
Rian terdiam sejenak mendengar jawaban Vio. Dia memang terbiasa dengan kemewahan dan nama baik dari orang tuanya. Semua orang akan segan dan hormat kepadanya karena nama keluarga yang dia sandang di belakang namanya
" Karena aku tidam mengerti, makanya aku bertanya padamu!! "
" Sudahlah fokus saja mengemudi. Tidak perlu banyak bicara! "
Kata Vio acuh tak acuh sambil menatap keluar jendela yang telah dibasahi oleh derasnya air hujan
" Aku harus mengantarkan mu kemana? "
" Antar aku ke apartemen kak Ji saja! "
Jawab Vio sinis
" Kamu tinggal disana? "
" Terserah aku, mau tinggal di rumah kak Bi atau apartemen kak Ji. Mereka berdua adalah kakakku, jadi tidak masalah "
Perjalanan mereka dilalui dengan diam setelah perkataan Vio hingga mereka tiba di apartemen Ji
" Terimakasih sudah mengantarku pulang! "
Kata Vio dengan sinis sambil keluar dari mobil Rian
" Jika tidak ikhlas, lebih baik tidak berkata terimakasih! " Rian sedikit berteriak kepada Vio yang sudah aga jauh
" Aku memang tidak ikhlas bahkan tidak ingin kamu antar. Tapi kamu yang memaksaku untuk mau kamu antar dengan mengancam ku! " Vio berbalik meninggalkan Rian
Dia bergegas naik ke apartemen Ji dan begitu sampai Vio berhambur ke tempat tidur
" Aku lelah sekali hari ini. Bagaimana aku Bisa bertahan hingga mencapai tujuanku? "
Tanya Vio oada dirinya sendiri
" Sudahlah. Lrbih baik aku menyiapkan air untuk berendam. Agar badan ku terasa lebih nyaman"
*****
Sementara itu Biru sedang melakukan pemeriksaan pada kakinya.
" Perkembangannya sudah semakin bagus. Keretakan pada kakinya sudah mulai sembuh dan kita sudah bisa melakukan terapi pada kakinya agar bisa digerakkan seperti sebelumnya! "
Kata dokter menjelaskan dengan sangat hati - hati
" Baik dok. Terimakasih "
Kata Mili kepada dokter dengan senyum ramah
Setelah selelsai dengan semua pemeriksaan . Biru dan Mili meninggalkan rumah sakit
" Bi, besok aku akan ke perusahaan mama Sandra. Akan ada rapat pemegang saham disana. Aku ingin melihat bagaimana dia sekarang? Apalagi setelah melihatku! "
__ADS_1
" Baiklah, aku akan menemanimu! "Mili tersenyum dan menganggukkan kepala. Kemudian mereka pulang ke rumah mereka berdua
Dirumahnya Sandra sedang kebingungan setelah mendapatkan laporan dari asistennya dikantor, kalau besok akan diadakan rapat pemegang saham dadakan untun mengenal pemegang saham yang baru.
" Bagaimana bisa dia memiliki saham perusahaan ku? Siapa sebenarnya orang ini? " Sandra merasa bingung karena ada pemilik saham baru yang namanya asing baginya
" Sudahlah besok saja kita lihat orangnya. Kepalaku pusing jika terus memikirkan itu "
Sandra berkata sendiri sambil memegang kepalanya
Keesokan harinya ruang rapat perusahaan Anggara sudah di isi oleh para pemegang saham untuk mengadakan rapat dadakan mengenai kondisi perusahaan
" Bu Sandra, apa anda sama sekali tidak tahu mengenai pemegang saham myoritas kita sekarang? "
"Benar sekali. Hampir 50% saham kita di pegang olehnya. Bagaimana anda sampai tidak tahu siapa orang itu? "
Kata anggota rapat bergantian
" Saya benar - benar tidak tahu siapa dia. Jika saya tahu, saya pun tidak akan cemas atau khawatir mengenai kondisi perusahaan saya. Kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan terhadap perusahaan ini "
Kata Sandra berusaha menenangkan
" Kalian tentu sudah mengenal baik siapa saya? " Tiba - tiba terdengar suara Mili dari arah pintu. Semua anggota rapat menoleh secara bersamaan
" Selamat pagi semuanya! Bagaimana kabar anda semua? "
Kata Mili dengan santai dan senyum tipisnya
Mereka tidak mengenali Mili karena wajah barunya
" Saya Dara pemegang saham yang baru di perusahaan ini. Tapi saya tidak berniat jadi anggota dewan. Saya cukup menjadi pemilik saham saja "
Mili dengan tenang menjelaskan pada para pemegang saham.. Mereka menganggukkan kepala mendengar penjelasan Mili dan Sandra masih terpaku tak mengerti. Rapat pemegang saham pun dimulai dengan dengan membahas setiap permasalahan yang terjadi dalam perusahaan juga perkembangan rugi laba perusahaan.
" Sepertinya cukup sampai disini rapat kita kali ini. Bulan depan kita akan mengadakan rapat ulang mengenai perkembangannya "
Kata Sandra menutup rapat. Pra pemegang saham mulai berdiri dan hendak meninggalkan rapat
" Nona Dara, apa kita bisa bicara 4 mata sebentar? " Sandra menghentikan Mili yang hendak berdiri dari duduknya
" Tentu saja Bu Sandra! "
Mereka menunggu hingga anggota rapat yang lain meninggalkan ruangan. Setelah semua keluar barulah Sandra mulai bicara
"Sebenarnya apa motif anda membeli saham perusahaan ini? "
Tanya Sandra santai dan Mili hanya memicingkan mata disertai senyum liciknya
" Saya.... hanya ingin mengambil alih perusahaan ini. Kurasa perusahaan ini bukan hak anda, dan tidak seharusnya anda memiliki perusahaan ini "
Mili berkata dengan tenang disertai seringai licik
__ADS_1
" Apa maksudmu? Kamu membeli saham perusahaan ini bukan untuk keuntungan dan kemajuan perusahaan ini? "
" Tentu saja tidak. Apa untungnya bagiku membantu perusahaan ini? Jika karena keuntungan materi. Maka aku tidak membutuhkannya. Suamiku memiliki harta yang cukup banyak dibandingkan keuntungan perusahaan ini yang tak seberapa "
" Lantas apa yang kamu inginkan? "
" Kehancuran mu. Aku ingin melihat kamu hancur sampai sehancur - hancurnya. Aku pasti bisa membuatmu menetap di jalanan! "
Kata Mili dengan tatapan taja dan penuh kelicikan
" Siapa kamu sebenarnya? "
" Aku bukan siapa - siapa. Aku hanya orang yang berhasil melewati maut dan diberikan kesempatan untuk hidup kembali. Satu keluarga yang jadi penyebab masalahku sudah di singkirkan. Tinggal kamu saja yang selanjutnya akan terhempas kejalanan. Hahaha"
Mili tertawa terbahak meninggalkan Sandra, sedangkan wajah Sandra berubah pucat dan terus menatap ke arah pintu dimana Mili telah menghilang dari sana
Dibawah perusahan Anggara Biru sedang menunggu Mili di dalam mobil.
" Bagaimana dengan rapatnya sayang? "
Tanya Biru ketika melihat Mili masuk ke dalam mobil
" Kamu bisa bayangkan ketika ku bilang pada mama Sandra kalau aku akan mengambil semua miliknya. Wajahnya seketika berubah pucat. Bisa kamu bayangkan betapa takutnya dia kehilangan harya bendanya. Hahaha "
" Kamu sudah bekerja keras sayang! "
Kata Biru sambil mengusap lembut kepala Mili. " Sekarang kita akan mulai menjatuhkan perusahaan dengan membongkar sedikit demi sedikit masa lalu ibu tirimu itu "
Biru tersenyum licik
" Apa kamu sudah menemukan sesuatu? "Mili memicingkan matanya menatap. Biru
" Lihatlah ini! "
Biru memberikan sebuah dokumen pada Mili
" Apa ini? "
Mili menerima dan membukanya
" Benarkah mama yang menyebabkan kecelakaan orang tuaku? "
Biru menganggukkan kepala
" Aku sudah meminta seseorang menyelidiki berkas - berkas yang terkait kecelakaan ayah dan ibumu waktu itu. Dan bukti menunjukkan bahwa kecelakaan itu terjadi karena disengaja "
Mili membelalakkan mata mendengarkan penjelasan Biru
" Kecelakaan itu terjadi karena telah direncanakan. Rem mobil dibuat hilang kendali dan truk besar juga disiapkan untuk membuat mereka seperti mengalami kecelakaan karena truk yang oleng "
Mili sudah tidak dapat menahan air matanya. Kini dia telah menitikan air mata dan matanya memancarkan kebencian
__ADS_1
" Kamu harus membuat dia membayarnya Bi. Biarkan Sandra kehilangan harta yang dia cintai sebelum masuk ke dalam penjara "