Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Persiapan menuju pernikahan Jingga dan Edward


__ADS_3

Mili dan Biru akhirnya tiba di negara A setelah sebelumnya dia berkeliling di pasar modern terlebih dahulu..


" Sayang kita langsung ke rumah mami dan papi ya, supaya bisa langsung istirahat? Aku yakin kamu pasti sangat lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari negara F "


Kata Biru pada Mili ketika mereka keluar dari bandara


" Semoga tidak ada lagi permintaan yang aneh - aneh dari Mili. Setelah mencari mangga muda dan Es serut. Bahkan aku dipaksa untuk makan mangga yang rasanya sangat asam. Cukup untuk hari ini, aku butuh istirahat "


Keluh Biru dalam hatinya


" Tentu, aku juga merasa lelah. Tapi Bi,,,, "


Mili berkata dengan nada yang sangat tenang, namun kata 'tapi' bagi Biru membuatnya mengeluarkan peluh tiba - tiba karena takut dengan apa yang akan Mili minta. Biru pun menelan ludahnya sebelum bertanya


" Tapi,,, apa sunshine? Apa,, kamu menginginkan sesuatu? "


Tanya Biru dengan wajah yang terlihat sangat gugup


" Tapi nanti kita menemui Jingga ya. Katanya dia sudah berada di hotel? "


" pyuuuhh,, selamaaaat... "


Tentu saja nanti kita akan menemui Ji setelah kamu beristirahat. Vio juga akan datang hari ini "


" Benarkah Vio datang hari ini. Jadi aku tidak akan kesepian disini. Baguslah! "


Mereka pun kembali berjalan menaiki taksi untuk pergi ke kediaman Kusuma


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Leo dan Vio masih dalam perjalanan dari negara A bagian selatan


" Ini merupakan kali pertama papi mengadakan pesta. Apa menurut kak Leo semua akan berhasil? "


Tanya Vio kepada Leo yang sedang mengemudikan mobil

__ADS_1


" Tentu saja pasti berhasil. Om Yudha adalah orang yang perfeksionis jadi dia pasti sudah melakukan persiapan matang untuk pesta ini. Aku yakin, tidak akan ada celah sedikit pun untuk orang berkomentar buruk. Berapa lama orang tua mu akan mengadakan pesta "


" Hanya sehari, kak Jintidsk ingin menggelar pesta yang melelahkan. Dan Kak Mili juga sedang mengandung. Jadi papi tidak ingin mereka lelah "


" Owh,, begitu.. Vi,,, kalau nsnti kita menikah,,, kamu mau pessta yang seperti apa? "


" Aku tidak ingin pesta yang terlalu mewah. Cukup pesta sederhana tapi elegan... Aku tidak butuh acara yang terlalu glamor seperti pesta kak Ji saat ini "


" Itukan karena papimu yang menggelar pesta. Aku yakin kalau kakakmu itu tidak suka kemewahan dan keramaian "


" Kak Leo benar. Kak Ji dan kak Bi itu sama. Mereka lebih suka bersembunyi dari pada berada di tempat ramai. Aku selalu dengar dari mami dan papi kalau Kak Bi dan Kak Ji tidak suka ada di tempat umum. Bahkan mereka tidak suka berbaur dengan teman sebaya mereka.


Waktu kecil kak Bi dan kak Ji tidak menyembunyikan identitas mereka, terkadang mami atau papi mengantarnya ke sekolah, dan karena itu orang tua dari teman sekolahnya selalu berusaha mendekatkan anak mereka dengan kak Bi atau kak Ji, agar mereka mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan mami atau papi. Itulah sebabnya kak Bi dan kak Ji memutuskan untuk menyembunyikan identitas mereka yang sebenarnya dan memilih bersekolah diluar negeri "


" Owh, jadi itu alasan kakak mu tidak ingin memakai nama keluarga. Pasti berat untuk kalian karena didekati oleh teman yang tidak tulus? "


" Apa kak Leo tidak seperti itu sebelum tragedi itu terjadi? Kak Leo juga kan berasal dari keluarga yang cukup besar. Karena setahuku keluarga kak Leo juga merupakan orang terpandang setelah papi "


" Tapi ayah ku tidak seperti papimu yang tegas. Ayahku sangat mudah berbaur, jadi cukup mereka mendekati ayah tanpa harus menjadikan ku perantara untuk mengambil keuntungan "


" Yah itu adalah bagian dari hidup kita sebagai anak dari pengusaha. Sangat susah mencari teman yang tulus tanpa meminta imbalan atau mencari keuntungan. Semua selalu di manipulasi dan seakan hanya topeng untuk mendapatkan perhatian "


Vio mengangkat bahu bersamaan. Sikapnya ini tidak luput dari pandangan Leo


" Tenyata gadis kecilku bisa juga bersikap dewasa! "


Leo tersenyum sambil mengelus kepala Vio secara kasar


" Kak Leo, rambutku berantakan! "


Mereka berdua terus berbincang selama perjalanan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di hotel yang telah dipesan untuk pesta pernikahannya. Ji sedang mencoba gaun yang telah dipersiapkan oleh Maria dan juga perhiasan yang dipilih langsung oleh Ed

__ADS_1



Gaun pernikahan yang Maria rancang sendiri bermodel seperti lonceng, sangatlah cantik dengan aksen bordir berbahan sutra dan taburan berlian disekelilingnya menambah kesan mewah pada gaun. Bagian lengan dibuat panjang untuk menutupi bekas luka Ji, karena dia belum melakukan operasi plastik



Sedangkan satu set perhiasan bertahtakan berlian yang terdiri dari mahkota, anting dan kalung juga tak kalah terlihat sangat mewah. Namun desainnya sangat simpel, karena Ed tahu kalau Ji tidak terlalu suka model yang mencolok..


Maria dibuat terkejut ketika melihat Ji mencoba memakainya


" Ji,, kamu sungguh cantik, bagaikan seorang ratu. Tidak salah kalau Ed selalu memanggilmu ratu. Itu memang panggilan yang tidak berlebihan "


Puji Maria yang langsung mendekati Ji dan berjalan mengelilinginya untuk memastikan bajunya sesuai


" Tante, eh bu,, apakah ini tidak terlalu terbuka? lantas bekas lukaku yang dipunggung,,,? " Ji terlihat khawatir dengan gaun pengantinnya


" Kamu tenang saja. Bekas lukamu sama sekali tidak terlihat, dan meskipun ada bagian yang terlihat, kita bisa menutupinya dengan menggunakan trik make up "


Maria tersenyum lembut dan itu juga membuat Ji tersenyum dengan penjelasan yang Maria berikan. Itu membuat ji tenang dan tidak harus memikirkan bekas lukanya


" Terimakasih banyak Bu.. "


" Aku yang berterimakasih, karena kamu Ed memutuskan untuk keluar dari tentara. Selama ini ibu selalu berusaha membujuknya keluar. Karena ibu selalu merasa takut jika dia sedang bertugas. Tapi berkatmu ibu bisa sedikit lebih tenang, selain ada kamu yang nanti mengurusnya, dia juga tidak akan berlama - lama bertugas di medan perang yang kapan saja bisa membuatnya kehilangan nyawa. Terimakasih banyak, ibu harap kalian berbahagia selamanya "


Maria tak kuasa menahan haru, diapun memeluk Ji dengan air mata yang membasahi pipinya


" Bu, apa Ed sekarang datang kemari? "


Tanya Ji yang penasaran karena belum bertemu dengan Ed selama berhari - hari


" Emmmm, kamu sangat merindukannya ya? Hari ini kalian masih belum bisa bertemu, bersabarlah untuk sehari lagi. Karena mulai besok kalian akan hidup bersama sampai kapanpun "


Goda Maria kepada Ji yang membuatnya tersipu malu dengan kepala tertunduk dan berkata dalam hati


" Tuan Jendral aku sungguh tidak sabar untuk menunggu hari esok, hari dimana kita akan selalu bersama baik siang ataupun malam! Aku tidak bisa lagi membayangkan jika aku harus kembali jauh darimu seperti saat kecelakaan itu menimpamu "

__ADS_1


__ADS_2