
Mereka terus berbincang hingga tibalah di lantai 8, dimana ruangan biru berada.
Bi dan Ji langsung menuju ruangan Bi, di depan ruangan duduk seorang karyawan perempuan di meja sekertaris yang menganggukkan kepala sambil tersenyum ketika melihat ji dan Bi masuk
" Bi apakah itu yang namanya Bina? "
Tanya Ji setelah memasuki ruangan Bi
Bi menggelengkan kepalanya
" Bukan, dia sekertaris sementara ku. Bina sudah kupecat kemarin. Dia berusaha mendorong Mili saat berada di pesta klien. Untung aku melihatnya, jadi Mili tidak apa - apa. Kalau sampai aku terlambat sedikit saja, entah apa yang akan terjadi pada Mili "
Biru dan Mili berbicara sambil duduk di sofa
" Bagaimana kamu bisa keluar hari ini dan bisa berada disini? "
" Kemarin dokter memberi tahuku bahwa keadaanku sudah membaik. Jadi aku di izinkan pulang. Tadi aku di antar Ed kemari, dia langsung kembali ke pangkalan untuk melihat latihan anak buahnya "
" Kenapa kamu tidak mengabariku? "
Bi mengernyitkan dahinya seakan dia marah
" Kan aku sudah bilang akan memberimu kejutan "
"Sudahlah. Sepertinya hubungan mu dan Ed semakin baik? "
" Entahlah, aku masih bingung dengan perasaan ku. Dia ingin kami segera menikah, tapi aku masih sedikit ragu dan takut dengannya "
Biru mengernyitkan dahinya heran
" Kenapa kamu takut dengannya. Bukankah kamu harusnya merasa nyaman saat bersama dia? "
" Memang, tapi aku takut dengan pekerjaannya "
" Ji pikirkan baik - baik. Dia benar - benar menyayangi mu dan kurasa saling percaya itu cukup "
" Sudahlah, seperti kamu berpengalaman saja. Kamu juga belum lama berhubungan dengan Mili "
" Ya sudah. Tunggu aku bereskan barangku. Setelah itu Kita pulang, tapi sebelumnya kita makan dulu "
" Oke bos "
__ADS_1
" Bi, kamu tidak ada asisten disini? "
" Tidak, nanti saat kamu masuk ke ** Companies, Alex akan kembali bekerja denganku! "
Bi menjelaskan sambil membereskan dokumen di meja kerjanya
Drrrttt Drrttt
Ponsel Ji bergetar terlihat dilayar panggulan dari Yudha sang papi
" Halo papi "
" Halo Ji, bagaimana kabar mu?
" Aku baik pih, aku sudah keluar dari rumah sakit. Sekarang Aku sedang di kantor Bi.
Pih kebetulan aku mau mengatakan sesuatu sama papi "
" Apa itu? Katakanlah Ji! "
" Ji sudah memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis dan mengelola perusahaan ** Companies "
" Kenapa perusahaannya Bi? Kamu bisa mengelola salah satu perusahaan papi atau mami! "
" Papi,,,, aku dan Bi membangun perusahaan itu bersama. Hanya saja aku tidak pernah turun tangan langsung karena kesibukan ku sebagai model. Sekarang aku memutuskan untuk berhenti jadi model dan masuk dunia bisnis.
Bagaimana pih? "
" Papi akan selalu mendukung keputusan kalian. Jadi kalian nikmati saja masa muda kalian dan perdalam ilmu bisnis yang kalian miliki. Karena perusahaan papi dan mami juga sudah berkembang pesat, ini akan jadi milik kalian nantinya. Kalian tidak perlu khawatir perusahaan kalian maju atau tidak. Yang terpenting adalah pengalaman dan pelajaran yang bisa kalian ambil berdua! "
" Baik pih, aku mengerti. Akan aku sampaikan juga pada Biru. Bye papi "
Ji kemudian mengakhiri panggilan dengan Yudha
" Sudah selesai Bi? "
" Sudah ayo pulang!
Mau makan dimana?? "
Mereka berjalan keluar meninggalkan kantor Bi
__ADS_1
" Nisa, aku akan pulang. Kalau ada yang penting langsung hubungi saya! "
Pesan Bi pada sekertaris sementaranya
" Baik pak! "
Bi dan Ji berjalan beriringan sambil berbincang menuju pintu lift. Mereka jadi pusat perhatian semua karyawan hingga mereka keluar dari gedung kantor dan menaiki mobil milik Bi
Mereka tiba disebuah restoran dan mulai memesan makanan. Bi mengirim pesan pada Emili sembari menunggu pesanan mereka datang
" Sunshine, aku tidak bisa menemuimu hari ini. Ji sudah pulang dari rumah sakit, hari ini aku menemaninya karena Ed sedang bertugas "
Tak lama Emili pun memberikan balasan
" Tidak apa, nikmatilah waktu kalian berdua. Aku masih diperusahaan . Nanti kukabari lagi "
" *Baiklah, kamu hati - hati ya, sunshine 💕 "
" Oke Bi 💕*
" Cie cie,, Sepertinya ada yang sedang kasmaran "
Ji menggoda biru yang sedang tersenyum sendiri karena pesan Mili
" Tidak ada! Aku tahu kau iri padaku. Karena Jendral mu sedang sibuk. iya kan? "
" Jangan. mengalihkan pembicaraan!
Kapan kamu berencana menikah dengannya? "
" Aku sudah melamarnya, tapi sepertinya dia punya masalah dengan ibu yang merawatnya. Jadi aku akan menunggu waktu yang tepat untuk membahasnya lagi "
" Sepertinya kamu ini sudah tak sabar sekali ya Bi? "
" Hei, apa kamu lupa? Kalau Ed juga sudah mengajakmu menikah! "
" Hentikan! Aku tidak mau bicara lagi denganmu. Kamu ini selalu memutar balik setiap perkataan ku! "
" Kapan kamu akan mulai bekerja di ** Companies? "
" Secepatnya, Aku tidak ingin terlalu lama jadi pengangguran "
__ADS_1
" Kamu tidak perlu khawatirkan itu Ji. meskipun kamu jadi pengangguran tetap saja kamu tidak akan kelaparan Ji. Bahkan jika kamu memutuskan untuk tidak bekerja dan hanya foya - foya sekalipun. Mami sama papi pasti akan mencukupi semua kebutuhanmu! Karena harta benda mami sama papi tidak akan habis sampai tujuh turunan! "