Putra Putri Sang Penguasa

Putra Putri Sang Penguasa
Aku tidak akan menambatkan hatiku pada perempuan lain selain Violeta


__ADS_3

Jingga sedang mengunjungi Biru di Taeson Elektronik. Ed tidak menemaninya karena sudsh mulai bertugas. Dia berjalan dengan begitu anggun. Semua orang di Taeson Elektronik kini tahu siapa Jingga, jadi mereka juga menaruh hormat dan takut kepadanya


" Selamat siang bu Jingga "


" Siang "


Ji menjawab dengan dingin tanpa ekspresi apapun diwajahnya. Hampir semua karyawan yang berpapasan dengannya ikut menyapa. Hingga akhirnya Ji tiba diruangan Biru


Tok tok tok...


Ceklek...


Biru yang kini duduk dikursi roda terlihat berada di meja kerjanya dengan sebuah dokumen ditangannya. Dia mengalihkan pandangan dari dokumen dan menatap Ji yang berada di pintu


" Apa kamu sibuk Bi? "


" Tidak juga. Kapan kamu kembali dari negara A? "


Tanya Biru sambil menjalankan kursi rodanya ke arah sofa


" Aku kembali semalam. Bagaimana dengan kakimu Bi? Apakah ada perkembangannya? "


Jingga menatap pada kaki Biru


" Tenang saja, perkembangannya semakin bagus, hasil terapinya juga berhasil. Kakiku bisa digerakkan sedikit demi sedikit"


"Benarkah? Syukurlah kalau begitu. Aku ikut senang mendengarnya. Ya, ku harap kamu sudah bisa berjalan kembali ketika aku menikah nanti "


" Apakah tanggal pernikahannya sudah di tetapkan? "


" Ya, tidak akan lama lagi. Papi dan juga keluarga Ed sudah mulai mempersiapkannya. Dimana Mili? Dia tidak menemaminu? "


Tanya Ji sambil duduk bersandar di sofa


" Dia pergi ke perusahaan ayahnya. Aku sedang merencanakan untuk mengambil alih perusahaan itu atau menghancurkannya. Mili sudah tidak menginginkannya "


"Benarkah? bagus itu, akhirnya dia tahu bagaimana caranya mengambil sikap "


Kata dengan senyum tipis


" O iya, ada apa kamu datang kemari? "


" Apa kamu dekat dengab Rian? Dia itu temanmu kan? "


" Rian? Aku tidak terlalu dekat dengannya. Ada apa? Apa ada sesuatu dengannya? "


" Dia sedang mendekati Vio. Aku tidak mau Vio di permainkan oleh laki - laki "


Biru mendengarkannya dengan mengetuk - ngetukan jari telunjuknya ke kursi roda


" Kamu tidak perlu khawatir, dia tidak akan berani macam - macam pada Vio. Dia pasti sudah tahu resikonya, jika berani melakukan sesuatu padanya "


" Apa kamu yakin? Bagaimana kalau kita bertaruh? "


kata Ji dengan kedua alis yang di naikkan secara bersamaan


" Apa Taruhannya? "


Tanya Bi dengan dahi mengernyit

__ADS_1


" Emmmmm,,, Bagaimana kalau,,, mobil sport terbaru? Aku sudah bosan dengan mobil ku "


Jawab Ji tersenyum licik


" Kamu kan tinggal ganti saja, tidak perlu pakai bertaruh segala "


Bi berkata dengan menggeleng - gelengkankan kepala perlahan


" Kita hanya bermain saja, tapi apa boleh aku bermain juga dengan ibu tiri Mili itu? "


" Tidak, biarkan Mili yang menangani ini "


" Ach membosankan sekali. Ya sudah aku akan mencari tahu tentang Rian saja. Kita lihat, apa dia berusaha mempermainkan Vio atau tidak. Kamu siapkan mobil baru untukku ya! "


Kata Ji sambil berdiri dan hendak meninggalkan ruangan Biru


" Kamu mau kemana lagi Ji? Kamu tidak pergi ke JB Companies? Bukankah ada masalah dengan salah satu pemegang saham dikantor mu? "


Tanya Biru kepada Ji yang sudah berjalan mendekati pintu


" Aku mau menemui Ed di pangkalan militer. Di kantorku sudah ada Adel dan Bina. Kalau mereka tidak bisa menanganinya baru aku sendiri yang akan menyelesaikannya. Bye Bi, jaga kesehatan mu! "


Jawab Ji dengan senyum licik sambil berjalan dan membuka pintu


" Dasar, Ji ini masih saja suka bermain. Tapi jika dia sudah bertindak, sepertinya,,,, lebih tidak berperasaan daripada aku "


Gumam Bi sambil tersenyum sinis. Kemudian dia memanggil Alex ke ruangannya


" Hallo Lex. Tolong masuk sebentar! "


Kata Bi pada Alex melalui sambungan telepon. Tak berselang lama terdengar suara pintu di ketuk


Tok tok tok


Ceklek


" Ada apa kamu memanggilku Bi? "


" Lex tolong selidiki lagi Rian dan keluarganya! "


" Ada apa lagi dengan Rian Bi? "


Alex bertanya dengan mengernyitkan dahi


" Dia sedang mendekati Vio? "


" Iya, karena itu aku dan Ji khawatir tentang Rian. Kamu harus selidiki dia lagi! "


" Baik Bi, aku akan selidiki Rian lagi! "


Kata Alex sambil berbalik dan meninggalkan Biru sendirian


*********


" ***Kak, kak Rian memintaku untuk menemaninya pergi ke mall. Aku akan pergi bersamanya! "


" Baiklah, kamu hati - hati. Dan kamu harus cari bukti secepatnya mengenai pak direktur! "


" Kakak tenang saja. Aku pasti akan menemukan cara untuk membongkar kedoknya! "

__ADS_1


" Baiklah, aku percaya padamu***! "


Leo sedang berada diruangan ayahnya sambil berkirim pesan dengan Vio. Ayahnya memperhatikan tingkah anaknya yang tersenyum sendiri sambil memainkan ponsel miliknya


" Ehem ehem


Apa kamu sedang mengirim pesan pada kekasihmu? "


Suara Fabian membuat Leo terkejut


" Iya yah "


Jawabnya dengan senyum dan pipi merah karena malu


" Bagaimana dia? Dan bagaimana dengan keluarganya? "


Tanya Fabian dengan senyum manisnya


" Dia gadis yang baik dan polos. Dia lucu tapi cerewet dan juga ceria. Dia juga sangat manja. Aku tidak tahu apapun mengenai keluarganya, tapi katanya dia juga berasal dari negara A hanya saja dia dibagian utara. Kami sebelumnya adalah rekan kerja, dia seorang sekertaris direktur "


" Begitu rupanya. Ayah ingin mengadakan pesta untuk merayakan kepulanganmu, sekaligud memperkenalkan kamu ke semua kalangan bisnis ayah "


" Tapi yah, apakah harus sekarang? "


Kata Leo dengan mengernyitkan dahi


" Iya, harus sekarang. Ayah mau semua orang tahu kalau keluarga Nugraha punya penerus sendiri setelah kepergian ayah "


Jawab Fabian dengan senyum yang terlihat sedih


" Apa maksud ayah? Ayah tidak akan kemana - mana. Lagipula bukannya dokter mengatakan kalau kondisi ayah semakin membaik. Ayah juga sudah tidak batuk - batuk lagi. Masih banyak yang harus ku pelajari dari ayah! "


Kata Leo dengan nada kesal sambil berjalan mendekati Fabian dan berdiri disampingnya


" Ayah hanya berjaga - jaga saja. Surat wasiat sudah ayah siapkan ayah ingin memperkuatnya dengan memperkenalkan kamu ke semua pebisnis yang ayah kenal "


" Tapi ayah,,, "


" Tidak ada lagi bantahan. Ayah akan meminta asisten ayah untuk mengatur semua keperluan pesta nanti! "


" Aku tidak suka pesta. Aku tidak suka keramaian! "


" Siapa tahu saat pesta nanti kamu menemukan tambatan hatimu disini! "


" Tidak, ayah. Aku sudsh punya tambatan hatiku sendiri. Aku tidak akan menambatkan hatiku pada perempuan lain, selain Violeta "


" Violeta? Namanya terdengar tidak asing ditelinga ayah "


" Benarkah? Ayah mengenal gadis bernama Violeta? Tapi dia hanya seorang sekertaris. mana mungkin ayah bisa mengenalnya "


" Kamu benar juga. Lagipula dia tinggal di negara F, ayah tidak mungkin mengenalnya. Sudahlah tidak perlu membahasnya lagi. Ayah akan segera mempersiapkan pesta dan menyebar undangan "


" Terserah ayah saja. Tapi jika ayah berniat untuk menjodohkan ku, maka itu tidak akan pernah berhasil "


Kata Leo dengan nada sinis


" Baiklah - baiklah, ayah tidak akan ikut campur mengenai kisah asmaramu. Asalkan kamu mencintainya dan dia pun tulus mencintaimu! "


" Terimakasih ayah, karena ayah tidak memaksakan sebuah pernikahan padaku "

__ADS_1


Kata Leo dengan senyum lembut


__ADS_2