
" Apa maksudmu? "
Rian terlihat sangat bingung
" Apa kamu sudah cukup belajar untuk tidak memanfaatkan orang lain? "
Ji menjawab dengan santai dan sikap acuh tak acuhnya
" Katakanlah dengan jelas. Tidak usah berbelit - belit! "
Ji tersenyum sinis lalu ia memutar perekam suara yang waktu itu dia dapatkan ketika Rian berbincang dengan pak Sanggara untuk mendekati Vio dan juga ketika Rian berbincang dengan temannya
Mata Rian seketika membelalak mendengar rekaman itu
" Jangan - jangan ini adalah ulah mereka semua "
Pikirnya
" Apa ini semua ulah kalian bertiga? "
Rian terlihat kesal dengan tatapan mata yang tajam
" Kami tidak melakukan apa - apa. Itu semua kesalahan mu sendiri yang tidak bisa mengelola perusahaan dengan baik. Kakak ku sudah berniat baik memberikan pinjaman agar kamu bisa merubah krisis dalam perusahaan mu. Tapi lihat, kamu tidak bisa memanfaatkan niat baik orang lain "
" Kamu fikir dengan kamu mendekati Vio, itu bisa menaikkan harga saham perusahaan mu? Tidak bisa, kamu bisa mencapai kesuksesan kalau kamu mau berkerja keras dalam bisnis. Bukan bekerja keras merayu wanita "
Kata Ji dengan nada sinis dan dingin
" Kenapa kamu begitu padaku Bi? Sedangkan kita adalah teman. Kita sudah lama saling mengenal. Jika kamu memang tidak mengizinkanku mendekati Vio kamu bisa bicara langsung tanpa menghancurkanku! "
" Kamu bilang kita teman? Kamu benar - benar menganggapku teman atau hanya batu loncatan untuk menaikkan popularitas perusahaan mu? Justru disini aku mendukungmu dengan Vio karena ku katakan pada Ji kalau kamu tidak mungkin memanfaatkan adikku juga "
" Tapi kamu sungguh mengecewakan ku Rian. Harusnya sebagai orang yang telah lama mengenalku, kamu tahu seberapa sayangnya kami satu sama lain. Kamu tidak pernah tulus berteman dengan siapapun. Kamu hanya memikirkan keuntungan dari setiap hubungan mu "
__ADS_1
Biru dengan nada bicaranya yang dingin terlihat begitu menyeramkan
" Vio, kamu mengatakan kalau kita akan mencoba lebih dekat, apa kamu juga mempermainkan ku? "
" Aku memang mengatakan kalau aku akan mencoba dekat dengan kak Rian, tapi aku juga mengatakan kalau itu bukan berarti kita berdua akan pacaran! Lagi pula kak Rian pernah mengatakan kalau keluarga kami adalah keluarga diktator. Ku kira keluarga diktator ini tidak cocok dengan seorang Rian Sanggara yang baik hati "
Semua orang memandang keluarga Kusuma yang begitu mengintimidasi Rian, bahkan pak Sanggara pun hanya bisa menatap Kusuma bersaudara yang terlihat memiliki auranya masing - masing. Bahkan diantara keruman orang yang menjadi penonton ada yang mengunggahnya langsung ke internet. Sehingga semua orang menyaksikan pertunjukan ini secara langsung
Tak lama, dua buah mobil hitam kembali mendekat ke arah mereka, terlihat Leo yang turun dari mobil tersebut bersama beberapa orang pengawalnya. Semua mata tertuju pada mereka. Vio tersenyum cerah ketika seorang pria muda melangkah keluar dari mobil yang kedua. Dia tersenyum dan berjalan ke arah Leo
" Kak Leo. Akhirnya kakak sampai juga! "
Sapa Vio ketika mereka saling berhadapan
" Bagaimana kabarmu gadis kecil? "
Leo tersenyum dengan sebelah tangan mengelus lembut kepala Vio. Pandangannya beralih pada Ji dan Bi yang sedang menatapnya. Leo melingkarkan tangan di pinggang Vio dan menghampiri Biru juga Jingga
" Akhirnya aku bisa bertemu langsung dengan kalian. Om Yudha sudah bercerita banyak hal mengenai kalian berdua "
" Jadi tuan muda Nugraha telah mendengar tentang kami? Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami berdua "
Kata Bi dengan begitu tenang
" Apa? tuan muda Nugraha? "
pikir Rian
" Lama tidak berjumpa pak Rian. Bagaimana kabar anda? Pak Sanggara? Senang bisa bertemu anda kembali! "
Lei menyapa dengan senyum ramah
" Kamu...? Bagaimana bisa? Tuan muda Nugraha? "
__ADS_1
Rian terlihat sangat tidak percaya, wajahnya pucat dahinya mengernyit hingga kedua alisnya hampir menyatu
" Benar, saya Leonardi Nugaraha. Putra satu - satunya Fabian Nugraha. Juga penerus dari keluarga Nugraha "
Leo memberi tahukan identitasnya pada Rian juga ayahnya. Tapi tidak hanya mereka yang terkejut. Hampir semua orang yang berada disana terlihat sangat terkejut
" *Itu tuan mudah Nugraha yang selama ini dikatakan telah menghilang? "
" Jadi pewaris tunggal keluarga Nugraha, salah satu pebisnis berpengaruh di negara F bagian selatan telah kembali? "
" Woow, tak dapat dipercaya jika pewaris tunggal keluarga Nugraha kini menjalin hubungan dengan keluarga Kusuma. Apa mereka hendak menggabungkan kerajaan bisnis Mereka*? "
Terdengar orang - orang disekitar mereka saling berbisik membicarakan pemandangan yang kini ada dihadapannya
" Bagaimana mungkin mantan seorang asisten pribadi direktur bisa jadi putra bangsawan? Kalian sengaja mempermainkan ku? "
Rian terlihat kesal pada Leo
" Pak Rian. Saya sama sekali tidak bermaksud mempermainkan anda. Saya sudah lama bekerja dengan pak Sanggara, ayah anda. Mana mungkin saya mempermainkan anda. Hanya saja, masalah pribadi saya, tidak pernah dibicarakan dengan sembarangan orang. Dan saya sudah lama meninggalkan rumah, saya baru pulang ketika anda telah memecat saya. Anda mengatakan kalau asisten seperti saya tidak pantas bekerja sama dengan anda. Jika anda bisa jatuh dalam sehari. Maka tidak ada yang mustahil kalau tiba - tiba saya pulang ke pelukan keluarga saya dan kembali mengambil kedudukan saya sebagai pewaris "
Rian terdiam dan tak dapat mengatakan apapun. Kakinya jadi lemas dan dia terduduk di tanah
" Semuanya hancur, hanya dalam hitungan hari. Ini tidak masuk akal! "
Gumam Rian dengan air mata yang mulai mengalir
" Sudahlah, sudah waktunya kita pergi dari sini. Disini sudah tidak ada lagi tempat bagi kita. Kita harus berusaha bangkit dan mulai hidup yang baru "
Ayah Rian memegang pundak putranya dan membantunya berdiri
" Ingat Rian. Ini adalah sebuah pelajaran besar untukmu. Agar bisa menghargai setiap hubungan dan juga tidak memandang rendah orang lain karena status. Status bisa dirubah dengan kerja keras, dan hubungan yang tulus bisa membantumu memiliki banyak sandaran ketika kamu susah. Sikap sombong itu bisa menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam lubang gelap tanpa dasar! "
Pesan Bi sebelum dia berbalik dengan Mili menuju mobil yang dikendarai Alex. Ji menggandeng tangan Ed berbalik menuju mobil Ed. Dan Leo masih melingkarkan tangannya disekitar pinggang Vio
__ADS_1
" Kusuma bersaudara sungguh menyeramkan ketika mereka bekerja sama, tapi mereka juga terlihat begitu mengagumkan! "