Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Putraku semakin pandai


__ADS_3

Para dewan direksi perusahaan Nugraha tengah berkumpul diruang rapat. Mereka saling berbisik tidak tahu untuk apa dikumpulkan diruang rapat. Sedangkan hari ini bukanlah jadwal mereka untuk rapat


" *Apa kamu tahu untuk apa kita dipanggil keruang rapat ini? "


" Entahlah, tapi sepertinya tidak ada sesuatu yang harus dibahas untuk rapat "


" Aku juga tidak tahu. Saham kita maupun pekerjaan karyawan semua baik - baik saja! "


" Mungkin ada masalah penting lain yang akan di bahas nanti! "


" Ya, mungkin. Kita tunggu saja kebenarannya dari pak Fabian "


Ceklek...


Krieeettt,,,


Terdengar suara pintu yang dibuka dari luar. Dan semua orang yang berada disana menoleh ke arah pintu dengan serempak. Mereka semua langsung berdiri


" Maaf saya sedikit terlambat! "


Kata Fabian yang berjalan dengan gagah dan berwibawa, meskipun dia memegang tongkat disebelah tangannya. Dia berjalan menuju kursi utama tempat dia duduk. diikuti Leo yang duduk di sebelahnya


" Silahkan duduk semuanya! "


Kata Fabian yang sudah lebih dulu duduk di kursinya


" Mungkin anda semua mereka heran, kenapa saya mengadakan raoat dadakan padahal kita tidak dalam masalah sama sekali "


Fabian berkata dengan tenang dan semua saling mengangguk juga menoleh


" Saya mengumpulkan anda semua karena ingin memberitahukan kabar penting. Saya ingin memperkenalkan putra semata wayang saya yang selama ini telah menghilang. Dia akan jadi penerusku dan jadi pewaris satu - satunya keluarga Nugraha. Leo perkenalkan dirimu dihadapan mereka! "


Fabian menatap pada semua anggota dewan kemudian beralih pada Leo. Leo berdiri dan mulai memperkenalkan diri


" Salam kenal semuanya, saya Leonardi Nugraha. Mohon bimbingan anda semua disini! "

__ADS_1


Semua orang saling menoleh kemudian tersenyum. Hanya satu orang yang memiliki reaksi berbeda yaitu Sandi Nugraha , paman Leo yang merupakan adik sepupu Fabian.


Ayah Fabian dan ayah Sandi adalah kakak beradik. Ayah Sandi tidak bisa mengelola bagian warisannya dengan baik, sehingga semua hartanya habis. Sedangkan ayah Fabian sangat pandai berbisnis sehingga usahanya semakin berkembang.. Sandi yang merasa iri berkali - kali berusaha untuk menghabisi keluarga Fabian dan terakhir kali tragedi malam itu, dimana ibu Leo menjadi korban. Sayangnya, Fabian tidak memiliki bukti yang otentik untuk menjebloskan Sandi ke dalam penjara.


Leo sempat bertatap mata dengan Sandi, pandangan matanya tajam dan penuh kebencian. Leo dan ayahnya tahu betul kalau yang melakukan penyerangan malam itu adalah suruhan pamannya ini. Namun polisi tidak menemukan bukti apapun yang mengarah pada pamannya.


" Kuharap kalian bisa membantu Leo dalam beradaptasi. Ini memang pengalaman pertamanya untuk terjun langsung dalam mengelola bisnis. Tapi aku yakin, dia akan cepat belajar. Terimakasih atas waktu dan perhatian semuanya. Rapat kali ini selesai, saya hanya ingin memperkenalkan Leo untuk bisa masuk dan bergabung diperusahaan kita "


Prok prok prok


Semua orang berdiri dan bertepuk tangan. Kemudian satu persatu dari mereka menyalami Leo, hanya satu orang yang masih diam ditempat duduknya dengan wajah yang dingin yaitu Sandi. Setelah semua orang meninggalkan ruangan, barulah dia berdiri dan berjalan mendekati Leo.


" Apa kamu masih ingat paman? Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Paman senang kamu sudah kembali lagi kerumah. Semoga kamu cepat beradaptasi dan selalu sehat sehingga kamu bisa terus berada disamping ayahmu, agar bisa manjaga dan menjadi penerus ayahmu nantinya! "


Kata Sandi dengan nada bicara dan tatapan mata yang licik. Perkatannya memiliki arti lain seperti


" Apa kamu masih mengingat paman yang berusaha membunuhmu? semoga kamu dapat menjaga diri agar kamu bisa jadi penerus ayahmu "


Leo tidak gentar sama sekali, dia menjawab dengan senyum sinis


Perkataan Leo juga memiliki arti lain


" Tentu aku ingat itu, paman. Mana mungkin aku bisa melupakan orang yang berusaha membunuhku, meskipun sudah bertahun - tahun lamanya. Kali ini aku tidak akan lari lagi! "


Mereka saling berjabat tangan dengan mata saling menatap tajam. Atmosfir yang terasa sungguh tidak biasa dan terasa menyeramkan. Fabian yang masih duduk di kursinya tentu saja dapat menyadari apa yang terjadi diantara kedua orang ini


" Ehem ehem "


Fabian berusaha mencairkan suasana yang kaku ini


" Kakak, aku permisi untuk kembali ke ruanganku! "


Katanya setelah melepaskan jabatan tangan Leo


" Baiklah! "

__ADS_1


Setelah mendapatkan persetujuan sari Fabian, Sandi beranjak pergi meninggalkan ruang rapat


" Leo, ayah yakin kamu tahu betul, kalau kamu harus berhati - hati dengan Sandi "


" Tentu saja ayah. Aku harus bisa menghancurkannya sebelum dia berhasil menghancurkan kita dan merampas semuanya. Orang tamak seperti dia tidak bisa dibiarkan begitu saja "


Leo berkata dengan mata yang memancarkan kelicikan


"Ayah hanya ingin kamu berhati - hati terhadapnya. Dia pria licik, dia bisa melakukan apapun untuk mencapai maksud dan tujuannya "


" Ayah tidak perlu khawatir, Aku bisa menjaga diri, dan kali ini aku harus bisa membongkar kedok paman Sandi dan menjebloskannya ke dalam penjara "


" Ternyata putraku semakin pandai. Sudahlah kita cari cara perlahan untuk membuat pamanmu itu menyesal"


****


Aaaaaaccchhh!!!!


Braaaakkkk!!!!!


" Sial sial sial! Bagaimana bisa bocah ingusan itu masih hidup? Harusnya dulu tidak ku biarkan kamu lari Leo. Harusnya aku meminta orang - orang itu mencari kamu hingga ke lubang semut sekalipun. Sekarang aku harus mulai kembali mencari cara agar kamu bisa lenyap. Sehingga setelah kamu mati, ayahmu tidak memiliki penerus lain untuk mewarisi semua hartanya. Jadi aku bisa mengambil alih semua aset dan kekuasaan yang dimiliki ayahmu "


Sandi yang kesal kembali keruangannya dengan penuh emosi. Dia menyingkirkan semua barang dan dokumen yang ada di atasa mejanya hingga berserakan di atas lantai


Dia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang


" Halo, aku punya pekerjaan untukmu! Aku ingin kamu menghabisi seorang pemuda. Pembayarannya akan aku kirim ke rekeningmu! "


"--------"


" Aku tidak ingin mendengar kata gagal. Jika sampai gagal, maka kalian yang akan aku habisi! "


"-------- "


Dia menutup sambungan teleponnya

__ADS_1


" Leo aku tidak akan membiarkan kamu lolos kali ini! "


__ADS_2