
Ji tersipu malu mendengar kata - kata Ed. Dia selalu dibuat tak berdaya dengan ucapan dan sikap yang Ed tunjukkan padanya.
Aaaaccch Jendral ini bisa - bisanya selalu mwngerjaiku dengan kata manisnya....Membuatku malu saja
Ji memegang pipinya yang tiba - tiba terasa panas karena malu mendengar gombalan Ed
" Om, tante. Aku juga ingin secepatnya melamar Ji secara resmi. Setelah semua urusannya disini selesai, aku akan pulang bersama Ji dan mengenalkannya secara resmi kepada orang tua ku "
Ed dengan sopan bicara pada Yudha dan Gina. Ji terus menatap Ed karena terpesona dengan ketenangannya
" Tentu saja, kami menunggu kabar baik dari kalian! "
Yudha dengan sikap tenangnya menjawab perkataan Ed
" Pih, mih.. Apa boleh Vio sementara tinggal disini bersama kak Bi dan kak Ji?
Boleh ya pih? "
Vio dengan nada bicaranya yang manja mencoba membujuk Yudha dan Gina. Tapi malah Bi dan Ji yang menjawabnya dengan serempak
" Tidak boleh! "
" Kamu itu tidak biasa jauh dari mami dan papi. Memangnya kamu akan suka disini? "
Bi mencoba menerangkan
" Benar. Dan lagi disini kami sibuk bekerja tidak ada yang akan menemani kamu! "
Ji melengkapi alasan Bi
" Aku bisa sendiri ko. Kalian tidak perlu khawatir. Aku akan baik - baik saja! Hump "
" Hentikan perdebatan kalian! Biarkan Vio tinggal sementara bersama kalian. Dengan begitu papi dan mami bisa bulan madu untuk kesekian kalinya "
Kata Yudha dengan ekspresi datarnya sambil melingkarkan tangan di pundak Gina
" Papi! ga lucu! "
Vio kesal sendiri dengan sikap keluarganya
" Sudahlah, kalian sama saja! Mami dan papi tidak bisa lama. kami harus segera kembali ke negara A "
__ADS_1
Gina melerai mereka kemudian tersenyum tulus kepada Mili dan memeluknya sambil berkata " semoga rumah tangga kalian tetap terjaga, mami titipkan Biru padamu "
" Baik tan, ech mami "
Mili tersenyum sebagai jawaban kepada Gina
" Bi, ingat apa yang telah papi katakan padamu. Tanggung jawabmu sekarang bertambah. Kamu harus bisa menjaganya baik - baik "
Yudha memperingatkan Bi
" Baik pih, Biru akan ingat! "
" Kalau begitu kami pergi dulu! Vio, jangan buat ulah! "
" Siap mami! "
Gina dan Yudha meninggalkan mereka dan pergi dengan bergandengan tangan.
Pasangan ini tidak pernah kehilangan pesonanya. Meskipun mereka tidak muda lagi, mereka tetap menjadi pusat perhatian.
Yudha yang masih terlihat gagah dan Gina yang tampak anggun juga elegan tetap memukau orang - orang disekitar mereka
Benar, biarpun tuan Yudha sudah berkepala 5 tapi, dia tetap terlihat gagah
Iya, nyonya Gina juga begitu anggun dan elegan. Mereka juga tetap mesra di umur mereka sekarang.
Tapi mereka tadi itu siapa ya? Apa kerabat tuan Yudha dan nyonya Gina? Yang aku sering lihat hanya Vio putri tuan Yudha yang selalu muncul depan publik*
" Bi, kalian pulanglah dulu. Aku masih harus pergi ke kantor. Kak Alex hari ini ku kembalikan padamu "
Ji berkata dengan sikap acuh tak acuh
" Memangnya kamu sudah punya asisten Ji? "
" Tidak hanya asisten. Bahkan dia sudah punya supir pribadi "
Kata Ed sambil melingkarkan tangan di sekitar pinggang Ji dan mengajaknya pergi dari sana
" Baiklah, terimakasih karena kalian sudah menjadi saksi pernikahan kami "
" Tidak masalah, karena kamu juga akan jadi saksi pernikahan kami "
__ADS_1
" Hei Jendral, lepaskan tanganmu! Apa kamu tidak malu? Lihatlah, semua orang memperhatikan kita! "
Ji berkata dengan nada sinisnya
" Biarkan saja, toh sebentar lagi kamu akan jadi nyonya Jendral " Ed tersenyum menggoda Ji
" Tapi sekarang masih belum. Jadi lepaskan aku! "
" Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Meskipun kamu berusaha menghindar, aku akan selalu berada di sampingmu! "
" Ach terserah kau saja! "
Ji akhirnya mengalah dan berjalan dengan gandengan Ed dipinggang Ji
" Hei, aku yang baru menikah, kenapa kalian yang malah bermesraan di depanku? "
Kata Bi yang terus tersenyum menatap adik kembarnya yang super jutek pergi dengan Ed
" Kak, Vio mau jalan - jalan ke mall ya? Nanti Vio akan pulang sendiri ke rumah kk. Ech tidak, mungkin Vio akan bertanya pada kak Ji. Vio akan pulang ke tempatnya saja. Daah pengantin baru! "
Vio berjalan dengan cepat meninggalkannya Bi
" Sayang, mereka sudah pergi. Sebaiknya kita pulang ke rumah! "
kata Bi dengan begitu lambutnya dan tangan yang melingkar dipinggang Mili
" Bi Marni, Terimakasih karena sudah hadir " Mili berkata dengan sangat sopan.
" Sama - sama non "
Bi Marni menitikan air mata melihat Mili menikah dan berkata dalam hati
Nenek sangat senang bisa melihatmu menikah. Meskipun kamu tidak tahu kalau nenek ini adalah nenekku tapi nenek tetap senang bisa mendampingi di hari bahagiamu.
" Bibi pulang dulu ya non. Takutnya nanti kalau terlalu lama nyonya akan curiga "
" Baik hati - hati bi "
Dari kejauhan Sandra menyaksikan kebersamaan Bi dan Ji. Dia mengikuti Bi Marni saat meninggalkan rumah. Tapi dia lengah ketika Yudha dan Gina pergi dari sana. Jadi dia tidak tahu siapa Biru sebenarnya
" Mili, kamu sudah mengecewakan mama! "
__ADS_1