiap lekuk tubuh Mili. Menghadirkan gairah yang semakin tak tertahan diantara keduanya.


Sehelai demi sehelai baju mereka bertebaran di lantai. Biru mengagumi setiap inci tubuh Mili dan menciumnya dengan penuh kelembutan.


Di suasana siang hari yang begitu hening, kini terdengar suara desahan dan erangan dari kenikmatan penyatuan cinta mereka berdua. Hingga suara itu baru terhenti ketika mereka talah mencapai puncak dari kenikmatan masing - masing.


Biru begitu bergairah hingga membuat Mili tertidur karena kelelahan setelahnya. Biru mengambil handuk basah dari toilet di kamarnya dan membersihkan tubuh Mili yang dipenuhi keringat lalu menyelimutinya. Dia mengecup keningnya lembut sambil berbisik


" Terimakasih sayang, I love you so much. Akhirnya kamu seutuhnya menjadi milikku, kuharap kita akan bersama hingga kita tua nanti. Aku akan berusaha membina rumah tangga yang bahagia bersama denganmu "


Lalu Biru bangkit dari duduknya dan berjalan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri

__ADS_1


__ADS_2