Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Kurasa sudah saatnya untuk kita mengumumkan pada publik mengenai jati diri kita


__ADS_3

" Ji, bagaimana bisa kamu mengalah dari Arya? Sampai kapan kamu akan membiarkan orang seperti dia berbuat seenaknya? "


Biru yang merasa kesal setelah mendengar Jingga hendak di tendang dari kursi direktur utama langsung menghubunginya untuk meminta kejelasan dari berita tersebut


" Kamu tenang saja Bi. Dia tidak akan berhasil menjatuhkanku begitu saja. Dia sudah masuk dalam perangkapku. Jika kamu ingin bermain, kamu bisa datang ke JB Companies dan menekan Arya agar segera menstabilkan harga saham. Tapi kamu tenang saja, harga saham kita tidak benar - benar mengalami penurunan secara drastis. Aku hanya sedikit memanipulasi draft saham perusahaan saja 1"


" Maksudmu, kamu menerobos situs web perusahaan kita? "


" Tentu saja. Itu bukan hal sulit untuk kita lakukan kan? Kamu bisa cek sendiri kalau tidak percaya padaku! Aku sama sekali tidak melakukan hal yang merugikan perusahaan JB Companies. Justru dengan ini kita tahu siapa saja yang setia dan juga yang penjilat. Aku ingin menghancurkan mereka yang berusaha merendahkan ku. Bi bagaimana kalau kita beri kejutan saja? Perusahaan kita sudah maju, dan kita juga sudah masuk dalam daftar pengusaha yang diakui, kurasa sudah saatnya untuk kita mengumumkan pada publik mengenai jati diri kita yang sebenarnya "


" Apa kamu yakin? Sebelumnya, kamu yang selalu menolak untuk mempublikasikan tentang kita "


" Aku ingin melihat wajah mereka yang terkejut setelah tahu siapa kita sebenarnya. Kurasa itu akan sangat menyenangkan. Lebih bagus lagi jika mereka sampai mati berdiri saking terkejutnya "


" Kalau begitu aku akan datang ke JB Companies saat kamu menyingkirkan Arya dari perusahaan "


" Oke, aku tunggu! "


" Apa kamu sudah yakin Bi, kalau kamu akan membuka identitas asli kalian di depan publik? "


Tanya Mili setelah melihat Bi selesai menghubungi Ji


" Tentu, sepertinya ini waktu yang tepat untuk memberitahukan pada semua orang. Lagipula kakiku kini sudah sembuh, tidak akan ada yang berani meremehkanku atau memandang rendah aku karena aku duduk di kursi roda.


Sebelumnya aku dan Ji tidak ingin membuka identitas kami didepan orang lain karena kami ingin mereka mengakui kemampuan kami sebagai pebisnis. Sekarang aku dan Ji telah berhasil mendapat pengakuan dari luar, kalau kami pebisnis yang cukup berpengaruh. Kurasa ini akan bagus juga untuk reputasi papi "


Ji menjawab dengan nada bicara yang begitu tenang. Sebelah tangannya dilingkarkan pada bagian pinggang Mili


" Terlepas dari itu aku akan selalu mendukung setiap keputusan yang kamu ambil Bi. Apapun itu, aku yakin pasti kamu sudah mempertimbangkan semuanya! "


" Terimakasih sunshine, karena kamu selalu mendukungku. Aku beruntung menikahi wanita yang cantik hati juga rupanya seperti kamu. Tidak akan ada gadis manapun yang dapat menggantikan posismu dihatiku. Hanya kamu, aku ingin selamanya hanya kamu yang menemani hariku dan juga menempati isi hatiku "

__ADS_1


Bi mengecup lembut kening Mili


" Jangan terus - terusan berkata manis Bi. Ini kantor, kalau nanti Alex tiba - tiba masuk, bagaimana? "


" Kalau benar itu terjadi, akan kupecat dia, atau mungkin ku kirim dia untuk tugas diluar kota. Jadi dia tidak bisa jadi pengganggu kita lagi! "


" Kamu ini Bi, terlaku jahat bahkan ke teman sendiri "


" Tentu saja itu tidak benar. Dia satu - satunya teman terbaikku. Meskipun kadang sikapnya menyebalkan dan terlalu banyak bertanya, tapi aku sudah menganggapnya sebagai saudaraku sendiri "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" Hai om, om sudah lama menungguku ya? "


Dian sudah tiba ditempat yang telah disepakati untuk bertemu dengan pak Arya


" Hai sayang. Om belum lama tiba disini. Om punya kabar baik untukmu "


Kata Arya kepada Dian yang kini telah duduk disebelahnya dengan bermanja - manja


" Om akan bercerai dengan istri om. Jadi kita bisa menikah secepatnya tanpa ada yang akan menentang hubungan diantara kita "


" Benarkah om? Sungguh berita yang bagus "


Dian terlihat begitu senang dan memeluk Arya lembut


" Aku senang karena om akan bercerai, tapi aku tidak ingin menikah dengan pria tua hidung belang sepertimu. Kamu tidak pantas mendapatkan seorang pendamping "


Kata Dian dalam hatinya


" O iya om, om bilang sebelumnya akan mengabulkan apapun keinginanku. Apa om yakin dengan itu? "

__ADS_1


Dian melerai pelukannya dan berkata dengan wajah tertunduk ragu


" Tentu saja aku yakin. Apapun yang kamu inginkan sayang "


" Baguslah kalau begitu. Aku ingin meminta satu hal sama om "


Dian mengeluarkan sebuah surat perjanjian


" Bisakah om menandatangani ini? Aku ingin pindah kerumah om. Lagipula istri om sudah keluar dari rumah kan? Tentu aku bisa kan tinggal disana? "


" Tentu saja kamu bisa tinggal disana, kita akan menikah dan sudah pasti kamu harus tinggal bersama denganku. Surat apa ini sayang? "


" Hanya surat persetujuan dari om agar aku bisa tinggal dirumah itu. Jadi kalau istri om mengusirku, aku punya bukti yang menguatkan kalau aku boleh tinggal disana "


" Iti tidak akan terjadi sayang. Kita akan hidup bahagia dirumah itu "


Jawab Arya sambil menandatangani surat perjanjian tersebut tanpa menyadari bahwa yang dia telah memberikan hak kuasa pada Dian


" Terimakasih om! Om bagaimana dengan masalah om diperushaan? Apa itu berjalan baik? "


" Kamu tidak perlu khawatir! Aku akan tetap menjabat sebagai direktur utama perusahaan itu. Aku pasti akan menyelesaikan masalahnya dengan cepat! "


Arya negitu yakin dan percaya diri dengan apa yang dia katakan


" Kapan om akan mengadakan rapat lagi? Sebenarnya aku ingin menemani om, tapi tidak mungkin aku bisa keluar masuk perusahaan tempat om bekerja begitu saja. Lagipula besok aku harus keluar kota untik mengunjungi saudaraku yang sedang sakit "


" 2 hari lagi kami akan mengadakan rapat dewan direksi lanjutan. Jadi disana aku akan memantapkan posisiku agar tetap menduduki jabatan direktur utama, menggeser Jingga sebagai pengelola. Berapa lama kamu akan pergi? "


" Tidak lama om hanya beberapa hari saja dan ketika aku kembali smeua oati sudsh berubahkan? Om pasti sudah jadi direktur tetap disana? "


" Tentu saja, om pasti akan jadi direktur tetap. Dan kamu akan jadi ibu direktur! "

__ADS_1


Dian hanya tersenyum bahagia dengan kata - kata pak Arya dan tanpa Arya sadari Dian menunjukkan senyum yang berbeda


" Ketika aku kembali, semua akan berubah. Kamu akan kehilangan pekerjaan dan juga rumah mu. Jadilah direktur gelandangan! "


__ADS_2