Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Penderitaan Ji


__ADS_3

" Oh ya?


Uuh,,, aku sungguh takut mendengarnya,,, Tapi, kamu akan mati ditanganku, bahkan sebelum mereka tiba disini untuk menolong mu. Hahaha "


Nasya berkata dengan nada mengejek


" Kita lihat saja gadis gila, bagaimana nasibmu akan berakhir nanti! "


Ji masih tetap bersikap tenang dengan senyum sinisnya


" Dasar wanita ******, berani - beraninya kamu terus mengancamku! "


Plak...


Satu tamparan lagi mendarat di pipi Ji yang sekarang terlihat bengkak dan itu tidak cukup meredakan amarah Nasya.


" Hei, berikan ikat pinggang mu padaku! wanita ****** ini harus diberi pelajaran! "


Nasya menatap Ji dengan tatapan yang berapi - api.


" Cepat berikan padaku! Apa kamu tuli? "


Nasya berteriak pada anak buahnya yang ragu - ragu untuk memberikan ikat pinggangnya.


" Tapi,, tapi kan bos... "


" Sudah, jangan banyak bicara! Sini! "


Dia mengambil paksa ikat pinggang dari tangan anak buahnya.


Ji tetap berusaha tenang, meskipun dalam hatinya dia juga merasa ketakutan.


" Bagaimana ini? Papi, Bi, kapan kalian akan datang menyelamatkanku? "

__ADS_1


Nasya semakin mendekat pada Ji. Selangkah demi selangkah. Ji telah diturunkan dari kursi oleh anak buahnya yang lain, dan kini dia duduk di lantai yang licin dengan tangan dan kaki di ikat.


" Rasakan ini! "


Buk


" Ah! "


buk


" Ach! "


buk " Ach! "


Nasya terus mencambuk Ji, semakin Ji berteriak dia terlihat semakin puas. Beberapa cambukan mendarat di tubuh Ji. Hingga meninggalkan memar merah di bagian tangan, kaki dan punggung Ji. Ji meringkup dengan posisi memeluk lutut untuk melindungi wajah dan juga bagian depan tubuhnya dari cambukan Nasya.


" Hahaha, lihatlah Ji, bahkan setelah aku mencambukmu beberapa kali. Keluargamu tidak datang untuk menyelamatkanmu. Kali ini kamu akan mati ditanganku! "


Air mata menetes dari pelupuk mata Ji yang terpejam karena rasa sakit yang dirasakannya hingga dia tidak sadarkan diri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yudha masih dalam perjalanan dari negara A menuju negara F. Dia dengan cepat menyiapkam penerbangan begitu Bi memberitahukan perihal penculikan yang di alami Ji. Yudha sengaja tidak mengizinkan Gina dan Vio ikut. Karena Yudha tidak tega melihat istrinya yang bersedih, jadi dia memutuskan pergi sendiri


Edward mencari tahu petunjuk di lokasi, dia melacak semua CCTV dan akhirnya menemukan nomor plat mobil yang digunakan.


" Selidiki nomor mobil xxxx ini secepatnya! Dan cari tahu ke arah mana mobil ini pergi! "


" Siap! "


Ed menggunakan jabatannya untuk mencari tahu informasi mengenai Ji


Ed dan Bi telah memeriksa seluruh CCTV yang ada di gedung juga di area sekitarnya

__ADS_1


" Ed, apa kamu sudah menemukan petunjuk dari Ji? "


Bi terlihat panik dan cemas. Wajahnya pucat


" Aku sudah memeriksa semuanya, kita telah mendapatkan nomor plat mobil itu. Kita pasti akan segera menemukan Ji. Kamu tenanhlah! " Ed menepuk pundak Bi untuk memberikan semangat


" Apa kamu tidak papa Bi? Wajahmu terlihat pucat "


Bi menggelengkan kepala perlahan sambil memejamkan mata, Kemudian berkata


" Aku harap kamu segera menemukan Ji, sungguh perasaanku terasa sangat tidak enak. Aku merasakan sakit di hatiku dan ingin sekali menangis. Entah bagaimana keadaan dia sekarang? Kami terbiasa bersama dan tak pernah terpisah . Aku tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi padanya "


Biru tertunduk, Tanpa terasa, air mata jatuh dari mata indah Biru dan menetes membasahi punggung tangannya. Saat ini Biru sang pebisnis muda misterius yang dingin dan selalu terlihat cool, sedang duduk dengan sedikit membungkukkan badan, kedua tangannya saling menyatu dengan ujung kedua telunjuk di letakkan di bibir dan sikunya bertopang pada paha. Dia terlihat sangat lemah dan tak berdaya.


" Tenanglah, kita pasti menemukannya. Sinyal dari ponsel miliknya juga sedang dilacak kan? Tapi,,, apa kamu mencurigai seseorang Bi? "


Biru terlihat berpikir selama beberapa saat, hingga dia ingat sesuatu


" Keluarga Aditya, ya, benar,, terakhir kali kami berurusan dengan keluarga Aditya. Gadis yang bertemu kita belum lama ini di restoran! Kamu ingat? Memang banyak orang yang sepertinya membenci kami, tapi keluarga itulah yang belum lama ini berurusan dengan kami! Tidak ada salahnya kalau kita memeriksanya kan,? "


Bi seakan mendapatkan secercah cahaya harapan dari ingatannya. Edward juga seakan mengingat sesuatu.


" Kalau begitu, kita harus segera memeriksa dia dan keluarganya! "


Ed segera bangun dari duduknya dan memberikan instruksi kepada anak buahnya untuk memeriksa keberadaan keluarga Aditya!


" Halo, Alex. Tolong cari tahu keberadaan keluarga Rama Aditya! Aku butuh informasi secepatnya! "


Bi segera menghubungi Alex, dan sebelum temannya itu bereaksi, Bi langsung mengakhiri lagi panggilannya


Alex hanya menatap ponselnya, tak percaya kalau dia memiliki temam seperti Biru, yang dingin dan suka seenaknya.


Kenapa lagi dengannya? Apakah terjadi sesuatu lagi?

__ADS_1


__ADS_2