Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Tuan muda Leonardi Nugraha


__ADS_3

" Aku yakin kalau kak Rian tidak benar - benar menyukaiku? Bagaimana bisa seorang playboy cap gayung seperti dia bisa menyukai seseorang dengan tulus? Apa karena status sosialku ya, jadi dia berusaha mendekatiku? Kira - kira bagaimana aku bisa tahu motif yang tersembunyi dibalik itu semua ya? "


Vi memegang dagunya sendiri dan mulai berfikir.


" Kak Jingga. Aku tanya kak Jingga saja dech! "


Vio kembali mendial nomor di ponselnya. Kali ini dia menghubungi Jingga


Tuut tuut tuut


" Hallo, kak Ji? "


Sapa Vio ketika panggilan tersambung


" Ada apa Vio cantik? "


Ji menyapa dengan sangat datar


" Kak Ji kapan kembali kemari? "


Vio terdengar bagitu antusias


" Ada apa? Apa ada sesuatu? Sepertinya tidak mungkin kalau kamu merindukan ku? "


Ji mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan Vio. Saat ini dia memang sedang dalam perjalanan pulang menuju negara F


" Hehehe,, memang ya kakak ku yang paling cantik ini sungguh pintar sekali! "


" Berhenti merayuku!


Cepat katakan, ada masalah apa? "


"Aku ingin menceritakan satu hal sama kakak. Tapi kakak janji, harus bantu aku! Jangan seperti kak Bi yang malah membuatku bingung ! "


" Sebenarnya apa yang mau kamu ceritakan? Kenapa sepertinya kamu bingung sekali? "


" Begini kak, hari ini kak Rian mengatakan padaku kalau dia menyukaiku dihadapan banyak karyawan lain. Aku tidak tahu harus berbuat apa! Yang pasti sekarang mereka semua menatapku dengan tatapan iri dan benci padaku. Karena direktur muda dan tampan yang jadi idaman mereka menyatakan cintanya padaku. Tapi aku juga jadi sulit menolak dia karena dia menyatakan rasa sukanya dihadapan banyak orang. Aku merasa tersudut saat ini "


Vio mengeluh dengan nada manja


" Kamu yakin orang seperti dia benar - benar menyukai mu? "


Ji bertanya dengan nada mencibir


" Aku agak ragu, karena sikap dia padaku selama ini,,,, kakak tahu sendiri kan? "


" Kamu selidiki saja dulu! Pastikan motif apa yang dia miliki dengan memdekatimu! "

__ADS_1


" Maksud kak Ji apa?


Kak Biru juga memintaku menyelidikinya sendiri! "


" Kamu dekati dia, dia pasti akan menunjukkan motif yang dia miliki sebenarnya! "


" Benarkah? Tapi,,,, aku menyukai pria lain ka,,, aku tidak mau pria yang kusuka itu malah salah paham! "


Suara Vio terdengar sedikit sedih


" Tenang saja. Kamu bisa bicarakan rencana mu pada pria itu, dia pasti akan mengerti! "


" Apa kakak yakin dia akan mengerti? "


" Tentu saja!


Jika dia memang tulus menyukaimu, dia akan mengerti dan melakukan apapun untukmu!


" Aku mengerti.. Kak Ji, terimakasih banyak.. muach muach! Aku tutup teleponnya ya,, sampai jumpa nanti! "


Kata Vio yang kini terdengar senang


" Baiklah! "


Vio dan Jingga mengakhiri panggilan di antara mereka


Kak Leo,, aku harus bagaimana? Pak direktur mengatakan kalau dia menyukaiku dihadapan banyak orang. Aku tidak menyukai dia, tapi entah kenapa aku merasa kalau dia memiliki maksud lain untuk mendekatiku, hanya saja aku tidak tahu apa itu


Leo masih dijalam dan sedang mengendarai motornya. Namun ada beberapa mobil hitam yang mengikutinya sejak dari kantor Vio.. Dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Mobil - mobil itu juga menambah kecepatannya. Mereka saling kejar mengejar. Leo melewati satu persatu mobil didepannya, menyelinap diantara mobil - mobil lain. Hingga dia merasa kalau mobil hitam yang mengajarnya sudah tertinggal jauh. Dia kembali mengurangi kecepatan motornya ke batas normal. Namun tiba - tiba


Ckiiiiittttttt!!!!


2 buah mobil hitam menghadang di depannya, hingga Leo harus menghentikan motornya secera mendadak dan sedikit berputar untuk menghindari kecelakaan.


Leo terdiam dan mulai waspada memperhatikan mobil didepannya. Tak lama beberapa orang bersetelan hitam rapih terlihat turun dari mobil dan mendekati Leo. Postur tubuh mereka hampir sama. tinggi tegap, layaknya pengawal terlatih


" Tuan muda, anda harus ikut kami! "


Kata salah seorang pria yang mendekati Leo.


Leo mengernyit dan bertanya pada mereka


" Siapa kalian? Dan siapa juga yang kalian maksud tuan muda? Aku juga sama sekali tidak mengenal kalian. Kenapa aku harus ikut kalian? "


" Tuan muda, anda harus segera menemui tuan besar. Beliau tengah sakit keras! "

__ADS_1


" Maksudmu tuan besar? "


Leo mengerutkan kedua alisnya hingga hampir menyatu


" Maksud kami, Tuan Fabian Nugraha ayah anda. Beliau sedang sakit karena mengkhawatirkan anda, Tuan muda Leonardi Nugraha "


Deg


Seketika Leo merasa terkejut hingga dia merasa jantungnya berhenti berdetak saat itu juga


" Ayah,,,, ayah masih mengingat ku? Bertahun - tahun aku diasingkan dari rumah, ku kira ayah sudah melupakan aku dan tidak lagi menginginkanku. hiks..hiks.... hiks... "


Leo tertunduk, tanpa terasa air matanya mulai menetes dibalik helm full face yang dia kenakan


" Tuan muda, mari ikut kami! Tuan besar pasti akan sangat senang melihat anda! "


Leo membuka helmnya dan turun dari motornya kemudian masuk ke dalam mobil, sedangkan motornya dibawa oleh salah satu pengawal


Leo merogoh sakunya dan meraih ponselnya. Dilihatnya ada sebuah pesan dari Vio. Dia membuka dan membacanya kemudian memberi balasan pesan itu


Kamu coba dekati dan selidiki dia. Tapi kamu harus bisa menjaga diri. Aku tidak bisa menemui dan melindungi mu untuk sementara waktu. Aku memiliki urusan penting, sehingga aku harus pergi keluar negeri. Aku akan menemuimu lagi ketika aku kembali ke negara ini. Jaga dirimu baik - baik gadis kecil!


Vio membaca pesan dari Leo, wajahnya seketika berubah menjadi murung.


" Kak Leo akan pergi keluar negeri? Dia pergi kemana dan untuk urusan apa? Apa dia sudah mendapat pekerjaan baru? Tapi kenapa harus pergi keluar negeri? "


Pikiran Vio dipenuhi ribuan pertanyaan mengenai Leo. Dia malah tidak lagi mengingat apa yang Rian katakan padanya.


Rian memperhatikan Vio yang duduk termenung cukup lama. Rian tersenyum dengan senyum licik


" *Sepertinya Vio mulai memikirkan apa yang aku katakan tadi. Sudah kuduga perempuan manapun akan luluh dan merasa tersentuh jika kita mempublikasikan perasaan suka kita di hadapan banyak orang.


Vio, kamu akan segera jadi milikku. Aku tidak akan melepaskan tambang berlian yang begitu berharga dari genggaman tanganku dengan mudah*"


Rian berjalan mendekati Vio dan berdiri di hadapannya...


" Vio,,, "


Vio mengangkat kepala dengan wajah datar tanpa ekspresi


" Apa kamu sudah mempertimbangkan apa yang aku katakan tadi pagi? Aku serius dengan apa yang aku katakan. Aku dan kakakmu saling mengenal, tentu aku tidak akan pernah menyakiti kamu. Aku harap kamu mempertimbangkannya baik -baik"


Vio memperhatikan Rian baik - baik. Tidak ada ketulusan dimatanya


" Baiklah, kita jalani perlahan. Kita akan berusaha saling mengenal lebih dekat terlebih dahulu "


Rian tersenyum licik mendengar jawaban Vio

__ADS_1


" Sudah kuduga kamu akan masuk dalam perangkap ku. Kamu masih terlalu muda dan polos untuk bisa membedakan mana yang benar dan yang salah. Aku sungguh kasihan dan juga bahagia, karena kamu tidak secerdik dan selicik kedua kakak kembar mu itu! "


__ADS_2