
Mereka sudah tiba dirumah Biru dan berbincang bersama...
" Ed,, apa kamu senang disini? Kenapa tidak kembali ke negara A saja? "Yudha berkata sambil meminum tehnya
" Saya masih belum ada rencana untuk pulang om. Saya masih ingin disini. Dan saya ditugaskan disini juga sebagai perwakilan dari negara A " Edward begitu tenang, yudha menganggukan kepala perlahan
" Bagaimana keadaan ibumu? Sudah lama kami tidak mengunjungi kak Maria " Gina dengan tenang meminun teh miliknya dengan duduk disamping Yudha...
" Mereka semua baik - saja tante " Jawab Edward datar
" Ji setelah ini kita harus pergi menemui tamu penting kita! "
Yudha mengingatkan sambil tersenyum penuh makna
" Tentu saja papi! "
Ji membalas senyum sang papi
" Kalian mau pergi kemana? "
Biru memicingkan mata heran
" Aku akan bermain dengan papi! "
jawab Ji dengan senyum misterius
" Apa boleh aku yang mengantarmu? "
Edward menawarkan dengan lambut
" Tidak perlu, lagi pula aku akan pergi dengan papi! " Jawab Ji dengan nada sinis
" Tidak apa, kamu antarkan Ji. Karena setelah itu papi juga ada urusan disini! "
Yudha berkata dengan nada datarnya
" Terimakasih om " Edward mengangkat kedua alisnya sambil menoleh kepada Ji seakan berkata " aku sudah mendapatkan ijin papimu" dan tersenyum penuh kemenangan
Sementara di tempat lain Sella begitu senang karena dia akan bertemu dengan Yudha. Diapun mengirim pesan singkat kepada Ji
Ji kamu sudah tidak papa kan? Apa kamu sudah bersiap? Jangan sampai nanti tuan Yudha menunggu terlalu lama disana. Aku akan bergegas kesana sekarang!
__ADS_1
Ji tersenyum mendapat pesan dari Sella. Lalu mengirimkan jawaban dengan singkat
Oke, aku sudah siap. Nanti kita langsung bertemu disana
Sella tersenyum dan bergegas pergi kesana.
" Tunggu saja Ji. Kamu tidak akan selamat kali ini " Gumam Sella sambil menyeringai
Sementara Ji juga bersiap dengan Yudha dan Edward
" Papi, ayo kita berangkat. Tamu kita akan menunggu lama jika kita terlambat "
" Tentu saja sayang! " Yudha bangkit dari duduknya dan tak lupa mencium kening sang istri dengan lembut terlebih dahulu dan berkata " Aku pergi dulu ya sayang! "
" Kalian hati - hatilah " Jawab Gina penuh kelembutan
Yudha mengangguk dan pergi bersama dengan Ji dan Ed
Dalam perjalanan Yudha mengirim pesan pada Sella
Aku tunggu di hotel XX kamar no 492
Sella tersenyum menerimanya dan mengirimkannya kembali kepada Ji
Ji tidak menggunakan kursi roda. Dia hanya menggunakan tongkat kecil untuk menopang tubuhnya. Edward juga tidak ikut masuk dengan Ji, dia hanya mengawasi dari belakang saja
" Ji disini! " Sella memanggil Ji dan melambaikan tangan agar Ji melihatnya. Ji hanya membalas dengan senyuman
" Ji, bagaimana keadaan mu? " Wajah Sella terlihat khawatir, tapi Ji hanya tersenyum dengan sinis melihatnya dan berkata " Aku baik - baik saja! Siapa yang ingin kamu kenalkan padaku? "
" Ayo kita naik ke lantai atas! Mungkin dia sudah menunggu. Dia hanya memberitahuku nomor kamar saja. Kita akan menemuinya disana. Dia ini seorang pengusaha sukses yang berasal dari negara A. Jika kamu bisa mendekatinya posisi model top pasti akan menjadi milikmu secepatnya " Sella berkata dengan penuh antusias
" Benarkah? Aku tidak sabar untuk segera bertemu dengannya! "
Ji tersenyum manis kepada Sella, walaupun dalam hati, dia terus saja mengumpat " Dasar manajer sialan, bisa - bisanya kamu berniat untuk menjual model mu kepada pria kaya "
Mereka berbincang sepanjang perjalanan, hingga tanpa sadar mereka tiba di depan kamar bertuliskan angka 492
" Ini kamarnya Ji! "
Sella mengetuk pintu dan dibukakan oleh Hendri " Permisi, saya sudah memiliki janji dengan tuan Yudha "
__ADS_1
" Silahkan masuk. Tuan sudah menunggu di dalam "
Ji dan Sella pun berjalan masuk ke dalam kamar hotel. Terlihat Yudha sedang duduk di sofa
" Selamat sore tuan, saya Sella dan ini model saya Jingga! "
" Silahkan duduk " Yudha berkata dengan dingin dan tanpa ekspresi
" Terimakasih! "
kata Sella dan Ji serempak dan duduk di sofa yang saling berhadapan dengan Yudha
" Jadi, apa yang kamu inginkan dariku? "
Tatapan Yudha begitu dingin, auranya begitu mengintimidasi, hingga Sella berkali - kali menelan ludah karena gugup
"Dia sudah tidak muda lagi, tapi tetap saja dia terlihat tampan dan penuh wibawa " Sella berkata dalam hati sambil terus menatap Yudha
" Saya ingin menawarkan kontrak kerja sama dengan tuan "
Yudha dia saja dan tidak merespon
"Tuan, model saya ini begitu cantik. Apakah anda tidak tertarik dengannya? Lagi pula, dia cukup memenuhi syarat untuk menjadi brand ambasador produk anda. Saya yakin dia pantas dengan itu "
Sella mulai meyakinkan Yudha dengan nada yang sedikit manggoda
" Apa yang akan kamu jaminkan untuk itu?
Sepertinya, dia ini begitu polos " Jawab Yudha tenang sambil menatap Ji. Ji hanya mencibir, mendengar setiap perkataan Sella
" Sialan! Dia berani menawarkan aku sebagai Imbalan dari sebuah kontrak? Benar - benar kurang ajar dia! " Batin Ji yang begitu kesal terus saja mencaci Sella. Yudha juga terlihat kesal dengan mengepalkan tangan tanpa dilihat oleh Sella
" Apa kamu mengenal siapa saya? " Tanya Yudha dengan tatapan yang begitu tajam
" Tentu saja tuan, seluruh dunia pasti mengenal anda! " Sella menjawab dengan senyum yang begitu yakin
" Lalu, apa kamu mengenal siapa Dia? "
Yudha bertanya sambil menunjuk Ji. Ji hanya duduk diam dengan tangan yang dilipat di dada.
" Tentu saja, dia adalah model saya. Jingga Riani Putri "
__ADS_1
" Lebih tepatnya, Jingga Riani Putri Kusuma " Yudha dengan cepat menyebutkan nama lengkap Ji setelah Sella menyebutkannya
" A,,Apa?? "